<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/3246">
<title>Midwifery</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/3246</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/10732"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/10645"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/10644"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/10643"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-10-12T21:32:23Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/10732">
<title>PENGARUH KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH DAN VITAMIN C   TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL   TRIMESTER II DAN III DI WILAYAH KERJA  PUSKESMAS PANGANDARAN</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/10732</link>
<description>PENGARUH KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH DAN VITAMIN C   TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL   TRIMESTER II DAN III DI WILAYAH KERJA  PUSKESMAS PANGANDARAN
Mawarti, Rima
Anemia pada kehamilan merupakan masalah kesehatan yang dapat meningkatkan &#13;
risiko morbiditas dan mortalitas ibu maupun janin. Salah satu upaya &#13;
penanggulangannya adalah pemberian tablet tambah darah (TTD) yang &#13;
dikombinasikan dengan vitamin C untuk meningkatkan absorpsi zat besi. Penelitian &#13;
ini bertujuan menganalisis pengaruh konsumsi TTD dan vitamin C terhadap kadar &#13;
hemoglobin pada ibu hamil trimester II dan III di wilayah kerja Puskesmas &#13;
Pangandaran. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi &#13;
experiment dan rancangan pre-test and post-test with control group. Populasi &#13;
berjumlah 290 ibu hamil trimester II dan III, dengan sampel 82 responden yang &#13;
dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol, masing-masing 41 responden. &#13;
Kadar hemoglobin diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan alat &#13;
pemeriksaan hemoglobin digital. Analisis data menggunakan uji Independent t-test &#13;
dengan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan rerata kadar hemoglobin setelah &#13;
intervensi pada kelompok TTD dan vitamin C sebesar 11,19 ± 0,50 g/dL, lebih &#13;
tinggi dibandingkan kelompok TTD sebesar 10,52 ± 0,71 g/dL, dengan nilai p = &#13;
0,000 (p &lt; 0,05). Disimpulkan bahwa pemberian kombinasi TTD dan vitamin C &#13;
berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil &#13;
trimester II dan III.
</description>
<dc:date>2026-08-12T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/10645">
<title>Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Minat Pasangan Usia Subur (PUS) terhadap Metode Kontrasepsi Efektif Terpilih (MKET) di Desa Golat Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/10645</link>
<description>Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Minat Pasangan Usia Subur (PUS) terhadap Metode Kontrasepsi Efektif Terpilih (MKET) di Desa Golat Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis
Azhari, Rifa Qathrunnada
Latar Belakang: Metode Kontrasepsi Efektif Terpilih (MKET) merupakan metode &#13;
kontrasepsi yang memiliki efektivitas tinggi dalam mencegah kehamilan. Minat &#13;
Pasangan Usia Subur (PUS) dalam menggunakan MKET dapat dipengaruhi oleh &#13;
berbagai faktor, di antaranya pengetahuan, sikap, dan dukungan suami.&#13;
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan &#13;
dengan minat PUS terhadap MKET di Desa Golat, Kecamatan Panumbangan, &#13;
Kabupaten Ciamis.&#13;
Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross-sectional. Sampel &#13;
berjumlah 84 PUS yang dipilih berdasarkan kriteria penelitian. Data dikumpulkan &#13;
menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan &#13;
uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05.&#13;
Hasil: Sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (58,3%), sikap negatif &#13;
(61,9%), memperoleh dukungan suami (54,8%), dan tidak berminat terhadap &#13;
MKET (59,5%). Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan &#13;
dengan minat PUS terhadap MKET (p = 0,005), sikap dengan minat PUS terhadap &#13;
MKET (p = 0,001), serta dukungan suami dengan minat PUS terhadap MKET (p = &#13;
0,001).&#13;
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan, sikap, dan &#13;
dukungan suami dengan minat PUS terhadap MKET. Tenaga kesehatan diharapkan &#13;
meningkatkan pemberian informasi dan konseling mengenai MKET dengan &#13;
melibatkan suami agar PUS dapat menentukan pilihan kontrasepsi sesuai &#13;
kebutuhan.
</description>
<dc:date>2026-09-19T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/10644">
<title>Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Di SMP Muhammadiyah Garut Tahun 2026</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/10644</link>
<description>Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Di SMP Muhammadiyah Garut Tahun 2026
febriyanti, silvi
Latar Belakang: Anemia termasuk masalah kesehatan yang rentan dialami remaja putri akibat peningkatan kebutuhan zat besi saat pertumbuhan dan menstruasi. Pola makan yang kurang tepat berpotensi kurangi atau minimalkan kadar hemoglobin (Hb) dan sebabkan anemia. Tujuan: Secara komprehensif atau rinci hubungan pola makan dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMP Muhammadiyah Garut Tahun 2026. Metode: Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswi aktif kelas VII–IX SMP Muhammadiyah Garut. Teknik pengambilan sampel manfaatkan total sampling (n = 25). Data pola makan diperoleh berdasarkan kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ), sedangkan kejadian anemia diukur berdasarkan kadar Hb kapiler manfaatkan alat HemoCue (anemia jika Hb &lt; 12 g/dL). Analisis data manfaatkan uji Chi-square (α = 0,05). Hasil: Sebagian besar responden terdapat pola makan baik (64,0%) dan tidak alami kondisi anemia (56,0%). Namun, prevalensi anemia masih cukup tinggi yaitu 44,0%. Analisis bivariat perlihatkan atau gambarkan adanya hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian anemia (p = 0,033; OR = 10,5). Remaja putri dengan pola makan kurang baik berisiko 10,5 kali lebih besar alami kondisi anemia. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMP Muhammadiyah Garut Tahun 2026. Diperlukan penguatan edukasi gizi seimbang serta optimalisasi program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD).
</description>
<dc:date>2026-08-24T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/10643">
<title>ASUHAN KEBIDANAN CONTINUITY OF CARE PADA NY. A 42 TAHUN G8P7A1  HAMIL 40 MINGGU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PATARUMAN 1 KOTA BANJAR</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/10643</link>
<description>ASUHAN KEBIDANAN CONTINUITY OF CARE PADA NY. A 42 TAHUN G8P7A1  HAMIL 40 MINGGU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PATARUMAN 1 KOTA BANJAR
Ligiani, Anggi Belia
</description>
<dc:date>2026-08-11T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
