Abstract:
Penelitian ini difokuskan pada Pengaruh Penerapan Sistem Informasi Akuntansi
Terhadap Kinerja Operasional (Studi pada Badan Usaha Milik Desa di Kota
Banjar).
Permasalahan yang dihadapai dalam penelitian ini meliputi : 1]. Bagaimana
penerapan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) pada Badan Usaha Milik Desa (BUM
Desa) di Kota Banjar?; 2]. Bagaimana penerapan Kinerja Operasional pada Badan
Usaha Milik Desa (BUM Desa) di Kota Banjar?; 3]. Bagaimana pengaruh
penerapan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) terhadap Kinerja Operasional pada
Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) di Kota Banjar? Adapun tujuan penelitian
ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis : 1]. Untuk mengetahui dan
menganalisis penerapan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) pada Badan Usaha
Milik Desa (BUM Desa) di Kota Banjar 2]. Untuk mengetahui dan menganalisis
Kinerja Operasional pada Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) di Kota Banjar 3].
Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh penerapan Sistem Informasi
Akuntansi (SIA) terhadap Kinerja Operasional pada Badan Usaha Milik Desa
(BUM Desa) di Kota Banjar.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode assosiatif kausal
dengan pendekatan kuantitatif dengan teknik kuesioner/survey. Sedangkan untuk
menganalisis data yang diperoleh digunakan Analisis Koefisien Korelasi
Sederhana, Analisis Koefisien Determinasi, Uji t (Uji Hipotesis), Analisis Regresi
Linier Sederhana, Uji f (Uji Kelayakan Model).
Hasil dari penelitian dan pengolahan data manual dan SPSS menunjukkan bahwa
berdasarkan hasil analisis koefisien korelasi, menunjukkan sistem informasi
akuntansi berpengaruh signifikan terhadap kinerja operasional sebesar 0,340.
Dengan besarnya pengaruh 11,6 % dan sisanya 88,4 % dipengaruhi faktor lain.
Diharapkan BUM Desa sebaiknya lebih memperhatikan jaringan komunikasi
(Communication Network) penggunaan internet berupa Local Area Network
(LAN), Wide Area Network (WAN) dan genset (Generator Set) sehingga pelayanan
publik lebih efektif dan melakukan inovasi dalam mengembangkan usaha baru yang
berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan potensi desa agar bisa meningkatkan
daya saing produksi atau jasa, menyesuaikan dengan kebutuhan pasar yang berubah
dan mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara berkelanjutan.