<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Yadi Kusmayadi</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8227</link>
<description/>
<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 18:52:17 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-24T18:52:17Z</dc:date>
<item>
<title>PAMALI DI LEUWEUNG GEDE: KAJIAN HISTORIS DAN NILAI-NILAI  KEARIFAN LOKAL DALAM MEMPERTAHANKAN EKOSISTEM HUTAN DI  KAMPUNG ADAT KUTA KABUPATEN CIAMIS</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8247</link>
<description>PAMALI DI LEUWEUNG GEDE: KAJIAN HISTORIS DAN NILAI-NILAI  KEARIFAN LOKAL DALAM MEMPERTAHANKAN EKOSISTEM HUTAN DI  KAMPUNG ADAT KUTA KABUPATEN CIAMIS
Kusmayadi, Yadi; Nurrhohmah, Ahliha; Mubarok, Rijal
Leuweung Gede, Kuta Traditional Village, and analyze their role in preserving the forest &#13;
ecosystem. The research method used is descriptive qualitative with an ethnographic approach. &#13;
Data were collected through observation, semi-structured interviews with traditional leaders, &#13;
and documentation of community activities. Data analysis was conducted through reduction, &#13;
presentation, and conclusion drawing. The results of the study show that pamali reflects the &#13;
values of spirituality, simplicity, cleanliness, respect for ancestors, and ecological awareness. &#13;
These values serve as ethical guidelines that not only strengthen cultural identity but also &#13;
preserve nature. From an ecological perspective, pamali contributes to maintaining forest &#13;
diversity, preserving sacred forests, preventing pollution, and protecting the water cycle. Thus, pamali plays an important role as a culture-based conservation mechanism that supports &#13;
ecosystem sustainability.
Abstrak  &#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam &#13;
praktik pamali di Leuweung Gede, Kampung Adat Kuta, serta menganalisis perannya dalam &#13;
mempertahankan ekosistem hutan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif &#13;
kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi&#13;
terstruktur dengan tokoh adat, dan dokumentasi aktivitas masyarakat. Analisis data dilakukan &#13;
melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa &#13;
pamali mencerminkan nilai spiritualitas, kesederhanaan, kebersihan, penghormatan kepada &#13;
leluhur, serta kesadaran ekologis. Nilai-nilai tersebut berfungsi sebagai pedoman etis yang &#13;
tidak hanya memperkuat identitas budaya, tetapi juga menjaga kelestarian alam. Dari perspektif &#13;
ekologis, pamali berkontribusi dalam menjaga keanekaragaman hutan, melestarikan hutan &#13;
keramat, mencegah pencemaran, serta melindungi siklus air. Dengan demikian, pamali &#13;
berperan penting sebagai mekanisme konservasi berbasis budaya yang mendukung &#13;
keberlanjutan ekosistem.
</description>
<pubDate>Fri, 10 Oct 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8247</guid>
<dc:date>2025-10-10T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>REVITALISASI TRADISI DAN BUDAYA LOKAL KESENIAN CALUNG MELALUI KOMUNITAS PENGGIAT SENI SUNDA DI KABUPATEN CIAMIS</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8228</link>
<description>REVITALISASI TRADISI DAN BUDAYA LOKAL KESENIAN CALUNG MELALUI KOMUNITAS PENGGIAT SENI SUNDA DI KABUPATEN CIAMIS
Kusmayadi,Yadi; Printina,Intan,Brigita; Nurholis,Egi
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji upaya revitalisasi kesenian calung melalui peran&#13;
komunitas penggiat seni Sunda di Kabupaten Ciamis. Kesenian calung mengalami penurunan minat, terutama di kalangan generasi muda, akibat modernisasi dan perubahan nilai budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, yang melibatkan&#13;
wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi sebagai teknik&#13;
pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas penggiat seni memainkan peran penting dalam pelestarian calung, melalui kegiatan rutin, edukasi, dan pemanfaatan teknologi digital untuk promosi. Meskipun demikian, tantangan berupa kurangnya minat generasi muda dan minimnya dukungan pemerintah masih menjadi kendala utama. Penelitian ini menyarankan strategi penguatan kerjasama antara komunitas seni, pemerintah, dan lembaga pendidikan untuk meningkatkan efektivitas upaya revitalisasi.
Prosiding dengan judul REVITALISASI TRADISI DAN BUDAYA LOKAL KESENIAN CALUNG MELALUI&#13;
KOMUNITAS PENGGIAT SENI SUNDA DI KABUPATEN CIAMIS merupakan salah satu prosiding hasil seminar nasional FKIP Universitas Sanata Dharma tahun 2024 yang menggali tentang pootensi kesenian calung yang berada di Kabupaten Ciamis yang hampir punah. Dengan upaya Revitalisasi dari semua pihak semoga kesenian ini bisa tetap terus eksis ada dan menjadi aset warisan budaya masyarakat Kabupaten Ciamis
</description>
<pubDate>Fri, 20 Sep 0020 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8228</guid>
<dc:date>0020-09-20T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
