Abstract:
Pengolahan hasil pertanian merupakan salah satu cara untuk meningkatkan nilai ekonomi suatu komoditas melalui proses perubahan bentuk produk. Salah satu bentuk pengolahan kedelai yang berkembang di masyarakat adalah pengolahan kedelai menjadi tahu bulat. Proses pengolahan tersebut menyebabkan terjadinya nilai tambah karena adanya penggunaan bahan penunjang, tenaga kerja, serta perubahan bentuk produk yang meningkatkan nilai jual di pasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya, penerimaan, dan pendapatan usaha, serta menganalisis besarnya nilai tambah dari pengolahan kedelai menjadi tahu bulat di Pabrik Tahu Bulat Songkha Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan terdiri dari data primer yang diperoleh melalui wawancara langsung dengan pemilik usaha dan data sekunder dari berbagai literatur yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan metode Hayami untuk menghitung nilai tambah serta analisis biaya, penerimaan, dan pendapatan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya total dalam satu kali proses produksi sebesar Rp4.180.102,09 dengan penerimaan sebesar Rp7.600.000 dan pendapatan sebesar Rp3.419.897,91. Nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan kedelai menjadi tahu bulat sebesar Rp17.663,88 per kilogram (per 125 butir) dengan rasio nilai tambah sebesar 58,10%. Nilai tersebut menunjukkan bahwa pengolahan kedelai menjadi tahu bulat mampu memberikan nilai tambah yang tinggi dan meningkatkan nilai ekonomi kedelai sebagai bahan baku.