Abstract:
Bundaran Cibiru berada di kota Bandung, yang menghubungkan jalan Cinunuk,
Jalan A.H. Nasution dan Jalan Soekarno-Hatta. Setelah dilakukan pengamatan
secara visual, diketahui bahwa pergerakan arus lalu lintas dari arah utara maupun
selatan yang melewati disekitar bundaran Cibiru cukup padat, sehingga terjadinya
konplik kendaraan yang dapat membahayakan keselamatan bagi pengguna jalan.
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kapsitas dan tundaan pada
bundaran Cibiru Kota Bandung serta mengetahui kinerja Bundaran Cibiru Kota
Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei yaitu
dengan melakukan pengamatan langsung ke lapangan untuk mendapatkan data
sebagai acuan untuk melakukan analisis. Sumber data yang digunakan dalam
penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder.
Hasil penelitian menunjukan bahwa kapasitas Bundaran Cibiru Kota Bandung
dilihat dari tiap jalinan yaitu jalinan AB (Jl, Cibiru – Jl. Soekarno Hatta) sebesar
5914,26 smp/jam, jalinan BC (Jl. Soekarno Hatta – Jl. A.H. Nasution) sebesar
3360,55 smp/jam dan jalinan CA (Jl. A.H. Nasution - Jl. Cibiru) sebesar 5748,54
smp/jam. Tundaan lalu lintas bagian jalinan AB (Jl, Cibiru – Jl. Soekarno Hatta)
sebesar 3,51 det/smp, jalinan BC (Jl. Soekarno Hatta – Jl. A.H. Nasution) sebesar
6,17 det/smp dan jalinan CA (Jl. A.H. Nasution - Jl. Cibiru) sebesar 3,19 det/smp.
Tundaan lalu lintas bundaran sebesar 4,44 det/smp dan Tundaan bundaran sebesar
8,44 det/smp. Kinerja Bundaran Cibiru Kota Bandung berada pada level B,
tundaan bundaran sebesar 8,44 det/smp (nilai tundaan berkisar antara 5,1-15).