<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/3243">
<title>Mathematics Education</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/3243</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/7388"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/7272"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/7260"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/7148"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-04-24T18:53:37Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/7388">
<title>Pemahaman Konsep Matematis Siswa SMP Berdasarkan Level Kecerdasan Logis</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/7388</link>
<description>Pemahaman Konsep Matematis Siswa SMP Berdasarkan Level Kecerdasan Logis
Deti, Rosmayanti
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman konsep matematis &#13;
siswa SMP pada materi Teorema Pythagoras berdasarkan level kecerdasan logis. &#13;
Penelitian dilakukan di SMP Plus Al Mugni dengan subjek sebanyak 30 siswa kelas &#13;
VIII. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik &#13;
pengumpulan data berupa angket kecerdasan logis, tes pemahaman konsep &#13;
matematis, wawancara, dan observasi. Berdasarkan hasil tes kecerdasan logis, &#13;
siswa dikelompokkan ke dalam tiga level yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Dari &#13;
masing-masing level dipilih dua siswa sebagai subjek utama untuk dianalisis lebih &#13;
lanjut. Pemahaman konsep matematis dianalisis berdasarkan lima indikator, yaitu: &#13;
menyatakan sebuah konsep yang telah diajarkan, mengelompokkan objek menurut &#13;
sifat-sifat tertentu, melakukan perbandingan dan membedakan konsep-konsep, &#13;
mengenal berbagai makna dari berbagai interpretasi konsep, mengaplikasikan &#13;
konsep ke dalam pemecahan masalah pembelajaran matematika. Hasil penelitian &#13;
menunjukkan bahwa siswa dengan kecerdasan logis tinggi mampu memahami &#13;
konsep secara lebih menyeluruh, menggunakan representasi yang tepat, dan &#13;
memberikan alasan yang logis dalam menjawab soal. Siswa dengan kecerdasan &#13;
logis sedang memahami konsep secara prosedural namun belum optimal dalam &#13;
penalaran dan kesimpulan. Sementara itu, siswa dengan kecerdasan logis rendah &#13;
mengalami kesulitan dalam memahami konsep, menerapkan rumus, serta &#13;
menyimpulkan jawaban. Dengan demikian, terdapat perbedaan tingkat pemahaman &#13;
konsep matematis siswa berdasarkan level kecerdasan logis.
</description>
<dc:date>2025-09-04T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/7272">
<title>PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA BERBANTUAN GEOGEBRA</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/7272</link>
<description>PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA BERBANTUAN GEOGEBRA
Azis, Abdul
Latar belakang masalah pada penelitian ini adalah masih rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Oleh karenanya perlu mengupayakan pembelajaran yang dapat mendorong siswa untuk melatih kemampuan pemecahan masalah matematisnya. Dari berbagai literatur, kajian pustaka dan penelitian sebelumnya, diprediksi bahwa pembelajaran matematika berbantuan geogebra dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada kelas pembelajaran berbasis masalah berbantuan geogebra dengan kelas pembelajaran berbasis masalah (konvensional). Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimen, dengan desain The Nonequivalent Pretest-Posttest Control Group Design. Teknik analisis data menggunakan uji parametrik t-test. Populasi dari penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII MTs Al Hidayah 2 Bogor yang terdiri dari 4 kelas dengan pengambilan sampel menggunakan Teknik purposive sampling. Adapun sampel yang digunakan adalah VIII A sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa 21 orang dan kelas VIII B sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa 20 orang. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah instrument tes yaitu tes kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Pokok bahasan yang disajikan sebagai bahan materi adalah adalah lingkaran. Berdasarkan hasil uji t, menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa antara kelas pembelajaran berbasis masalah berbantuan geogebra dengan kelas konvensional.
</description>
<dc:date>2025-09-03T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/7260">
<title>Analisis Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa Berdasarkan Motivasi Belajar Siswa di SMK Pesanten A--Huda Bojonggambir</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/7260</link>
<description>Analisis Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa Berdasarkan Motivasi Belajar Siswa di SMK Pesanten A--Huda Bojonggambir
Adwiyah, Ai
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya prestasi belajar matematika siswa, yang diduga dipengaruhi oleh tingkat motivasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemahaman matematis siswa berdasarkan motivasi belajar mereka di SMK Pst. Al-Huda, Bojonggambir. Subjek penelitian ini adalah 30 siswa kelas 12 yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan menggunakan angket untuk mengukur tingkat motivasi belajar siswa, yang mencakup aspek motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 40% siswa memiliki motivasi belajar yang rendah, 48% siswa memiliki motivasi belajar yang sedang dan hanya 12% siswa memiliki motivasi belajar yang tinggi. Tes pemahaman matematis yang digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam memahami konsep-konsep matematika juga menunjukkan hasil sebanyak 38% siswa memiliki Kemampuan Pemahaman matematis yang rendah, 50% siswa memiliki kemampuan pemahaman matematis sedang dan 12% siswa memiliki kemampuan pemahaman matematis tinggi Analisis korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara motivasi belajar dan kemampuan pemahaman matematis siswa. Hal ini menunjukkan bahwa siswa dengan motivasi belajar yang lebih tinggi cenderung memiliki kemampuan pemahaman matematis yang lebih baik. Temuan ini menekankan pentingnya peran motivasi belajar dalam meningkatkan kemampuan pemahaman matematis siswa. Oleh karena itu, diperlukan upaya dari pihak sekolah dan guru untuk menciptakan lingkungan belajar yang dapat meningkatkan motivasi siswa, melalui penggunaan metode pembelajaran yang menarik dan relevan, serta memberikan penghargaan dan pengakuan atas prestasi belajar siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi upaya peningkatan kualitas pembelajaran matematika di sekolah dan dapat menjadi acuan bagi penelitian selanjutnya yang ingin mengkaji lebih dalam hubungan antara motivasi belajar dan kemampuan pemahaman matematis.
</description>
<dc:date>2025-09-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/7148">
<title>ANALISIS KEMAMPUAN NUMERASI SISWA SMK AGRIBISNIS  DALAM KONTEKS BUDIDAYA TANAMAN PALAWIJA</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/7148</link>
<description>ANALISIS KEMAMPUAN NUMERASI SISWA SMK AGRIBISNIS  DALAM KONTEKS BUDIDAYA TANAMAN PALAWIJA
Nur'aeni, Siti
Kemampuan numerasi merupakan keterampilan fundamental yang dibutuhkan siswa SMK untuk menyelesaikan masalah matematika dalam kehidupan nyata, termasuk di bidang agribisnis. Hasil observasi dan wawancara awal di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan yang berada di Kabupaten Ciamis menunjukkan bahwa kemampuan numerasi siswa masih relatif rendah, terutama pada aspek penalaran dan interpretasi hasil perhitungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan numerasi siswa SMK Agribisnis dalam konteks budidaya tanaman palawija dengan fokus pada tiga indikator, yaitu: (1) penggunaan angka dan simbol matematika dasar, (2) analisis informasi dalam berbagai bentuk, dan (3) penafsiran hasil analisis untuk pengambilan keputusan kontekstual. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling, melibatkan enam siswa dari kategori tinggi, sedang, dan rendah berdasarkan hasil tes numerasi. Data dikumpulkan melalui tes, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara induktif dengan triangulasi untuk meningkatkan validitas. Hasil penelitian menunjukkan variasi kemampuan numerasi antar kategori siswa. Siswa kategori tinggi mampu memenuhi ketiga indikator dengan baik, mengintegrasikan pemahaman konseptual, keterampilan prosedural, dan interpretasi kontekstual. Siswa kategori sedang menguasai indikator pertama dan kedua, tetapi kesulitan pada indikator ketiga. Siswa kategori rendah hanya menguasai sebagian indikator pertama dan kedua, dan belum mampu melakukan interpretasi kontekstual. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa semakin tinggi kategori kemampuan numerasi, semakin lengkap ketercapaian ketiga indikatornya. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan perlunya pembelajaran kontekstual berbasis agribisnis yang menekankan latihan interpretasi data dan pengambilan keputusan untuk meningkatkan literasi numerasi siswa SMK.
</description>
<dc:date>2025-09-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
