Abstract:
Minat berwirausaha merupakan salah satu aspek penting dalam mempersiapkan lulusan sekolah menengah kejuruan agar mampu menciptakan lapangan kerja secara mandiri. Namun, minat berwirausaha peserta didik dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya pendidikan kewirausahaan, efikasi diri, dan lingkungan keluarga. Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui tingkat minat berwirausaha peserta didik Program Keahlian Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) SMK Negeri 1 Cipaku, dan (2) menganalisis pengaruh pendidikan kewirausahaan, efikasi diri, dan lingkungan keluarga terhadap minat berwirausaha peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel penelitian berjumlah 62 responden yang ditentukan menggunakan teknik sensus. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif serta analisis regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tingkat minat berwirausaha peserta didik berada pada kategori tinggi, yaitu sebesar 87,10%, dan (2) secara parsial pendidikan kewirausahaan dan efikasi diri tidak berpengaruh signifikan terhadap minat berwirausaha, sedangkan lingkungan keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha. Secara simultan, pendidikan kewirausahaan, efikasi diri, dan lingkungan keluarga berpengaruh signifikan terhadap minat berwirausaha dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 80,3%, yang menunjukkan bahwa variasi minat berwirausaha mampu dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sedangkan 19,7% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peningkatan minat berwirausaha peserta didik memerlukan dukungan lingkungan keluarga yang kuat serta penguatan pembelajaran kewirausahaan yang lebih aplikatif.