Abstract:
ABSTRAK
Vevi Listiawati
Fakultas Kesehatan Universitas Galuh, Ciamis
Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berkontribusi terhadap tingginya angka kesakitan dan kematian neonatal. Menurut WHO dan UNICEF, sekitar 14,6% bayi di dunia lahir dengan BBLR, dan sebagian besar terjadi di negara berkembang. Di Wilayah Kerja Puskesmas Cimaragas, pada tahun 2025 masih ditemukan 40 ibu hamil mengalami anemia (17,4%) dan 19 bayi lahir dengan BBLR (11,3%), yang menunjukkan bahwa kedua masalah tersebut masih terjadi. Namun, penelitian yang secara khusus menganalisis hubungan anemia pada ibu hamil dengan kejadian BBLR di tingkat pelayanan kesehatan dasar, khususnya di Puskesmas Cimaragas, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan anemia pada ibu hamil dengan kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR) di Wilayah Kerja Puskesmas Cimaragas Kabupaten Ciamis. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin tahun 2025 sebanyak 168 orang dengan teknik total sampling sehingga seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Data penelitian diperoleh dari rekam medis dan buku KIA menggunakan lembar checklist. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak mengalami anemia sebanyak 128 responden (76,2%) dan sebagian besar bayi lahir tidak mengalami BBLR sebanyak 149 bayi (88,7%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara anemia pada ibu hamil dengan kejadian BBLR dengan nilai p-value sebesar 0,004 (<0,05) dan nilai OR sebesar 4,407. Hal ini menunjukkan bahwa ibu hamil yang mengalami anemia memiliki risiko 4,407 kali lebih besar melahirkan bayi dengan BBLR dibandingkan ibu yang tidak mengalami anemia. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara anemia pada ibu hamil dengan kejadian BBLR di Wilayah Kerja Puskesmas Cimaragas Kabupaten Ciamis. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan deteksi dini anemia, pemantauan kadar hemoglobin, serta edukasi gizi selama kehamilan untuk menurunkan risiko kejadian BBLR.