| dc.description.abstract |
Latar Belakang: Latar Belakang : Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan keberhasilan pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif serta menurunkan risiko kesakitan dan kematian bayi baru lahir. Pelaksanaan IMD dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya tingkat pengetahuan ibu bersalin. Pengetahuan yang baik dapat meningkatkan kesadaran dan kesiapan ibu dalam melaksanakan IMD sesuai standar pelayanan kesehatan.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu bersalin dengan pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) di UPT Puskesmas Cikelet Kabupaten Garut Tahun 2026.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik observasional melalui pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu bersalin di UPT Puskesmas Cikelet periode Januari–April 2026 sebanyak 46 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, sehingga seluruh populasi dijadikan responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan lembar observasi pelaksanaan IMD. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05.
Hasil: Sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik tentang IMD sebesar 41,3%, pengetahuan cukup 34,8%, dan pengetahuan kurang 23,9%. Sebanyak 58,7% responden melaksanakan IMD, sedangkan 41,3% tidak melaksanakan IMD.
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu bersalin dengan pelaksanaan IMD di UPT Puskesmas Cikelet Kabupaten Garut Tahun 2026. Peningkatan edukasi mengenai IMD selama pelayanan antenatal, persalinan, dan nifas diharapkan dapat mendukung peningkatan cakupan pelaksanaan IMD.
Kata Kunci: Pengetahuan, Ibu Bersalin, Inisiasi Menyusu Dini (IMD), ASI Eksklusif. |
en_US |