Abstract:
Pengelolaan sampah organik menjadi pupuk kompos berperan krusial dalam mengurangi volume sampah rumah tangga sekaligus mendukung pertanian ramah lingkungan. Namun, pengelolaan di Desa Karanglayung masih menghadapi berbagai kendala, baik teknis, sosial, maupun ekonomi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi pengolahan sampah organik serta merumuskan strategi pengembangan. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi, dan penyebaran kuesioner kepada kelompok swadaya masyarakat pengelola sampah organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal kekuatan meliputi pengalaman kelompok sejak 2019, dukungan pemerintah desa berupa sarana prasarana, lokasi pengolahan strategis dengan biaya produksi rendah, kualitas kompos yang baik, serta ketersediaan bahan baku yang melimpah. Faktor kelemahan mencakup keterbatasan tenaga pengelola, kendala teknis dan ketiadaan standar baku, keterbatasan pengetahuan teknis, keterbatasan modal, serta pemasaran yang masih terbatas. Dari sisi eksternal, peluang yang ditemukan antara lain meningkatnya tren pertanian organik, dukungan kebijakan pemerintah, potensi ekspansi pasar, kerja sama dengan kelompok tani atau koperasi, serta keberadaan bank sampah desa. Sementara itu, ancaman meliputi persaingan dengan pupuk kimia dan produk pabrikan, perkembangan pasar yang lambat, fluktuasi harga, minimnya promosi serta akses modal, dan rendahnya daya beli masyarakat. Strategi yang digunakan dalam pengembangan pengolahan sampah organik adalah strategi defensif, yaitu regenerasi pengelola, perawatan peralatan, penetapan standar mutu, promosi intensif, serta pengembangan harga dan kemasan yang kompetitif.