| dc.description.abstract |
Agus Setiawan. 2125250034. Pengelolaan Program Gerakan Literasi Sekolah
Berbasis Interaktif Flat Panel dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa (Studi
Kasus di SDN 1 Mekarsari dan SDN 2 Mekarsari Kecamatan Cipaku
Kabupaten Ciamis).
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pengelolaan program
Gerakan Literasi Sekolah (GLS) berbasis Interaktif Flat Panel dalam
meningkatkan minat baca siswa di SDN 1 Mekarsari dan SDN 2 Mekarsari
Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui dan mendeskripsikan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan,
dan pengawasan program Gerakan Literasi Sekolah berbasis Interaktif Flat Panel
dalam meningkatkan minat baca siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah
kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui
wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan informan yang terdiri dari
pengawas sekolah, kepala sekolah, guru, dan komite sekolah. Analisis data
dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan
yang divalidasi dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan program GLS berbasis Interaktif Flat
Panel sudah berjalan namun belum optimal; penetapan tujuan dilakukan secara
partisipatif dan penjadwalan literasi sudah terlaksana, namun pemenuhan sumber
daya masih bertahap, koordinasi dengan orang tua belum terstruktur, serta
formalisasi dokumen dan indikator keberhasilan masih perlu diperkuat. (2)
Pengorganisasian program sudah berjalan dengan tingkat formalisasi yang
berbeda antara kedua sekolah; tim literasi sudah terbentuk dan materi digital
sudah dikurasi secara aktif, namun pembagian peran di salah satu sekolah masih
bersifat informal dan keterbatasan jumlah flat panel membatasi pemanfaatannya
secara merata. (3) Pelaksanaan program menunjukkan perkembangan yang positif,
kegiatan literasi berjalan konsisten dan partisipasi siswa didorong melalui
berbagai strategi inovatif, namun pemanfaatan fitur interaktif flat panel masih
bervariasi antarguru dan instrumen monitoring baku belum tersedia. (4)
Pengawasan program sudah dilaksanakan melalui pengukuran pencapaian dan
umpan balik berkala, namun instrumen pengukuran belum terstandar, mekanisme
umpan balik dari siswa dan orang tua belum terstruktur, serta implementasi
rencana perbaikan masih perlu lebih konsisten dan terukur. |
en_US |