Abstract:
penelitian ini dilatarbelakangi partisipasi masyarakat dalam pengembangan
ekowisata di pantai barat belum dilaksanakan dengan optimal. Adapun tujuan peneliti ini adalah
pangandaran yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana keterlibatan masyarakat lokal dalam
proses pengembangan ekowisata di kawasan tersebut belum dilaksanakan dengan optimal. Metode
penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan teori menurut Timothy
(1998:30), yang menyoroti dua bentuk utama partisipasi masyarakat, yaitu proses pengambilan
keputusan dan manfaat dari pengembangan ekowisata. Teknik pengumpulan data dilakukan
melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi kepustakaan dengan informan yang terdiri dari
aparat pemerintah daerah, pengelola ekowisata, tokoh masyarakat, dan pelaku usaha lokal. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam pengembangan ekowisata di Pantai
Barat Pangandaran secara umum telah berjalan cukup optimal, terutama dalam aspek
pelaksanaan kegiatan dan pemberdayaan ekonomi lokal. Masyarakat telah dilibatkan dalam
musyawarah perencanaan dan kegiatan kebersihan pantai, serta banyak yang terlibat dalam usaha
wisata seperti warung makan, penginapan, penyewaan alat wisata, dan jasa pemandu.
Pengembangan ini berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat, terutama pada musim
liburan. Namun demikian, beberapa aspek partisipasi masih belum optimal, khususnya dalam
pelibatan masyarakat pada pengambilan keputusan strategis dan kegiatan evaluasi program.
Hambatan yang dihadapi antara lain rendahnya kesadaran lingkungan, keterbatasan pendidikan
dan pelatihan, kurangnya koordinasi antar pihak, serta pengelolaan sampah dan limbah wisata
yang belum tertangani dengan baik. Upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah untuk
mengatasi hambatan tersebut meliputi pembentukan Forum Komunikasi Pariwisata yang
melibatkan masyarakat dan pelaku usaha, peningkatan edukasi dan kesadaran lingkungan,
pembangunan fasilitas pengelolaan sampah terpadu, serta penerapan konsep zero waste tourism.
Pemerintah juga mendorong pelatihan ekonomi kreatif dan promosi digital untuk memperkuat
kapasitas masyarakat lokal. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan
pengembangan ekowisata di Pantai Barat Pangandaran tidak hanya ditentukan oleh potensi alam,
tetapi juga oleh seberapa besar partisipasi masyarakat dilibatkan dalam seluruh tahapan
pembangunan. Peningkatan peran aktif masyarakat diharapkan dapat menciptakan ekowisata yang
berkelanjutan, berwawasan lingkungan, dan memberikan manfaat sosial ekonomi bagi masyaraka