Abstract:
Jalan Tanjungsari–Jatinangor di Kabupaten Sumedang merupakan koridor utama dengan mobilitas tinggi yang sering mengalami kemacetan lalu lintas. Peningkatan jumlah kendaraan serta tingginya faktor hambatan samping seperti parkir di badan jalan, pergerakan kendaraan keluar-masuk area sekitar, dan aktivitas komersial telah menyebabkan penurunan kinerja jalan. Kondisi ini tercermin dari meningkatnya nilai rasio volume terhadap kapasitas (V/C) dan derajat kejenuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rasio volume terhadap kapasitas (V/C) dan menentukan tingkat pelayanan jalan (Level of Service/LoS) pada segmen Jalan Tanjungsari–Jatinangor. Penelitian dilakukan melalui survei lapangan pada jam puncak dan analisis mengacu pada Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023. Data yang dikumpulkan meliputi volume lalu lintas, hambatan samping, kecepatan arus bebas, dan kapasitas jalan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume lalu lintas puncak mencapai 2.129 smp/jam dengan kapasitas jalan sebesar 2.585 smp/jam. Nilai rasio V/C dan derajat kejenuhan (DS) sebesar 0,82 menunjukkan kondisi lalu lintas mendekati kapasitas maksimum. Berdasarkan PKJI 2023, tingkat pelayanan jalan termasuk kategori D, yang menunjukkan arus tidak stabil, sering terjadi tundaan, dan kenyamanan pengguna jalan menurun. Setelah diterapkan skenario pengurangan hambatan samping, kapasitas meningkat menjadi 2.818 smp/jam, nilai DS menurun menjadi 0,75, dan tingkat pelayanan meningkat menjadi kategori C. Oleh karena itu, pengendalian hambatan samping, penataan parkir di badan jalan, dan peningkatan manajemen lalu lintas diperlukan untuk memperbaiki kinerja jalan