Abstract:
Proyek konstruksi merupakan kegiatan yang dibatasi oleh waktu, biaya, dan mutu sehingga diperlukan pengendalian yang efektif untuk mencapai tujuan proyek. Penelitian ini membahas perbandingan pengendalian biaya dan waktu menggunakan Critical Path Method (CPM) dan Precedence Diagram Method (PDM) pada studi kasus Rehabilitasi Ruang Guru TK Kartika IX-15. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan hasil analisis kedua metode dalam menentukan durasi proyek, lintasan kritis, serta efisiensi biaya.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan data sekunder berupa time schedule, Rencana Anggaran Biaya (RAB), dan laporan progres proyek. Analisis dilakukan dengan membuat jaringan kerja CPM dan PDM, menghitung forward pass, backward pass, total float, serta melakukan simulasi percepatan durasi melalui penambahan jam kerja lembur.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode CPM menghasilkan durasi proyek 37 hari lebih cepat 8 hari dengan cost slope Rp. Rp. 1.058,867,59, sedangkan metode PDM menghasilkan durasi 29 hari yang relatif lebih optimal dengan total 16 hari setelah dilakukan percepatan dengan cost slope Rp. 964.365,75. Dari sisi biaya, metode PDM juga lebih efisien karena fleksibilitas dalam mengatur hubungan antar kegiatan memungkinkan penghematan biaya lembur. Dengan demikian, metode PDM dinilai lebih efektif dalam pengendalian waktu dan biaya dibandingkan CPM pada proyek ini.
Kata Kunci: Manajemen Konstruksi, Critical Path Method (CPM), Precedence Diagram Method (PDM), Pengendalian Biaya, Pengendalian Waktu.