Abstract:
Indonesia merupakan Negara yang dikelilingi oleh pertemuan tiga lempeng utama dunia yaitu, lempeng Indo-Australia lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik. Secara geologi, di daerah seperti itu akan banyak dijumpai struktur geologi seperti patah dan sesar. Resiko akibat struktur geologi tersebut yaitu rentan terjadi gempa bumi. Gempa yang kuat dapat menyebabkan bangunan runtuh dan memakan korban jiwa dan gempa terjadi secara tiba-tiba tanpa bisa diprediksi. Oleh karena itu sebaiknya bangunan dibangun dengan konsep bangunan tahan gempa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kinerja struktur gedung. Analisis yang di gunakan yaitu anailisis dinamik dengan metode riwayat waktu (Time History). Kemudian dilakukan evaluasi kinerja struktur terhadap gempa rencana dengan menggunakan metode spektrum kapasitas (ATC-40).
Desain penelitian yang digunakan Adalah deskriptif kuantitatif dengan studi kasus gedung Fave Hotel Bandar Lampung. Penelitian dilakukan dengan pemodelan 3 (tiga) dimensi dan kemudian dilakukan analisis struktur menggunakan analisis respon riwayat waktu (Time History).
Berdasarkan hasil analisis didapat nilai simpangan lateral maksimum yang terjadi akibat beban gempa menggunakan metode riwayat waktu yaitu sebesar 59.10 mm untuk arah X dan 73.40 untuk arah Y. Adapun kinerja struktur gedung Fave Hotel Bandar Lampung akibat beban gempa respons spektrum maupun Riwayat waktu berdasarkan ATC-40 dengan nilai maksimum total drift lantai atap sebesar 0.0018 dan maksimum inelastic drift lantai atap sebesar 0.0018 menunjukkan level kinerja Struktur termasuk dalam level Immediate Occupancy (IO).