Unigal Repository

PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG KESIAPSIAGAAN BENCANA MENGHADAPI TANAH LONGSOR DI KABUPATEN CIAMIS

Show simple item record

dc.contributor.author Milah, Ana SKM., M.Kes
dc.date.accessioned 2023-05-02T15:33:15Z
dc.date.available 2023-05-02T15:33:15Z
dc.date.issued 2021-01-15
dc.identifier.issn 2656-4122
dc.identifier.uri http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/3039
dc.description Longsor merupakan masalah yang sering terjadi di desa Panawangan. Kondisi geografi desa yang terjal, kondisi geologi tidak stabil, curah hujan yang tinggi memicu resiko terjadinya bencana, salah satunya bencana tanah longsor. Tingkat resiko bencana selain ditentukan oleh potensi bencana juga ditentukan oleh kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Tujuan dalam penelitian ini untuk Mengetahui Gambaran Pengetahuan Masyarakat Terhadap Kesiapsiagaan Bencana Tanah Longsor di Desa Panawangan Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis Tahun 2019. Desain Penelitian ini menggunakan deskriptif dengan pendekatan cross sectional dengan menggunakan alat koesioner untuk mendapatkan data dari responden. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik Proposive Sampling dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 96 responden. Hasil penelitian menunjukan 74 orang (77,1%) responden memiliki pengetahuan yang baik, 15 orang (15,6%) responden memiliki pengetahuan yang cukup, dan tujuh orang (7,3%) responden memiliki pengetahuan yang kurang. Saran dalam penelitian ini perlu adanya pelatihan kesiapsiagaan bencana tanah longsor untuk masyarakat Desa Panawangan Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis en_US
dc.description.abstract Longsor merupakan masalah yang sering terjadi di desa Panawangan. Kondisi geografi desa yang terjal, kondisi geologi tidak stabil, curah hujan yang tinggi memicu resiko terjadinya bencana, salah satunya bencana tanah longsor. Tingkat resiko bencana selain ditentukan oleh potensi bencana juga ditentukan oleh kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Tujuan dalam penelitian ini untuk Mengetahui Gambaran Pengetahuan Masyarakat Terhadap Kesiapsiagaan Bencana Tanah Longsor di Desa Panawangan Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis Tahun 2019. Desain Penelitian ini menggunakan deskriptif dengan pendekatan cross sectional dengan menggunakan alat koesioner untuk mendapatkan data dari responden. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik Proposive Sampling dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 96 responden. Hasil penelitian menunjukan 74 orang (77,1%) responden memiliki pengetahuan yang baik, 15 orang (15,6%) responden memiliki pengetahuan yang cukup, dan tujuh orang (7,3%) responden memiliki pengetahuan yang kurang. Saran dalam penelitian ini perlu adanya pelatihan kesiapsiagaan bencana tanah longsor untuk masyarakat Desa Panawangan Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis en_US
dc.description.sponsorship Prodi Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan en_US
dc.language.iso other en_US
dc.publisher Journal of Midwifery and Public Health en_US
dc.relation.ispartofseries Vol. 3,. No. 1, 2021;Vol. 3,. No. 1, 2021
dc.subject Bencana Tanah Longsor , Gambaran Pengetahuan, Kesiapsiagaan penangguangan Bencana en_US
dc.title PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG KESIAPSIAGAAN BENCANA MENGHADAPI TANAH LONGSOR DI KABUPATEN CIAMIS en_US
dc.type Article en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

  • Ana Samiatul Milah, SKM., M.MKes
    Stunting are toddlers who have poor nutritional status as measured by length or height for age when compared to WHO (World Health Organization) book standards, toddlers are said to be short if the Z-score value is body length for age (PB/U). ) or height for age (height/age) less than -2 SD (stunted) and less than -3 SD (severely stunted). (Rita, et al. 2020 ). Stunting can increase the risk of death in children, affect motor development and reduce school performance, increase the risk of excess nutrition and infectious diseases, and reduce productivity at the age of children as adults (Black, 2013

Show simple item record

Search Repository


Browse

My Account