| dc.description.abstract |
Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada lansia yang dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Upaya pengendalian hipertensi tidak hanya dilakukan melalui terapi farmakologis, tetapi juga dapat didukung dengan terapi nonfarmakologis, salah satunya adalah terapi pijat kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian terapi pijat kaki terhadap penurunan tekanan darah (Mean Arterial Pressure/MAP) pada lansia penderita hipertensi di Desa Sukajaya Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan pre-test dan post-test dengan kelompok kontrol. Jumlah responden sebanyak 54 lansia, yang terbagi menjadi 27 lansia kelompok perlakuan dan 27 lansia kelompok kontrol. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Tekanan darah diukur sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dihitung nilai MAP. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Uji statistik yang digunakan adalah uji Wilcoxon dan uji Paired T-Test, disesuaikan dengan hasil uji normalitas data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata MAP pada kelompok perlakuan mengalami penurunan dari 120,74 mmHg menjadi 108,52 mmHg, sedangkan pada kelompok kontrol hanya mengalami penurunan kecil dari 119,33 mmHg menjadi 118,70 mmHg. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara tekanan darah sebelum dan sesudah terapi pijat kaki pada kelompok perlakuan (p < 0,05), sementara pada kelompok kontrol tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Kesimpulan penelitian ini adalah terapi pijat kaki efektif dalam menurunkan tekanan darah (MAP) pada lansia penderita hipertensi. Terapi pijat kaki dapat direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis yang aman, mudah dilakukan, dan dapat diterapkan di pelayanan kesehatan masyarakat.
Kata kunci: Lansia, Hipertensi, Terapi Pijat Kaki, Tekanan Darah, MAP |
en_US |