| dc.description.abstract |
Stunting adalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama. Stunting memiliki dampak yaitu balita mudah sakit dan memiliki postur tubuh tidak maksimal saat dewasa. Berbagai faktor stunting diantaranya adalah faktor seperti faktor prenatal, intranatal dan pascanatal dan salah satu faktor pascanatal adalah pola makan balita. Data stunting di Desa Sukanagara mencapai 57 kasus (23,4%) dari 244 balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dengan kejadian Stunting pada balita di Desa Sukanagara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini kuantitatif dan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 71 orang diperoleh dengan teknik proportional random sampling. Proses pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan distribusi frekuensi dan uji chi square. Hasil menunjukkan pola makan pada balita sebagian besar termasuk baik sebanyak 63,4%, sebagian besar tidak stunting sebanyak 71,8%. Hasil uji chi square menunjukkan p-value 0,001 (<0,05) sehingga terdapat hubungan pola makan dengan kejadian stunting pada balita di Desa Sukanagara Wilayah Kerja Puskesmas Cisompet Garut. Oleh karena itu, orang tua disarankan memenuhi pola makan seimbang sesuai kebutuhan usia serta melakukan pemantauan pertumbuhan secara berkala.
Kata Kunci : Balita, Pola makan, Stunting,
Pustaka : 39 (2018-2025) |
en_US |