Abstract:
Pendahuluan: Bronkopneumonia merupakan infeksi saluran pernapasan bawah pada
anak yang menyebabkan peningkatan produksi sekret sehingga menimbulkan masalah
bersihan jalan napas tidak efektif, ditandai dengan batuk berdahak, sesak napas, ronki,
dan peningkatan frekuensi napas. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat
digunakan adalah aromaterapi peppermint karena kandungan mentholnya dapat
membantu mengencerkan sekret, melegakan saluran napas, dan memberikan efek
relaksasi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan
asuhan keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi, dan
evaluasi pada An. E usia 2 tahun dengan bronkopneumonia di Ruang Melati BLUD
RSU Kota Banjar. Intervensi yang diberikan berupa inhalasi sederhana aromaterapi
peppermint. Hasil dan Pembahasan: Setelah implementasi selama 3x24 jam, kondisi
pasien menunjukkan perbaikan berupa sesak napas berkurang, ronki menurun, sekret
lebih mudah dikeluarkan, frekuensi napas membaik, dan pasien tampak lebih nyaman.
Hasil ini menunjukkan bahwa aromaterapi peppermint efektif membantu meningkatkan
bersihan jalan napas pada anak dengan bronkopneumonia.. Kesimpulan: Penerapan
aromaterapi peppermint efektif membantu mengatasi masalah bersihan jalan napas tidak
efektif pada anak dengan bronkopneumonia sehingga dapat digunakan sebagai terapi
komplementer dalam asuhan keperawatan anak.