Unigal Repository

PENANGGULANGAN STUNTING DAN PEMBERIAN ASUPAN NUTRISI DENGAN KEJADIAN STATUS GIZI PADA ANAK USIA 0-5 TAHUN DI DESA PAWINDAN KABUPATEN CIAMIS TAHUN 2019

Show simple item record

dc.contributor.author Milah, Ana SKM., M.Kes
dc.date.accessioned 2023-05-02T15:18:57Z
dc.date.available 2023-05-02T15:18:57Z
dc.date.issued 2020-05-27
dc.identifier.issn 2685-4007
dc.identifier.uri http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/3038
dc.description Masih tingginya angka prevalensi gizi kurang merupakan bukti belum terselenggaranya secara optimal Penanggulangan masalah gizi pada masyarakat. Berbagai upaya untuk mengatasi masalah gizi tersebut tidak terlepas dari kebijakan dan strategi pemerintah dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Pendidikan kesehatan melalui penyuluhan dengan Pendekatan KEIM (Komunikasi, Edukasi, Informasi dan Motivasi) yang dapat merupakan salah satu program yang diselenggarakan oleh pemerintah dalam meningkatkan kesadaran gizi dalam upaya meningkatkan status gizi masyarakat terutama pada ibu, yang mempunyai bayi dan balita, serta usia produktif en_US
dc.description.abstract Pentingnya Peranan seorang ibu terutama pada saat ibu hamil dan terlihat sejak kelahiran anaknya Agar pola hidup anak bisa sesuai dengan standar kesehatan yang diharapkan, di samping harus mengatur pola makan yang benar pada saat kehamilan dalam pemenuhan nutrisi juga tak kalah pentingnya mengatur pola asuh yang benar pula. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan Penanggulangan Stunting dan pemberian asupan nutrisi dengan kejadian status gizi pada anak usia 0-5 tahun di desa Pawindan Kabupaten Ciamis tahun 2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode penelitian deskriptif. Sampel sebanyak 74 orang dengan menggunakan teknik simple random sampling. Hasil penelitian ini menunjukan diantaranya status gizi balita adalah kategori gizi kurang sebanyak 43 orang (58,1%), kebiasaan pemberian makan kategori cukup sebanyak 58 orang (91,9%), kebiasaan pengasuhan kategori kurang 35 responden (47,4%), kebiasaan kebersihan kategori cukup sebanyak 39 orang (52,7%), kebiasaan pelayanan kesehatan kategori cukup sebanyak 38 orang (51,3%).Dari Penelitian ini diharapkan terjadinya peningkatan peran dan fungsi ibu yang sebenarnya dalam pola pengasuhan balita agar angka status gizi yang diharapkan meningkat menjadi lebih baik demi terciptanya generasi yang lebih baik untuk kemajuan bangsa dan negara Indonesia en_US
dc.description.sponsorship Prodi Kebidanan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Galuh Ciamis en_US
dc.language.iso other en_US
dc.publisher Journal of Midwifery and Public Health en_US
dc.relation.ispartofseries Vol. 2, No. 1. 2019;Vol. 2, No. 1. 2019
dc.subject Stunting, Asupan Nutrisi, Status Gizi Anak en_US
dc.title PENANGGULANGAN STUNTING DAN PEMBERIAN ASUPAN NUTRISI DENGAN KEJADIAN STATUS GIZI PADA ANAK USIA 0-5 TAHUN DI DESA PAWINDAN KABUPATEN CIAMIS TAHUN 2019 en_US
dc.type Article en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

  • Ana Samiatul Milah, SKM., M.MKes
    Stunting are toddlers who have poor nutritional status as measured by length or height for age when compared to WHO (World Health Organization) book standards, toddlers are said to be short if the Z-score value is body length for age (PB/U). ) or height for age (height/age) less than -2 SD (stunted) and less than -3 SD (severely stunted). (Rita, et al. 2020 ). Stunting can increase the risk of death in children, affect motor development and reduce school performance, increase the risk of excess nutrition and infectious diseases, and reduce productivity at the age of children as adults (Black, 2013

Show simple item record

Search Repository


Browse

My Account