| dc.description.abstract |
Dwi Lestari. (2026). Implementasi Modul Ajar IPAS Berbasis Etnosains dalam
Mengembangkan Literasi Sains Murid di Gugus 2 Kecamatan Taraju Kabupaten
Tasikmalaya. Tesis. Program Studi Magister Administrasi Pendidikan,
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Galuh.
Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa rendahnya literasi sains siswa dan belum
optimalnya pembelajaran IPAS di sekolah dasar, khususnya di Gugus 2 Kecamatan
Taraju. Pembelajaran masih bersifat teacher-centered dengan bahan ajar yang
kurang kontekstual dan tidak memanfaatkan kearifan lokal sebagai sumber belajar.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi modul ajar IPAS
berbasis etnosains, mengidentifikasi tantangan dan peluang yang dihadapi, serta
mengetahui respons guru dan murid selama proses pembelajaran. Metode penelitian
menggunakan deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data
dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap 21 informan di
SDN Panguyuhan dan SDN 1 Ciodeng. Hasil penelitian menunjukkan: pertama,
implementasi modul ajar IPAS berbasis etnosains berlangsung secara terstruktur
dan efektif melalui empat tahapan sistematis, yaitu perencanaan, pelaksanaan,
pengintegrasian empat domain kearifan lokal Taraju, dan evaluasi autentik berbasis
proyek; kedua, implementasi dipengaruhi oleh tantangan multidimensional,
terutama kompetensi pedagogis guru dalam menjembatani pengetahuan tradisional
dengan sains modern, sekaligus ditopang peluang strategis berupa kekayaan
kearifan lokal Taraju dan fleksibilitas Kurikulum Merdeka; ketiga, murid dan guru
menunjukkan respons positif serta transformasi yang bermakna, di mana literasi
sains murid berkembang pada seluruh aspek konten, proses, dan konteks sains, serta
guru mengalami pertumbuhan profesional yang substansial. |
en_US |