Abstract:
Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan yang berdampak terhadap meningkatnya risiko komplikasi pada ibu dan janin. Salah satu upaya pencegahan anemia adalah melalui keteraturan kunjungan Antenatal Care (ANC) sesuai standar K8. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keteraturan kunjungan ANC dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja UPTD Puskesmas Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 96 ibu hamil dan seluruhnya dijadikan sampel menggunakan teknik total sampling. Data diperoleh dari buku KIA, rekam medis, dan hasil pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb), kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 61 responden (63,5%) melakukan kunjungan ANC secara teratur sesuai standar K8, sedangkan 35 responden (36,5%) tidak teratur. Sebanyak 31 responden (32,3%) mengalami anemia dan 65 responden (67,7%) tidak mengalami anemia. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,001 (p < 0,05), sehingga terdapat hubungan yang bermakna antara keteraturan kunjungan ANC dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Disimpulkan bahwa keteraturan kunjungan ANC berperan penting dalam menurunkan kejadian anemia selama kehamilan melalui deteksi dini, pemantauan kesehatan, dan pemberian intervensi yang tepat.
Kata kunci: Antenatal Care (ANC), anemia, ibu hamil, keteraturan kunjungan.