<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Student Papers (Skripsi Sarjana)</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/1</link>
<description/>
<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 08:45:38 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-09-15T08:45:38Z</dc:date>
<item>
<title>HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN IBU HAMIL TRIMESTER III DENGAN KESIAPAN MENGHADAPI PERSALINAN DI PUSKESMAS LANGKAPLANCAR TAHUN 2025</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/10063</link>
<description>HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN IBU HAMIL TRIMESTER III DENGAN KESIAPAN MENGHADAPI PERSALINAN DI PUSKESMAS LANGKAPLANCAR TAHUN 2025
Ayanti, Aat
Kecemasan pada ibu hamil trimester III merupakan masalah kesehatan&#13;
mental yang sering terjadi dan dapat memengaruhi kesiapan ibu dalam&#13;
menghadapi persalinan. Kecemasan yang tidak terkontrol dapat menghambat&#13;
kemampuan berpikir jernih, mengelola emosi, dan menurunkan kesiapan mental&#13;
ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat&#13;
kecemasan ibu hamil trimester III dengan kesiapan menghadapi persalinan di&#13;
Puskesmas Langkaplancar Tahun 2025.&#13;
Jenis penelitian ini adalah kuantitatif analitik dengan desain crosssectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil trimester III yang&#13;
melakukan kunjungan ANC di Puskesmas Langkaplancar pada bulan April–Mei&#13;
2025 sebanyak 60 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total&#13;
sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating&#13;
Scale (HARS) untuk mengukur tingkat kecemasan dan kuesioner kesiapan&#13;
menghadapi persalinan. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan derajat&#13;
kemaknaan α = 0,05.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami&#13;
kecemasan tingkat sedang yaitu 26 orang (43,3%), kecemasan ringan 24 orang&#13;
(40,0%), dan kecemasan berat 10 orang (16,7%). Kesiapan menghadapi persalinan&#13;
menunjukkan 33 orang (55,0%) dalam kategori siap dan 27 orang (45,0%) tidak&#13;
siap. Hasil uji statistik Chi-Square diperoleh nilai χ² = 36,224 dengan derajat&#13;
bebas (df) = 2 dan nilai p-value = 0,000 (p &lt; 0,001), yang berarti terdapat&#13;
hubungan yang sangat signifikan antara tingkat kecemasan ibu hamil trimester III&#13;
dengan kesiapan menghadapi persalinan.&#13;
Terdapat hubungan yang sangat signifikan antara tingkat kecemasan ibu&#13;
hamil trimester III dengan kesiapan menghadapi persalinan di Puskesmas&#13;
Langkaplancar Tahun 2025. Semakin tinggi tingkat kecemasan ibu hamil, maka&#13;
semakin rendah kesiapan menghadapi persalinan, dan sebaliknya. Diharapkan&#13;
tenaga kesehatan melakukan skrining kecemasan rutin pada ibu hamil trimester III&#13;
dan memberikan intervensi manajemen kecemasan untuk meningkatkan kesiapan&#13;
persalinan.
-
</description>
<pubDate>Wed, 26 Aug 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/10063</guid>
<dc:date>2026-08-26T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>IMPLEMENTASI PEMBINAAN KEPRIBADIAN DAN KEMANDIRIAN DIHUBUNGKAN DENGAN PASAL 38 UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2022 TENTANG PEMASYARAKATAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS llB BANJAR</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/10061</link>
<description>IMPLEMENTASI PEMBINAAN KEPRIBADIAN DAN KEMANDIRIAN DIHUBUNGKAN DENGAN PASAL 38 UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2022 TENTANG PEMASYARAKATAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS llB BANJAR
Lestari, Melinda Bunga
IMPLEMENTASI PEMBINAAN KEPRIBADIAN DAN KEMANDIRIAN&#13;
DIHUBUNGKAN DENGAN PASAL 38 UNDANG-UNDANG NOMOR 22&#13;
TAHUN 2022 TENTANG PEMASYARAKATAN DI LEMBAGA&#13;
PEMASYARAKATAN KELAS IIB BANJAR&#13;
Permasalahan dalam penelitian ini adalah implementasi pembinaan kepribadian dan&#13;
pembinaan kemandirian dihubungkan dengan Pasal 38 Undang-Undang Nomor 22 Tahun&#13;
2022 tentang Pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Banjar, kendala&#13;
yang dihadapi dalam pelaksanaan pembinaan, serta upaya yang dilakukan untuk&#13;
mengatasi kendala tersebut. Pasal 38 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang&#13;
Pemasyarakatan mengatur bahwa pembinaan terhadap narapidana dilaksanakan melalui&#13;
pembinaan kepribadian dan pembinaan kemandirian sebagai bagian dari penyelenggaraan&#13;
sistem pemasyarakatan. Akan tetapi, dalam pelaksanaannya masih ditemukan berbagai&#13;
kendala, antara lain belum seluruh narapidana mengikuti program pembinaan,&#13;
keterbatasan jumlah petugas pembinaan, keterbatasan sarana dan prasarana, serta belum&#13;
meratanya partisipasi warga binaan dalam mengikuti program pembinaan.&#13;
Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian hukum normatif-empiris, yakni&#13;
metode penelitian yang menggabungkan atau mengombinasikan metode penelitian&#13;
normatif dengan metode penelitian empiris. Spesifikasi penelitian ini adalah deskriptif&#13;
analitis, yang mengungkapkan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan&#13;
teori-teori hukum sebagai objek penelitian. Data diperoleh melalui studi kepustakaan dan&#13;
studi lapangan berupa observasi, wawancara, serta dokumentasi, kemudian dianalisis&#13;
secara kualitatif.&#13;
Berdasarkan hasil pembahasan diperoleh kesimpulan bahwa implementasi&#13;
pembinaan kepribadian dan pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan Kelas&#13;
IIB Banjar pada dasarnya telah dilaksanakan sesuai dengan Pasal 38 Undang-Undang&#13;
Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan melalui berbagai program pembinaan&#13;
keagamaan, pembinaan kesadaran berbangsa dan bernegara, penyuluhan hukum,&#13;
pendidikan, pelatihan kerja, pertanian, peternakan, perikanan, serta berbagai kegiatan&#13;
keterampilan lainnya. Namun demikian, pelaksanaan pembinaan masih menghadapi&#13;
kendala berupa keterbatasan jumlah petugas pembinaan, keterbatasan sarana dan&#13;
prasarana, serta belum meratanya partisipasi warga binaan dalam mengikuti program&#13;
pembinaan. Upaya yang dilakukan yaitu meningkatkan kualitas pelaksanaan pembinaan&#13;
melalui peningkatan kompetensi petugas, pemanfaatan sarana dan prasarana secara lebih&#13;
efektif, perluasan kerja sama dengan berbagai instansi, serta peningkatan partisipasi warga&#13;
binaan dalam setiap program pembinaan.&#13;
Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Banjar perlu meningkatkan kualitas dan&#13;
pemerataan pelaksanaan pembinaan melalui penambahan sumber daya manusia,&#13;
penguatan sarana dan prasarana, perluasan kerja sama dengan berbagai instansi, serta&#13;
pelaksanaan evaluasi pembinaan secara berkelanjutan agar tujuan pembinaan&#13;
sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 38 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022&#13;
tentang Pemasyarakatan dapat tercapai.
</description>
<pubDate>Fri, 14 Aug 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/10061</guid>
<dc:date>2026-08-14T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>IMPLEMENTASI PROGRAM BINAK KELUARGA REMAJA (BKR) OLEH TIM BADAN KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA NASIONAL(BKKBN) KECAMATAN KAWALI KABUPATEN CIAMIS</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/10060</link>
<description>IMPLEMENTASI PROGRAM BINAK KELUARGA REMAJA (BKR) OLEH TIM BADAN KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA NASIONAL(BKKBN) KECAMATAN KAWALI KABUPATEN CIAMIS
Siregar, Purnama
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya implementasi Program Bina Keluarga Remaja (BKR) di Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis, yang ditunjukkan oleh belum konsistennya partisipasi keluarga dalam kegiatan penyuluhan, belum optimalnya keterlibatan Pasangan Usia Subur (PUS) dalam program Keluarga Berencana (KB), serta belum konsistennya pelaksanaan dan pelaporan kegiatan BKR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis implementasi Program BKR, faktor pendukung dan penghambat, serta upaya Tim BKKBN dalam mengatasi hambatan implementasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data diperoleh dari informan yang terdiri atas Tim BKKBN, Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), kader BKR, dan keluarga sasaran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis menggunakan model implementasi Van Meter dan Van Horn yang meliputi standar dan sasaran kebijakan, sumber daya, karakteristik badan pelaksana, komunikasi antarorganisasi dan aktivitas pelaksana, disposisi pelaksana, serta lingkungan sosial, ekonomi, dan politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program BKR secara umum telah berjalan cukup baik, tetapi belum sepenuhnya optimal. Faktor pendukung meliputi kejelasan tujuan, pembagian tugas, komunikasi, komitmen pelaksana, serta dukungan kelembagaan. Faktor penghambat meliputi keterbatasan sumber daya, kapasitas kader, waktu keluarga, dan kesenjangan pemahaman target operasional. Upaya yang dilakukan meliputi penguatan kader, optimalisasi sumber daya, peningkatan komunikasi dan koordinasi, serta penyesuaian kegiatan dengan kondisi keluarga sasaran. Disarankan agar Tim BKKBN dan PLKB meningkatkan pembinaan kader, memperkuat komunikasi, serta mengembangkan pelaksanaan kegiatan yang lebih fleksibel dan adaptif terhadap kondisi keluarga.
</description>
<pubDate>Sat, 29 Aug 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/10060</guid>
<dc:date>2026-08-29T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU KAYU MENGGUNAKAN METODE SILVER MEAL GUNA UNTUK MEMINIMALKAN BIAYA PERSEDIAAN PADA PT. SYNERGY KARYA CEMERLANG</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/10059</link>
<description>ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU KAYU MENGGUNAKAN METODE SILVER MEAL GUNA UNTUK MEMINIMALKAN BIAYA PERSEDIAAN PADA PT. SYNERGY KARYA CEMERLANG
Ferdiana, Rifki
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian persediaan bahan baku kayu pada PT Synergy Karya Cemerlang menggunakan metode Silver-Meal guna meminimalkan biaya persediaan. Permasalahan yang dihadapi perusahaan adalah terjadinya overstock dan stockout akibat sistem pemesanan bahan baku yang belum menggunakan metode pengendalian persediaan secara terstruktur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan data berupa permintaan bahan baku, biaya pemesanan, biaya penyimpanan, lead time, safety stock, dan total biaya persediaan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi perusahaan.&#13;
Tahapan penelitian meliputi analisis sistem pengendalian persediaan perusahaan, perhitungan safety stock dan reorder point (ROP), penentuan ukuran lot menggunakan metode Silver-Meal, serta perbandingan total biaya persediaan antara kebijakan perusahaan dan metode Silver-Meal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Silver-Meal menghasilkan ukuran lot rata-rata sebesar 5.152,86 batang dengan frekuensi pemesanan sebanyak 7 kali, sedangkan kebijakan perusahaan menghasilkan ukuran lot rata-rata sebesar 1.717,62 batang dengan frekuensi pemesanan sebanyak 21 kali. Hasil perhitungan juga menunjukkan safety stock sebesar 1.247 batang sebagai persediaan pengaman untuk mengantisipasi ketidakpastian kebutuhan bahan baku.&#13;
Selain itu, total biaya persediaan menggunakan metode Silver-Meal sebesar Rp2.569.451.500, lebih rendah dibandingkan kebijakan perusahaan sebesar Rp2.587.940.845, sehingga diperoleh penghematan sebesar Rp18.489.345 atau sekitar 0,71%. Dengan demikian, metode Silver-Meal dapat menjadi alternatif bagi perusahaan dalam menentukan ukuran dan frekuensi pemesanan secara lebih efisien serta meminimalkan total biaya persediaan bahan baku kayu pada PT Synergy Karya Cemerlang.&#13;
Kata Kunci: Pengendalian persediaan, Silver-meal, bahan baku kayu, biaya persediaan, Silver-Meal, Safety Stock, Reorder Point.
</description>
<pubDate>Fri, 27 Feb 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/10059</guid>
<dc:date>2026-02-27T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
