Abstract:
Hipotiroid kongenital merupakan salah satu penyebab utama kecacatan intelektual permanen pada bayi yang dapat dicegah apabila terdeteksi dan ditangani sejak dini melalui Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK). Namun, cakupan SHK di Indonesia masih jauh dari target karena rendahnya pengetahuan dan sikap ibu terhadap program ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu hamil dengan sikap ibu tentang SHK pada bayi baru lahir di Puskesmas Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya.
Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi sekaligus sampel adalah seluruh ibu hamil yang melakukan kunjungan antenatal care (ANC) di Puskesmas Sukaratu selama periode pengumpulan data, sebanyak 48 responden (total sampling). Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan (20 soal pilihan ganda) dan kuesioner sikap (20 pernyataan Skala Likert). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05).
Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (56,3%) dan sikap positif terhadap SHK (56,3%). Uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu hamil dengan sikap ibu tentang SHK (p-value = 0,005; OR = 8,4; CI 95% = 1,527–46,228). Ibu hamil dengan pengetahuan baik berpeluang 8,4 kali lebih besar untuk memiliki sikap positif terhadap SHK dibandingkan ibu hamil yang berpengetahuan tidak baik.
Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu hamil dengan sikap ibu tentang SHK pada bayi baru lahir di Puskesmas Sukaratu. Peningkatan pengetahuan melalui edukasi terstruktur pada setiap kunjungan ANC perlu dioptimalkan untuk meningkatkan sikap positif ibu terhadap program SHK.