Abstract:
ABSTRAK
Latar belakang : Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya mutu pelayanan yang diduga berkaitan dengan pelaksanaan komunikasi terapeutik perawat. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan peningkatan mutu pelayanan di Klinik Pratama Bombay Medika Kabupaten Tasikmalaya. Metode : Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah 25 pasien rawat inap yang diambil menggunakan teknik total sampling. Karakteristik responden sebagian besar berjenis kelamin perempuan (64%), berusia 21–30 tahun (48%), dan berpendidikan perguruan tinggi (56%). Instrumen yang digunakan berupa kuesioner komunikasi terapeutik (19 item) dan kuesioner mutu pelayanan (22 item) yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji korelasi Rank Spearman dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian : Hasil penelitian menunjukkan mayoritas komunikasi terapeutik dalam kategori baik (84%) dan mutu pelayanan dalam kategori sangat puas (72%). Uji Spearman menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,700 dengan p-value = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan kuat dan signifikan antara komunikasi terapeutik perawat dengan peningkatan mutu pelayanan. Kesimpulan : Disimpulkan bahwa semakin baik komunikasi terapeutik perawat, semakin tinggi persepsi mutu pelayanan. Saran : Disarankan peningkatan pelatihan komunikasi terapeutik secara berkelanjutan.
Kata kunci: komunikasi terapeutik, mutu pelayanan, kepuasan pasien, perawat.