<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Faculty of Health Sciences</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/3231</link>
<description/>
<pubDate>Mon, 13 Jul 2026 22:23:02 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-07-13T22:23:02Z</dc:date>
<item>
<title>Pengaruh Terapi Relaksasi Otot Progresif Terhadap Penurunan Tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Tamansari Tasikmalaya</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8848</link>
<description>Pengaruh Terapi Relaksasi Otot Progresif Terhadap Penurunan Tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Tamansari Tasikmalaya
Ambarwati, Endah
Hipertensi pada lansia merupakan masalah kesehatan yang berisiko &#13;
menimbulkan komplikasi serius apabila tidak dikendalikan. Penelitian ini bertujuan &#13;
untuk mengetahui pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap penurunan &#13;
tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Puskesmas Tamansari &#13;
Tasikmalaya. Penelitian menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan &#13;
pretest-posttest control group. Sampel berjumlah 42 lansia usia 60–74 tahun yang &#13;
dipilih secara random sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi (21 &#13;
responden) dan kelompok kontrol (21 responden). Kelompok intervensi diberikan &#13;
terapi relaksasi otot progresif sesuai SOP selama 7 hari, sedangkan kelompok &#13;
kontrol hanya mendapatkan perawatan rutin tanpa intervensi relaksasi. Instrumen &#13;
yang digunakan adalah SOP terapi relaksasi otot progresif dan pengukuran tekanan &#13;
darah menggunakan tensimeter terkalibrasi. Analisis data menggunakan uji &#13;
Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan median tekanan darah &#13;
sistolik kelompok intervensi menurun dari 140 mmHg menjadi 123 mmHg dan &#13;
diastolik dari 91 mmHg menjadi 80 mmHg dengan p-value 0,000 (p&lt;0,05). Pada &#13;
kelompok kontrol, penurunan tekanan darah tidak menunjukkan perubahan yang &#13;
signifikan (p&gt;0,05). Terdapat perbedaan signifikan antara kelompok intervensi dan &#13;
kontrol (p=0,001). Disimpulkan bahwa terapi relaksasi otot progresif berpengaruh &#13;
signifikan &#13;
dalam menurunkan tekanan darah lansia hipertensi dan &#13;
direkomendasikan sebagai intervensi non-farmakologis dalam pelayanan &#13;
keperawatan komunitas.
</description>
<pubDate>Thu, 05 Mar 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8848</guid>
<dc:date>2026-03-05T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pengaruh Terapi Slow Deep Breathing Terhadap Tekanan Darah Lansia Penderita Hipertensi Di Puskesmas Purbaratu Kota Tasikmalaya</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8844</link>
<description>Pengaruh Terapi Slow Deep Breathing Terhadap Tekanan Darah Lansia Penderita Hipertensi Di Puskesmas Purbaratu Kota Tasikmalaya
Aulia, Siva
Hipertensi pada lansia merupakan masalah kesehatan yang berisiko &#13;
menyebabkan komplikasi serius sehingga diperlukan intervensi non-farmakologis &#13;
yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi Slow Deep &#13;
Breathing (SDB) terhadap tekanan darah lansia penderita hipertensi di Puskesmas &#13;
Purbaratu Kota Tasikmalaya. Penelitian menggunakan desain quasi-eksperimental &#13;
dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 lansia usia ≥60 &#13;
tahun (63,3% perempuan), dipilih dengan teknik purposive sampling. Intervensi &#13;
SDB dilakukan selama 15 menit, dua kali sehari selama 14 hari. Pengukuran &#13;
tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan tensimeter &#13;
aneroid. Analisis data menggunakan uji Paired Sample T-Test setelah uji normalitas &#13;
Shapiro-Wilk menunjukkan data berdistribusi normal (p&gt;0,05). Hasil penelitian &#13;
menunjukkan penurunan signifikan tekanan darah sistolik dan diastolik baik pagi &#13;
maupun sore hari (p=0,000; p&lt;0,05). Rata-rata sistolik pagi menurun dari 164,17 &#13;
mmHg menjadi 146,10 mmHg, dan diastolik dari 103,40 mmHg menjadi 94,83 &#13;
mmHg. Disimpulkan bahwa terapi SDB berpengaruh signifikan dalam menurunkan &#13;
tekanan darah lansia. Terapi ini direkomendasikan sebagai intervensi mandiri &#13;
keperawatan dalam pengendalian hipertensi pada lansia.
</description>
<pubDate>Thu, 05 Mar 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8844</guid>
<dc:date>2026-03-05T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Hubungan Antara Kecerdasan Spiritual Dengan Penerimaan Diri Terhadap Proses Menua Pada Lansia DM Tipe 2 Di UPT Puskesmas Leles Kabupaten Garut</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8840</link>
<description>Hubungan Antara Kecerdasan Spiritual Dengan Penerimaan Diri Terhadap Proses Menua Pada Lansia DM Tipe 2 Di UPT Puskesmas Leles Kabupaten Garut
Wiguna, Ating
Prevalensi DM telah meningkat lebih cepat di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah daripada di negara-negara berpenghasilan tinggi. Penyakit DM ini akan menyertai seumur hidup penderita, sehingga dapat menurunkan kualitas hidup penderita. Dampak dari ketidakmampuan individu dalam penerimaan diri dan kemampuan untuk berserah kepada yang kuasa atas suatu penyakit adalah kecewa terhadap hidupnya, penuh tekanan dan tidak menerima dengan kondisinya yang akhirnya mengganggu psikologi yang bersangkutan dan penyakit tambah parah. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Antara Kecerdasan Spiritual Dengan Penerimaan Diri Terhadap Proses Menua Pada Lansia DM Tipe 2 Di UPT Puskesmas Leles Garut. Metode penelitian deskriptif korelasional, pengambilan sampel secara purposive sampling menggunakan rumus Slovin, jumlah sampel 68 responden, pengambilan data menggunakan kuesioner, uji statistik secara bivariat dengan pendekatan cross sectional menggunakan Chi square. Hasil penelitian Kecerdasan spiritual pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di UPT Puskesmas Leles Garut lebih dari setengah responden kategori sedang (51,5%). Penerimaan diri pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 lebih dari setengah responden kategori cukup (61.8 %). Kesimpulan terdapat Hubungan Antara Kecerdasan Spiritual Dengan Penerimaan Diri Terhadap Proses Menua Pada Lansia DM Di UPT Puskesmas Leles Garut dengan p value = 0,000. Disarankan untuk terus meningkatka pelayanan tidak hanya fokus pada aspek medis, tetapi juga psikososial dan spiritual secara holistik. Perhatikan isyarat non-verbal yang mungkin menunjukkan kebutuhan spiritual yang tidak terpenuhi, seperti depresi atau kekesalan.
</description>
<pubDate>Wed, 11 Feb 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8840</guid>
<dc:date>2026-02-11T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS SODONGHILIR KABUPATEN TASIKMALAYA</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8839</link>
<description>FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS SODONGHILIR KABUPATEN TASIKMALAYA
Waris Thobib, Mohammad
ABSTRAK&#13;
Tuberkulosis paru adalah penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium&#13;
tuberculosis. Data di UPTD Puskesmas Sodonghilir masih sangat tinggi untuk&#13;
kasus tuberkulosis paru termasuk urutan 3 besar sesuai data dari Dinas Kesehatan&#13;
sebanyak 129 kasus TB SO dan TB RO sebanyak 2 kasus jumlah kasus TB SO&#13;
dan TB RO 131 kasus berdasarkan dari SITB pada tahun 2024. Ada banyak&#13;
faktor yang mempengaruhi kejadian TB paru. Penelitian ini bertujuan untuk&#13;
mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Kejadian Tuberkulosis Paru&#13;
di Wilayah Kerja Puskesmas Sodonghilir Kabupaten Tasikmalaya. Jenis penelitian&#13;
deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi semua orang&#13;
yang terkena penyakit Tuberkulosis Paru sebanyak 57 orang berdasarkan rumus&#13;
slovin dengan teknik purposive sampling. Instrumen berupa kuesioner yang telah&#13;
diuji validitas dan reliabilitas, kemudian data dianalilsis menggunakan uji chi&#13;
square. Hasil penelitian didapatkan dari 57 responden sebagian besar tidak&#13;
merokok (59,6%), memiliki status gizi normal (56,1%), mengalami riwayat&#13;
kontak (66,7%), dan berpengetahuan kurang baik (57,9%). Ada hubungan status&#13;
merokok (p-value = 0,037), faktor status gizi (p-value = 0,029), faktor riwayat&#13;
kontak (p-value = 0,039), dan faktor pengetahuan (p-value = 0,045) dengan&#13;
kejadian Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sodonghilir.&#13;
Kesimpulannya ada hubungan antara status merokok, status gizi, riwayat kontak,&#13;
pengetahuan dengan kejadian Tuberkulosis Paru. Puskesmas Sodonghilir dapat&#13;
memberikan desiminasi ilmu pada masyarakat terkait TB Paru dengan&#13;
penyuluhan, simulasi dan demonstrasi, menyediakan media seperti brosur, baliho,&#13;
spanduk, dan melibatkan berbagai pihak.
</description>
<pubDate>Sat, 17 May 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8839</guid>
<dc:date>2025-05-17T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
