Abstract:
Penelitian ini difokuskan pada Pengaruh Biaya Bahan Baku dan Biaya Tenaga
Kerja Langsung Terhadap Biaya Produksi. Permasalahan yang dihadapi dalam
penelitian ini meliputi : 1) Seberapa besar pengaruh biaya bahan baku terhadap
biaya produksi pada PT. Unilever Tbk?; 2) Seberapa besar pengaruh biaya tenaga
kerja langsung terhadap biaya produksi pada PT. Unilever Tbk?; 3) Seberapa besar
pengaruh biaya bahan dan biaya tenaga kerja langsung terhadap biaya produksi
pada PT. Unilever Tbk?. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
dan menganalisis: 1) Besarnya pengaruh biaya bahan baku terhadap biaya produksi
pada PT. Unilever Tbk; 2) Besarnya pengaruh biaya tenaga kerja langsung terhadap
biaya produksi pada PT Unilever Tbk; 3) Besarnya pengaruh biaya bahan baku dan
biaya tenaga kerja langsung terhadap biaya produksi pada PT. Unilever Tbk.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan
pendekatan kuantitatif. Teknis analisis datanya yaitu analisis koefisien kolerasi
sederhana, analisis koefisien determinasi, uji hipotesis atau uji signifikan (uji t),
analisis koefisien korelasi berganda, analisis koefisien regresi linear berganda,
analisis koefisien korelasi determinasi dan uji hipotesis atau uji signifikan (uji f).
Hasil dari penelitian dan pengolahan data menunjukkan bahwa 1) biaya bahan baku
berpengaruh positif dan signifikan terhadap biaya produksi pada PT Unilever Tbk
Periode 2015-2024. Artinya ketika terjadi peningkatan biaya bahan baku maka
akan meningkatkan biaya produksi, begitu juga sebaliknya. Adapun besarnya
pengaruh sebesar 82,26%; 2) Biaya tenaga kerja langsung tidak berpengaruh
signifikan terhadap biaya produksi pada PT Unilever Tbk Periode 2015-2024.
Artinya peningkatan biaya tenaga kerja langsung tidak dapat meningkatkan biaya
produksi; 3) biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung berpengaruh positif
dan signifikan terhadap biaya produksi pada PT Unilever Tbk Periode 2015-2024.
Artinya ketika terjadi peningkatan biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja
langsung maka akan meningkatkan biaya produksi, begitu juga sebaliknya. Adapun
besarnya pengaruh sebesar 92,16%.