Abstract:
ANGGINI, 2026. Kompetensi Aparatur Desa Dalam Penerapan Sistem
Informasi Desa (SID) di Desa Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya permasalahan dalam Kompetensi
Aparatur Desa dalam Penerapan Sistem Informasi Desa di Desa Cipatujah, belum
berjalan dengan optimal. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
Untuk mengetahui kompetensi aparatur desa dalam penerapan Sistem Informasi
Desa (SID) di Desa Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya. Metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Informan
sebanyak 7 orang. Teknik pengumpulan data adalah studi kepustakaan, studi
lapangan (observasi dan wawancara) dan dokumentasi. Penulis mengunakan
teknik analisis data kualitatif melalui pengolahan data hasil wawancara dan
observasi untuk ditarik kesimpulan sehingga dapat menjawab permasalahan dalam
penelitian. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa : Kompetensi Aparatur
Desa dalam Penerapan Sistem Informasi Desa (SID) di Desa Cipatujah
Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, dapat disimpulkan bahwa
kompetensi aparatur desa dalam penerapan Sistem Informasi Desa (SID) belum
sepenuhnya optimal. Adapun hambatan yang dihadapi dalam penerapan Sistem
Informasi Desa (SID) di Desa Cipatujah diantaranya adalah implementasi hasil
pelatihan yang belum maksimal, pemahaman aparatur terhadap seluruh prosedur
penerapan SID yang belum merata, kemampuan aparatur dalam menangani
permasalahan teknis sistem yang masih terbatas, serta penguasaan seluruh fitur
Sistem Informasi Desa (SID) yang belum dimiliki oleh seluruh aparatur desa
sehingga pada kondisi tertentu masih memerlukan bantuan rekan kerja maupun
pihak pengembang sistem. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan
tersebut yaitu dengan meningkatkan pelaksanaan pelatihan dan pendampingan
secara berkelanjutan, memperkuat pembiasaan penggunaan Sistem Informasi
Desa (SID) dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, meningkatkan koordinasi
antaraparatur dalam berbagi pengetahuan dan pengalaman penggunaan sistem,
serta mengoptimalkan pendampingan teknis dari pihak pengembang agar
kemampuan aparatur dalam mengoperasikan, mengelola, dan menangani
permasalahan pada Sistem Informasi Desa (SID) dapat meningkat sehingga
pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih efektif, efisien, transparan, dan
akuntabel.