Abstract:
Latar belakang, Gout arthritis merupakan salah satu penyakit metabolisme yang
disebabkan oleh penumpukan monosodium urate monohydrate crystale pada sendi.
Serangan asam urat dicirikan dengan rasa sakit yang menyiksa, dan seringkali berulang.
Serangan asam urat yang berulang juga dapat menyebabkan kerusakan struktural yang
berlanjut pada pembentukan tofi, sehingga dapat menimbulkan efek nyeri. Adanya kristal
asam urat memungkinkan terjadinya interaksi membran fosfolipid dan faktor serum yang
berkontribusi terhadap reaksi inflamasi dan rasa nyeri. Adapun penanganan yang dapat
dilakakukan untuk menurunkan nyeri yang dirasakan dengan melakukan pengobatan
secara nonfarmakologi dan farmakologi. Pengobatan nonfarmakologi dapat dilakukan
dengan pemberian latihan isometric exercise.
Tujuan, Menganalisis asuhan keperawatan pada pasien gout arthritis dengan pemberian
latihan isometric exercise, dan mengurangi nyeri sendi pada Ny. E di Kampung Cikondang
RT 01/RW 09, Desa Tanjung Kemuning, wilayah kerja UPT Puskesmas Tarogong
Kabupaten Garut.
Metode, Studi kasus deskriptif dengan melakukan anamnesa, observasi, pemeriksaan fisik
dan catatan medis.
Hasil, Pasien gout arthritis dengan masalah keperawatan utama nyeri kronis ternyata dapat
di atasi dengan melakukan teknik isometric exercise, hal ini ditandai dengan adanya
penurunan skor nyeri pada pasien dari skala nyeri sedang 4 menjadi skala ringan 1.
Kesimpulan, Terdapat pengaruh pemberian intervensi terapi isometrik untuk mengurangi
nyeri sendi di Kampung Cikondang RT 01/RW 09 Desa Tanjung Kemuning wilayah kerja
UPT Puskesmas Tarogong Kabupaten Garut