<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/3244">
<title>History Education</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/3244</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9165"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9164"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9096"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8759"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-08-28T05:58:43Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9165">
<title>PENERAPAN MEDIA ASSEMBLR EDU DALAM  PEMBELAJARAN SEJARAH LOKAL ASTANA GEDE  KAWALI UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR  SISWA SMA NEGERI 1 KAWALI</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9165</link>
<description>PENERAPAN MEDIA ASSEMBLR EDU DALAM  PEMBELAJARAN SEJARAH LOKAL ASTANA GEDE  KAWALI UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR  SISWA SMA NEGERI 1 KAWALI
Ahyar, Sarah Febriyani Nur
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar &#13;
siswa kelas X.E3 SMA Negeri 1 Kawali dalam pembelajaran &#13;
sejarah lokal Situs Astana Gede Kawali, akibat pembelajaran &#13;
konvensional yang belum mampu menghadirkan materi sejarah &#13;
yang bersifat abstrak menjadi dekat dengan kehidupan siswa &#13;
sehari-hari. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Kawali &#13;
dengan melibatkan guru sejarah dan 42 siswa kelas X.E3 sebagai &#13;
subjek penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui &#13;
perencanaan, pelaksanaan, dan efektivitas pembelajaran sejarah &#13;
menggunakan media Assemblr Edu berbasis Augmented Reality &#13;
dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada materi sejarah &#13;
lokal Astana Gede Kawali. Metode yang digunakan adalah &#13;
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan Taggart yang &#13;
dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, &#13;
pelaksanaan tindakan, observasi, serta evaluasi dan refleksi. Teknik &#13;
pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur &#13;
dengan guru sejarah, observasi terstruktur terhadap aktivitas siswa, &#13;
tes hasil belajar berupa pretest dan posttest, serta angket motivasi &#13;
belajar berskala Likert sebanyak 24 butir pernyataan. Data &#13;
dianalisis &#13;
secara &#13;
deskriptif &#13;
dan diuji menggunakan uji-t &#13;
berpasangan (paired samples t-test) melalui program SPSS 25. &#13;
Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata hasil belajar siswa &#13;
meningkat dari 80,50 menjadi 86,25 pada Siklus I (Sig. 0,045) dan &#13;
dari 92,38 menjadi 96,43 pada Siklus II (Sig. 0,000), disertai &#13;
pergeseran skor angket motivasi belajar ke arah kategori yang lebih &#13;
positif dan homogen pada setiap siklus. Dengan demikian, dapat &#13;
disimpulkan bahwa penerapan media Assemblr Edu efektif &#13;
meningkatkan motivasi dan hasil belajar sejarah lokal siswa kelas &#13;
X.E3 SMA Negeri 1 Kawali.
</description>
<dc:date>2026-08-05T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9164">
<title>ANALISIS NILAI-NILAI KEMASYARAKATAN PANGIMBUH NING TWAH DALAM NASKAH SANGHYANG SIKSAKANDANG KARESIAN</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9164</link>
<description>ANALISIS NILAI-NILAI KEMASYARAKATAN PANGIMBUH NING TWAH DALAM NASKAH SANGHYANG SIKSAKANDANG KARESIAN
Diana Gunawan, Dian
Naskah kuno merupakan warisan budaya yang mengandung berbagai nilai kehidupan, termasuk nilai kemasyarakatan yang dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan bermasyarakat. Namun, berkurangnya perhatian terhadap naskah kuno menyebabkan nilai tersebut belum banyak dikaji dan dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran. Salah satu naskah yang memuat nilai tersebut adalah Sanghyang Siksakandang Karesian, khususnya bagian Pangimbuh Ning Twah. Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai-nilai kemasyarakatan Pangimbuh Ning Twah serta relevansinya dengan kehidupan masyarakat masa kini. Penelitian menggunakan metode historis melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pangimbuh Ning Twah memuat dua belas karakter, yaitu emet, imeut, rajeun, leukeun, pakapradana, morogol-rogol, purusa ning sawidagda, widagda, hapitan, karawaleya, cangcingan, dan langsitan, serta enam ajaran meliputi larangan berlebihan, pendidikan keluarga, penebusan hamba, pengelolaan kekayaan, belajar bahasa, dan menjodohkan anak. Kedua temuan tersebut menunjukkan nilai yang tetap relevan bagi kehidupan masyarakat masa kini.
</description>
<dc:date>2026-08-12T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9096">
<title>KEBERADAAN KERATON SELAGANGGA CIAMIS SEBAGAI WARISAN SEJARAH DARI ABAD XIX-XXI</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9096</link>
<description>KEBERADAAN KERATON SELAGANGGA CIAMIS SEBAGAI WARISAN SEJARAH DARI ABAD XIX-XXI
badrusalam, habib
Keraton Selagangga yang terletak di Kabupaten Ciamis merupakan salah satu peninggalan Sejarah yang mencerminkan dinamika politik, sosial, dan budaya Masyarakat Jawa Barat dari abad XIX hingga abad XXI. Penelitian ini  menggunakan pendekatan dengan metode kualitatif, Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi studi pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan mengacu pada model analisis interaktif yang dikemukakan oleh Miles, Huberman, dan Saldaña, bertujuan berkelanjutan dari abad XIX hingga abad XXI, serta peranannya dalam menjaga kesinambungan Sejarah dan budaya lokal. Hasil Kajian berisi : 1 Keraton Selagangga Ciamis dibangun pada tahun1859 Oleh Raden Adipati Aria kusumadiningrat, Keberandaan Keraton Selagangga tidak hanya berfungsi sebagai symbol kekuasaan lokal pada masa lampau, tetapi juga menjadi pusat pelestarian nilai-nilai tradisi, adat istiadat, serta identitas kultura; masyarakat setempat. Seiring dengan perubahan zaman keraton ini mengalami berbagai tantangan, mulai dari pergeseran fungsi, kondisi fisik bangunan,2. Koleksi keraton,keris,kujang, pedang,patren (keris kecil),bedog besar,tumbak, mata Tumbak, Baki tembaga, kail besar, payung besar, lemarin payung,keramik,Guci,Arca Polinesia, Batu hindu, Batu Pemujaan,Batu menhir,Batu dolmen,Batu lumping,Batu prasasti, Meriam kalatntak, Peluru kalantak wajan tembaga (baskom), Gong,Bonang,kenoh, Saroh, tongkat,tongkat draja/bendera,Naskah khutban R.A.A. kusumasupbrata,kulit hariamau,Buku silsilah,Foto dokumentasi keraton selagangga,lemari tumbak,lemari keris,kotak keris,kotak kaca tempat keris, kotak perpustakaan,Alat elekronik. 3. Upaya Pelestarian (1) konservasi preventif (pencegahan) memantau suhul dan kelebaban ruangan penyimpanan secara keta (mencegah kerusakan seperti jamur atau serangan maupun fiksi” “konservasi kuratif (perbaikan) perbaikan fiksi koleksi menggunakan bahan khusus untuk memperbaiki barang koleksi” “Pembersihan khusus-(2) Revitalisaasi museum mengubah tata ruang museum menjadi lebih interaktif nyaman, agar menarik generasi muda- (3) Renovasi bangunan memperbaiki Gedung museum keraton selagangga, dengan mempertahankan karakteristinya-Edukasi
Dr.Yeni Wijayanti,S.S.,M.Hum.,M.Pd.&#13;
Egi Nurholis,S.Pd.,M.Pd.
</description>
<dc:date>0005-08-26T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8759">
<title>Pemanfaatab Media Visual Situs Terowongan Philips  Sebagai Sumber Belajar Sejarah Kelas XI MA Fathurrohman  (Studi Kasus Kelas XI IPS 1)</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8759</link>
<description>Pemanfaatab Media Visual Situs Terowongan Philips  Sebagai Sumber Belajar Sejarah Kelas XI MA Fathurrohman  (Studi Kasus Kelas XI IPS 1)
Alpian, Muhamad
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan media visual situs Terowongan Philips sebagai sumber belajar sejarah di kelas XI MA Fathurrohman, dengan fokus pada kelas XI IPS 1. Media visual memiliki peran penting dalam meningkatkan minat dan pemahaman siswa terhadap materi sejarah, terutama melalui pengenalan langsung terhadap situs-situs sejarah yang ada di lingkungan sekitar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis untuk menggambarkan dan menganalisis proses pembelajaran yang memanfaatkan media visual tersebut. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas XI IPS 1 dan guru sejarah di MA Fathurrohman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media visual situs Terowongan Philips dapat membuat pembelajaran lebih interaktif dan partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran, mempermudah pemahaman konsep-konsep sejarah, dan memberikan pengalaman belajar yang lebih konkret dan menarik. Situs Terowongan Philips sebagai salah satu warisan sejarah lokal memberikan nilai tambah dalam pembelajaran sejarah karena siswa dapat lebih mudah menghubungkan materi yang dipelajari dengan realitas di sekitar mereka. Simpulannya peserta didik yang sebelumnya kurang antusias dan berminat pada materi-materi pembelajaran sejarah, kemudian menjadi sangat antusias aktif dan memahami seluruh proses pembelajaran ketika materi tentang situs terowongan Philips pada periodisasi sejarah Kolonialisme barat di Indonesia
</description>
<dc:date>2026-05-09T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
