Abstract:
Prevalensi DM telah meningkat lebih cepat di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah daripada di negara-negara berpenghasilan tinggi. Penyakit DM ini akan menyertai seumur hidup penderita, sehingga dapat menurunkan kualitas hidup penderita. Dampak dari ketidakmampuan individu dalam penerimaan diri dan kemampuan untuk berserah kepada yang kuasa atas suatu penyakit adalah kecewa terhadap hidupnya, penuh tekanan dan tidak menerima dengan kondisinya yang akhirnya mengganggu psikologi yang bersangkutan dan penyakit tambah parah. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Antara Kecerdasan Spiritual Dengan Penerimaan Diri Terhadap Proses Menua Pada Lansia DM Tipe 2 Di UPT Puskesmas Leles Garut. Metode penelitian deskriptif korelasional, pengambilan sampel secara purposive sampling menggunakan rumus Slovin, jumlah sampel 68 responden, pengambilan data menggunakan kuesioner, uji statistik secara bivariat dengan pendekatan cross sectional menggunakan Chi square. Hasil penelitian Kecerdasan spiritual pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di UPT Puskesmas Leles Garut lebih dari setengah responden kategori sedang (51,5%). Penerimaan diri pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 lebih dari setengah responden kategori cukup (61.8 %). Kesimpulan terdapat Hubungan Antara Kecerdasan Spiritual Dengan Penerimaan Diri Terhadap Proses Menua Pada Lansia DM Di UPT Puskesmas Leles Garut dengan p value = 0,000. Disarankan untuk terus meningkatka pelayanan tidak hanya fokus pada aspek medis, tetapi juga psikososial dan spiritual secara holistik. Perhatikan isyarat non-verbal yang mungkin menunjukkan kebutuhan spiritual yang tidak terpenuhi, seperti depresi atau kekesalan.