Unigal Repository

Ujaran Kebencian dalam Kolom Komentar Akun Instagram Gibran Raka (Alternatif Model Bahan Ajar Teks Debat)

Show simple item record

dc.contributor.author Andies Meissya, Tyara
dc.date.accessioned 2024-08-22T03:07:23Z
dc.date.available 2024-08-22T03:07:23Z
dc.date.issued 2024-07-27
dc.identifier.other Tyara
dc.identifier.uri http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/4893
dc.description.abstract Tyara Andies Meissya 2108200051, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Galuh Penelitian ini berjudul Ujaran Kebencian dalam Kolom Komentar Akun Instagram Gibran Rakabuming Raka (Alternatif Model Bahan Ajar Teks Debat). Adapun yang menjadi latar belakang penelitian ini yaitu pencalonan Gibran sebagai cawapres menjadi pro kontra dimasyarakat Gibran dinilai belum cukup untuk memimpin kepemimpinan negara Indonesia. Oleh karena itu, masyarakat juga merasa prihatin dengan kemampuan Gibran. Hal ini menimbulkan komentar negatif dan konflik di media sosial termasuk Instagram. Kritik yang diungkapkan tergolong pelanggaran bahasa. Permasalahan atau isu yang terjadi saat ini dapat berimplikasi pada pembelajaran diantaranya pada pengembangan model bahan ajar. Kurangnya bahan ajar dapat menjadi hambatan dalam proses pembelajaran karena siswa mungkin kesulitan memahami materi dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan model bahan ajar yang bervariatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan karakteristik ujaran kebencian dalam kolom komentar akun Instagram Gibran Rakabuming Raka, serta untuk mengembangkan model bahan ajar teks debat berdasarkan ujaran kebencian tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, simak, dokumentasi, analisis, dan pencatatan. Hasil penelitian menunjukkan Karakteristik ujaran kebencian dalam kolom komentar akun Instagram Gibran Rakabuming Raka mencakup penghinaan penggunaan kata-kata kasar, vulgar, dan merendahkan, pencemaran nama baik berupa tuduhan tanpa bukti untuk merusak reputasi, penistaan berupa komentar yang melecehkan keyakinan atau identitas pribadi, perbuatan tidak menyenangkan berupa gangguan atau pelecehan berulang, memprovokasi berupa komentar yang memprovokasi emosi atau konflik, menghasut berupa komentar ajakan untuk bertindak negatif atau membenci, dan penyebaran berita bohong berupa penyebaran informasi palsu atau menyesatkan. Terdapat 48 data yang terbagi dalam 7 bentuk ujaran kebencian dalam kolom komentar, yaitu: penghinaan (9 data), pencemaran nama baik (6 data), penistaan (3 data), perbuatan tidak menyenangkan (5 data), memprovokasi (7 data), menghasut (10 data), dan penyebaran berita bohong (8 data). Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa bentuk ujaran kebencian yang paling sering muncul adalah menghasut, dengan jumlah data mencapai 10, yang dapat dianggap tidak pantas. Hasil penelitian ini berpotensi berdampak pada alternatif model bahan ajar teks debat, karena sesuai dengan prinsip-prinsip bahan ajar seperti relevansi, konsistensi, dan kecukupan.. Kata Kunci: Ujaran Kebencian, Instagram, Kesantunan Berbahasa, Kolom Komentar. en_US
dc.description.sponsorship Hendaryan, R Mulyani, Sri en_US
dc.language.iso other en_US
dc.publisher Pendidikan Bahasa Indonesia en_US
dc.subject Ujaran Kebencian, Instagram, Kesantunan Berbahasa, Kolom Komentar en_US
dc.title Ujaran Kebencian dalam Kolom Komentar Akun Instagram Gibran Raka (Alternatif Model Bahan Ajar Teks Debat) en_US
dc.type Other en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search Repository


Browse

My Account