Abstract:
Pertanian, khususnya subsektor peternakan, berperan strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat melalui penyediaan protein hewani. Ayam kampung joper menjadi komoditas unggulan karena memadukan keunggulan genetik ayam kampung dengan pertumbuhan relatif cepat, harga jual stabil, dan peluang keuntungan menjanjikan. Namun, populasi ayam kampung masih lebih rendah dibandingkan ayam broiler, termasuk di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Di Desa Tanjungjaya, Kecamatan Rajadesa, usaha ayam joper masih berkembang, sementara informasi mengenai keragaan ternak dan kelayakan finansialnya terbatas. Penelitian ini bertujuan mengetahui keragaan, biaya, penerimaan, pendapatan dan kelayakan usaha ayam kampung joper. Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan data primer dan sekunder, sampel dipilih secara purposive sampling, sedangkan data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeliharaan 800 ekor ayam joper selama 8 minggu menghasilkan rata-rata konsumsi pakan 248,325 g/ekor/minggu, pertambahan bobot badan 118,843 g/ekor/minggu, bobot panen 1 kg, FCR 2,08, dan tingkat keseragaman 83,33%. Meskipun FCR lebih tinggi daripada standar 2,05, usaha memperoleh R/C ratio 1,17 (R/C > 1). Dengan demikian, usaha ayam joper menguntungkan dan layak dilanjutkan. Peternak disarankan memperbaiki manajemen pakan untuk meningkatkan efisiensi, sedangkan dinas peternakan perlu menyediakan pelatihan pemeliharaan. Penelitian selanjutnya dapat mengkaji NPV, IRR, Playback Period, pakan pakan alternatif atau suplemen.