<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Volume 02 Nomor 01, Maret 2022</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/858</link>
<description/>
<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 14:43:23 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-25T14:43:23Z</dc:date>
<item>
<title>Quia sed quidem haru</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/2342</link>
<description>Quia sed quidem haru
Dolorem quia consequ, Nostrud excepteur ve
</description>
<pubDate>Fri, 15 Aug 1980 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/2342</guid>
<dc:date>1980-08-15T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>EFEKTIVITAS PENERAPAN APLIKASI ONLINE SINGLE SUBMISSION (OSS) DALAM PELAKSANAAN PELAYANAN PUBLIK DI DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN CIAMIS</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/1172</link>
<description>EFEKTIVITAS PENERAPAN APLIKASI ONLINE SINGLE SUBMISSION (OSS) DALAM PELAKSANAAN PELAYANAN PUBLIK DI DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN CIAMIS
Suzani, Lyes Nadiyya
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan belum efektifnya penerapan aplikasi OSS dalam pelaksanaan pelayanan publik di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Ciamis, ditemukan beberapa permasalahan diantaranya: 1) masih adanya keterlambatan dalam proses pelayanan pengurusan pada aplikasi OSS, 2) belum memadainya sarana pendukung penerapan program aplikasi OSS, 3) minimnya kemampuan masyarakat menggunakan teknologi, 4) kurangnya sosialisasi kepada masyarakat tentang program aplikasi OSS. Metode yang digunakan ialah metode deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitian ini terdiri dari 6 orang, yaitu: Kepala Bidang Pelayanan Perizinan, Kepala Seksi Verifikasi dan Data, Petugas Bagian Pelayanan, dan tiga orang masyarakat. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa Efektivitas Penerapan Aplikasi Online Single Submission (OSS) dalam Pelaksanaan Pelayanan Publik di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu satu Pintu Kabupaten Ciamis belum dilaksanakan secara efektif. Dikarenakan masih ada beberapa hambatan yang meliputi: kurangnya skill SDM dalam bidang TI, belum memadainya sarana penunjang pelayanan berbasis online, minimnya kemampuan masyarakat dalam menggunakan teknologi informasi, dan kurangnya sosialisasi yang diberikan kepada masyarakat mengenai adanya aplikasi OSS. Adapun upaya-upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan-hambatan yaitu memberikan pelatihan skill mengenai TI sesuai kapasitas kantor, mengoptimalkan sarana yang telah ada, mendampingi masyarakat saat menggunakan aplikasi OSS, serta melakukan sosialisasi ke daerah-daeah di Kabupaten Ciamis tentang aplikasi OSS
</description>
<pubDate>Wed, 30 Mar 2022 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/1172</guid>
<dc:date>2022-03-30T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>PEMBINAAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) MEKAR JAYA OLEH PEMERINTAH DESA PULOERANG KECAMATAN LAKBOK KABUPATEN CIAMIS</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/1171</link>
<description>PEMBINAAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) MEKAR JAYA OLEH PEMERINTAH DESA PULOERANG KECAMATAN LAKBOK KABUPATEN CIAMIS
Maryati, Maryati
BUMDes merupakan salah satu alternatif dalam membuka lapangan-lapangan pekerjaan baru. Hal penting yang perlu digaris bawahi adalah BUMDes tersebut tidak akan bisa berkembang atau berjalan dengan baik tanpa pembinaan dari Pemerintah yang dalam hal ini Pemerintah Desa setempat. Namun demikian pada faktanya, terlihat bahwa Pemerintah Desa dalam hal ini Desa Puloerang belum melakukan langkah-langkah konkrit dalam pembinaan BUMDes tersebut. Atau secara umum dapat dikatakan bahwa Pembinaan BUMDes oleh Pemerintah Desa di Desa Puloerang Kecamatan Lakbok Kabupaten Ciamis belum optimal. Berdasarkan hasil penelitian maka secara umum diketahui bahwa Pembinaan BUMDes Mekar Jaya belum optimal, hal ini terutama terlihat dari beberapa indikator. Yaitu “Mengintensifikasikan upaya penumbuhkembangan BUM Desa guna peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pendapatan desa”. Selain itu pada kenyataannya belum banyak UMKM yang tercover atau ternaungi oleh BUMDes Mekarjaya. Mayoritas UMKM yang sudah tergabung pun belum secara sepenuhnya merasakan peningkatan ekonomis dari adanya BUMDes. Kemudian pada indikator “meningkatkan kompetensi SDM Tim pembina, tim teknis, serta pengelola atau pelaksana dalam penumbuhkembangan BUM Desa”. Kesenjangan informasi antara tim pembina dengan tim teknis berujung pada munculny persepsi masing-masing. Inilah yang menjadikan saling menyalahkan antara pihak-pihak tersebut
</description>
<pubDate>Wed, 30 Mar 2022 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/1171</guid>
<dc:date>2022-03-30T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>KINERJA PENYULUH PERTANIAN DALAM PENGEMBANGAN KELOMPOK TANI DI DESA MULYASARI KECAMATAN PATARUMAN KOTA BANJAR</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/1170</link>
<description>KINERJA PENYULUH PERTANIAN DALAM PENGEMBANGAN KELOMPOK TANI DI DESA MULYASARI KECAMATAN PATARUMAN KOTA BANJAR
Nuriyah, Maslahatun
Penelitian ini dilatarbelakangi berdasarkan belum optimalnya kinerja penyuluh pertanian dalam pengembangan kelompok tani di desa mulyasari kecamatan pataruman kota banjar, ditemukan beberapa permasalahan diantaranya: 1) Rendahnya kemampuan keterampilan penyuluh pertanian dalam penyelenggaraan kelompok tani. 2) Kurangnya pembinaan dan penerapan terhadap pemanfaatan teknologi pertanian. 3) Kurangnya informasi dan kerjasama antara kelompok tani dengan pihak lain. Dalam penelitian ini metode yang digunakan ialah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, studi dokumentasi. Adapun informan dalam penelitian ini yaitu: Kepala Desa Mulyasari, Penyuluh Pertanian, Ketua Gapoktan, dan Ketua Kelompok Tani di Desa Mulyasari yaitu ketua kelompok tani dari masing-masing dusun. Teknik pengolahan data/analisis data melalui Reduksi Data, Penyajian Data, Kesimpulan dan Verifikasi. Kemudian untuk menguji keabsahan data dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik triangulasi sumber data. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Kinerja Penyuluh Pertanian Dalam Pengembangan Kelompok Tani di Desa Mulyasari Kecamatan Pataruman Kota Banjar yang diukur dengan  dimensi dan terdiri dari 19 indikator, diketahui bahwa 8 indikator sudah berjalan optimal, sementara 11 indikator belum berjalan secara optimal. Hal tersebut terjadi karena masih ada beberapa hambatan yang meliputi: kurangnya membagi waktu penyuluhan, minimnya aspirasi dari masyarakat dan dukungan pemerintah, kurangnya daya minat, kurangnya kemampuan dan pengalaman penyuluh dalam melakukan kegiatan penyuluhandan kurangnya komunikasi baik antara penyuluh, ketua dan anggota kelompok tani. Adapun upaya-upaya untuk mengatasi hambatan-hambatan yaitu dengan memahami SOP pekerjaan melalui pendekatan sosial budaya dengan cara penyuluh menentukan materi kegiatan, penetepan sasaran kegiatan, penggunaan metode penyuluhan, penentuan waktu dan tempat, mengikuti pelatihan-pelatihan penyuluhan agar kinerja penyuluh pertanian dapat berjalan dengan baik
</description>
<pubDate>Wed, 30 Mar 2022 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/1170</guid>
<dc:date>2022-03-30T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
