Abstract:
Penelitian ini didorong oleh adanya kesenjangan antara nilai-nilai budaya yang ditetapkan
oleh sekolah dengan kenyataan di lapangan. Kesenjangan ini ditandai dengan rendahnya
tingkat disiplin, tanggung jawab, dan perilaku interaksi sosial peserta didik. Tujuan
penelitian adalah untuk: (1) mengetahui kondisi implementasi budaya sekolah di SDN 2
Cisaga; (2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi budaya sekolah
dalam pembentukan karakter peserta didik; dan (3) merancang model implementasi budaya
sekolah yang efektif dalam pembentukan karakter peserta didik.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan desain
studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Sumber data adalah kepala sekolah sebagai narasumber primer dan dua guru kelas (kelas
rendah dan kelas atas) sebagai narasumber sekunder. Pengolahan data mengacu pada model
interaktif dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dan validasi data
melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Penelitian ini di SDN 2 Cisaga
Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis pada Tahun Ajaran 2025/2026.
Penelitian menemukan bahwa: (1) implementasi budaya sekolah di SDN 2 Cisaga telah
berjalan secara sistematis melalui empat bentuk yang sinergis, yaitu kegiatan rutin,
kegiatan spontan, keteladanan, dan pengondisian lingkungan, dengan enam nilai karakter
prioritas: disiplin, tanggung jawab, religius, sopan santun, gotong royong, dan peduli
lingkungan; (2) faktor pendukung meliputi kepemimpinan transformasional kepala
sekolah, komitmen guru, dukungan sarana dan anggaran, serta pelibatan aktif orang tua dan
masyarakat, sedangkan faktor penghambat mencakup heterogenitas karakter peserta didik,
inkonsistensi pelaksanaan, keterbatasan waktu, dan dukungan keluarga yang belum selaras;
(3) pengembangan implementasi budaya sekolah yang efektif bertumpu pada model
holistik dan adaptif yang mengintegrasikan kepemimpinan berbasis nilai, implementasi
sinergis empat bentuk pembiasaan, diferensiasi strategi sesuai jenjang perkembangan
peserta didik, serta ekosistem karakter yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
Penelitian menyimpulkan bahwa kesuksesan pengembangan implementasi budaya sekolah
dalam membentuk karakter peserta didik dipengaruhi oleh keterkaitan antara
kepemimpinan transformasional, strategi implementasi yang fleksibel, dukungan
infrastruktur, dan partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan pendidikan, sehingga
nilai-nilai karakter tidak hanya difahami secara kognitif tetapi diinternalisasi dalam praktik
kehidupan peserta didik.