| dc.description.abstract |
Simpang Bersinyal Tiga Lengan Studi Kasus Simpang Rancabango di Jl. Ir. H.
Juanda, Panglayungan, Kota Tasikmalaya, merupakan salah satu simpang
bersinyal. Simpang merupakan sumber berbagai konflik. Kinerja simpang
merupakan faktor utama dalam menentukan fungsinya. Di simpang ini, tanda-tanda
kemacetan kendaraan mulai terlihat. Hal ini disebabkan oleh tingginya mobilitas di
sekitar lengan simpang, keberadaan sebagian badan jalan yang digunakan untuk
parkir, dan banyaknya kendaraan umum yang berhenti sembarangan. Dalam
melakukan penelitian memerlukan serangkaian langkah yang menyeluruh untuk
memastikan implementasi yang efektif. Metode yang digunakan adalah survei
lapangan langsung dan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023.
Berdasarkan analisis, volume lalu lintas tertinggi terjadi pada Senin sore, antara
pukul 16.00 dan 17.00 Waktu Indonesia Barat (WIB), sebesar 2.400 smp/jam,
dengan kapasitas (C) sebesar 1.851 smp/jam. Dengan demikian, diperoleh tundaan
simpang (DJ) sebesar 0,77, tundaan simpang (T) sebesar 54 detik/smp, dan panjang
antrian (PA) sebesar 71 m untuk pelayanan pada tingkat E. Berdasarkan beberapa
alternatif perbaikan, alternatif yang dapat menyelesaikan permasalahan pada
Simpang Rancabango Jl. Ir. H. Juanda, Panglayungan, Kota Tasikmalaya adalah
dengan nilai derajat kejenuhan (DS) sebesar 0,30, tundaan simpang (D) sebesar 28
detik/smp, dan panjang antrian (PA) sebesar 32 m, sehingga tingkat pelayanan
berada pada tingkat C. |
en_US |