Unigal Repository

KINERJA PENYULUH PERTANIAN DALAM PENGEMBANGAN KELOMPOK TANI DI DESA MULYASARI KECAMATAN PATARUMAN KOTA BANJAR

Show simple item record

dc.contributor.author Nuriyah, Maslahatun
dc.date.accessioned 2022-04-20T07:55:33Z
dc.date.available 2022-04-20T07:55:33Z
dc.date.issued 2022-03-30
dc.identifier.uri http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/1170
dc.description.abstract Penelitian ini dilatarbelakangi berdasarkan belum optimalnya kinerja penyuluh pertanian dalam pengembangan kelompok tani di desa mulyasari kecamatan pataruman kota banjar, ditemukan beberapa permasalahan diantaranya: 1) Rendahnya kemampuan keterampilan penyuluh pertanian dalam penyelenggaraan kelompok tani. 2) Kurangnya pembinaan dan penerapan terhadap pemanfaatan teknologi pertanian. 3) Kurangnya informasi dan kerjasama antara kelompok tani dengan pihak lain. Dalam penelitian ini metode yang digunakan ialah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, studi dokumentasi. Adapun informan dalam penelitian ini yaitu: Kepala Desa Mulyasari, Penyuluh Pertanian, Ketua Gapoktan, dan Ketua Kelompok Tani di Desa Mulyasari yaitu ketua kelompok tani dari masing-masing dusun. Teknik pengolahan data/analisis data melalui Reduksi Data, Penyajian Data, Kesimpulan dan Verifikasi. Kemudian untuk menguji keabsahan data dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik triangulasi sumber data. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Kinerja Penyuluh Pertanian Dalam Pengembangan Kelompok Tani di Desa Mulyasari Kecamatan Pataruman Kota Banjar yang diukur dengan dimensi dan terdiri dari 19 indikator, diketahui bahwa 8 indikator sudah berjalan optimal, sementara 11 indikator belum berjalan secara optimal. Hal tersebut terjadi karena masih ada beberapa hambatan yang meliputi: kurangnya membagi waktu penyuluhan, minimnya aspirasi dari masyarakat dan dukungan pemerintah, kurangnya daya minat, kurangnya kemampuan dan pengalaman penyuluh dalam melakukan kegiatan penyuluhandan kurangnya komunikasi baik antara penyuluh, ketua dan anggota kelompok tani. Adapun upaya-upaya untuk mengatasi hambatan-hambatan yaitu dengan memahami SOP pekerjaan melalui pendekatan sosial budaya dengan cara penyuluh menentukan materi kegiatan, penetepan sasaran kegiatan, penggunaan metode penyuluhan, penentuan waktu dan tempat, mengikuti pelatihan-pelatihan penyuluhan agar kinerja penyuluh pertanian dapat berjalan dengan baik en_US
dc.publisher FISIP Universitas Galuh en_US
dc.relation.ispartofseries Volume 02;Nomor 01
dc.subject Kinerja, Penyuluh, Pertanian en_US
dc.title KINERJA PENYULUH PERTANIAN DALAM PENGEMBANGAN KELOMPOK TANI DI DESA MULYASARI KECAMATAN PATARUMAN KOTA BANJAR en_US
dc.type Article en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search Repository


Browse

My Account

Context