Abstract:
Stroberi merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi namun bersifat mudah rusak (perishable), sehingga memerlukan penanganan rantai pasok yang cepat dan tepat. Jepang, khususnya Prefektur Tochigi, dikenal sebagai salah satu produsen stroberi terkemuka dengan sistem distribusi yang sebagian besar melalui Japan Agricultural Cooperatives (JA). Laporan tugas akhir magang ini bertujuan untuk mendeskripsikan alur rantai pasok stroberi di Indei Farm, mengidentifikasi kendala operasional yang dihadapi, serta merumuskan alternatif potensi pengembangan rantai pasok untuk meningkatkan nilai tambah stroberi. Magang dilaksanakan di Indei Farm, Utsunomiya, Prefektur Tochigi, Jepang, dengan periode pengambilan data pada Januari–April 2026, menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan induktif melalui wawancara, observasi langsung, dan dokumentasi. Hasil observasi menunjukkan bahwa rantai pasok stroberi di Indei Farm dimulai dari budidaya dalam greenhouse, pemanenan harian, sortasi dan grading, pengemasan, hingga didistribusikan melalui dua jalur paralel, yaitu jalur resmi ke JA Utsunomiya untuk stroberi grade tinggi dan jalur langsung ke konsumen personal untuk stroberi grade kedua. Kendala operasional utama yang ditemukan meliputi ketergantungan tinggi terhadap cuaca dan musim, penurunan harga jual pada puncak musim panen, variasi pengemasan antarpetani, sifat stroberi yang mudah rusak, serta pengelolaan informasi rantai pasok yang masih dilakukan secara manual. Beberapa potensi pengembangan yang dirumuskan antara lain penerapan teknologi pelacakan digital, diversifikasi sumber pasokan, standarisasi pengemasan, penguatan kebijakan dukungan pemerintah, optimalisasi jalur penjualan langsung, serta pengolahan stroberi grade B/C menjadi produk bernilai tambah. Laporan ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam upaya peningkatan efisiensi dan nilai tambah rantai pasok stroberi di Indei Farm.