Abstract:
Persalinan dengan Sectio Caesarea (SC) memerlukan perawatan
pascaoperasi yang optimal, salah satunya melalui pemenuhan nutrisi yang adekuat
untuk mendukung proses penyembuhan luka. Pengetahuan ibu mengenai nutrisi
setelah operasi berperan penting dalam menentukan perilaku pemenuhan kebutuhan
gizi selama masa pemulihan. Namun, masih terdapat ibu post Sectio Caesarea yang
memiliki pengetahuan kurang mengenai nutrisi sehingga berpotensi memengaruhi
proses penyembuhan luka. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian mengenai
hubungan pengetahuan ibu tentang nutrisi post Sectio Caesarea (SC) dengan
penyembuhan luka di RSUD Pandega Pangandaran.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang
nutrisi post Sectio Caesarea (SC) dengan penyembuhan luka di RSUD Pandega
Pangandaran Tahun 2026.
Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik
korelasional menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan
sampel menggunakan accidental sampling, sehingga diperoleh sampel sebanyak 95
responden.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu post Sectio Caesarea
di RSUD Pandega Pangandaran Tahun 2026 memiliki tingkat pengetahuan tentang
nutrisi dalam kategori baik (38,9%), sedangkan proses penyembuhan luka sebagian
besar berada pada kategori sedang (36,8%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan
terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang nutrisi post
Sectio Caesarea (SC) dengan proses penyembuhan luka di RSUD Pandega
Pangandaran Tahun 2026 (p-value = 0,000 < 0,05).
Saran bagi pelayanan kesehatan diharapkan dapat meningkatkan edukasi dan
konseling mengenai pentingnya pemenuhan nutrisi setelah operasi Sectio
Caesarea. Ibu post Sectio Caesarea juga diharapkan lebih aktif mencari informasi
mengenai nutrisi, menerapkan pola makan bergizi seimbang, serta mematuhi
anjuran tenaga kesehatan agar proses penyembuhan luka berlangsung lebih optimal.