Abstract:
Metode pelaksanaan basement umumnya menggunakann metode bottom-up, namun seiring perkembangan teknologi menghadirkan metode baru berupa metode top-down yang pekerjaannya dimulai dari lantai permukaan lalu dilanjut ke bagian basement. Pembangunan basement semakin populer karena kebutuhan lahan parkir dan ruang utilitas, metode top-down memungkinkan pekerjaan basement dan lantai atas dilakukan secara bersamaan, sehingga dapat menjadi alternatif lebih efisien dibanding metode konvensional.
Tugas akhir ini berfokus pada perbandingan antara dua metode pelaksanaan basement yaitu metode bottom-up dan metode top-down dari segi biaya dan waktu. Proyrk yang dijadikan objek penelitian ini adalah Pembangunan Gedung Museum BRI Purwokerto. Untuk kedua metode tersebut dilakukan melalui studi pustaka dan pengumpulan data, analisa metode pelaksanaan, perhitungan kebutuhan material dan alat, analisa produktivitas dan durasi pekerjaan serta analisa perhitungan biaya.
Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan cara analisa perbandingan metode bottom-up dan metode top-down diperoleh hasil pada penggunaan metode bottom-up membutuhkan waktu pelaksanaan selama 168 Hari dengan biaya sebesar Rp. 6.700.000.000 dan metode top-down membutuhkan waktu pelaksanaan selama 129 hari dengan biaya sebesar Rp. 8.400.000.000.