Abstract:
Dimas Destian Pardiansyah, 2026. Efektivitas Program Ketahanan Pangan di Desa Linggapura Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh efektivitas program ketahanan pangan pada Desa Linggapura Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis belum berjalan optimal yang dapat dilihat dari kurang tepatnya sasaran SDM terhadap pelaksanaan program ketahanan pangan serta Belum tercapainya tujuan program ketahanan pangan di Desa Linggapura. Adapun tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas program ketahanan pangan di Desa Linggapura Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Informan dalam penelitian ini sebanyak 6 orang. Teknik pengumpulan data adalah studi kepustakaan, studi lapangan (wawancara dan observasi) dan dokumentasi. Penulis mengunakan teknik analisis data kualitatif melalui pengolahan data hasil wawancara dan observasi untuk ditarik kesimpulan sehingga dapat menjawab permasalahan dalam penelitian. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa: Efektifitas Program Ketahanan Pangan Di Desa Linggapura Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis diketahui bahwa programnya belum berjalan dengan optimal. Hal ini dilihat masih adanya hambatan seperti pihak Pemerintah Desa Linggapura belum sepenuhnya berhasil menjangkau kelompok masyarakat yang paling membutuhkan, sehingga distribusi manfaat program belum berlangsung secara merata dan tepat sasaran, Kondisi di lapangan menunjukkan masih adanya kesenjangan antara kelompok yang ditetapkan sebagai penerima program dan kelompok masyarakat lain yang sebenarnya memiliki kebutuhan serta kapasitas yang tidak kalah relevan, namun belum memperoleh kesempatan yang setara untuk mengakses program tersebut, dalam melaksanakan pemantauan, pemerintah desa belum sepenuhnya dapat mengidentifikasi dan menindaklanjuti berbagai penyimpangan yang muncul selama pelaksanaan program ketahanan pangan secara cepat dan komprehensif, masih terdapat kesenjangan antara mekanisme pemantauan yang semestinya diterapkan dan kondisi nyata di lapangan, di mana kegiatan evaluasi serta kunjungan lapangan belum dijalankan secara konsisten dan terencana dengan baik. Adapun upaya yang dilakukan seperti pemerintah desa melakukan pelaksanaan secara lebih transparan, partisipatif, dan berorientasi pada kebutuhan nyata masyarakat, serta mekanisme pemantauan dilaksanakan secara lebih teratur, menyeluruh, dan berorientasi pada perbaikan nyata di lapangan.