<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/3225">
<title>Industrial Engineering</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/3225</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/10550"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/10542"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/10541"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/10540"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-09-22T17:58:37Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/10550">
<title>Analisis Penerapan Metode Just In Time (JIT) Dalam Pengendalian Dan Persediaan Bahan Baku Aluminium Alloy Di PT Dirgantara Indonesia (Persero)</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/10550</link>
<description>Analisis Penerapan Metode Just In Time (JIT) Dalam Pengendalian Dan Persediaan Bahan Baku Aluminium Alloy Di PT Dirgantara Indonesia (Persero)
Siregar, Aisyah Nauli
Persediaan bahan baku berperan penting dalam kelancaran proses produksi, sehingga diperlukan pengendalian yang efisien untuk meminimalkan biaya persediaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan metode Just In Time (JIT) pada persediaan bahan baku Aluminium Alloy komponen Ref D-Nose Panel di PT Dirgantara Indonesia (Persero) tahun 2024. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif melalui data kebutuhan bahan baku, frekuensi pemesanan, biaya pemesanan, biaya penyimpanan, dan tingkat persediaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi aktual menghasilkan total biaya persediaan sebesar Rp116.725.538 per tahun dengan rata-rata persediaan 145 lembar. Penerapan JIT menghasilkan kuantitas pemesanan sebesar 59,33 lembar per pengiriman dan total biaya persediaan sebesar Rp67.391.521 per tahun, sehingga berpotensi menghemat biaya sebesar Rp49.334.017 atau 42,26%. Selain itu, tingkat persediaan rata-rata berpotensi turun menjadi 29,67 lembar atau sebesar 79,54%. Dengan demikian, metode JIT berpotensi meningkatkan efisiensi pengendalian persediaan bahan baku Aluminium Alloy.
</description>
<dc:date>2026-08-27T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/10542">
<title>ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DALAM MENINGKATKAN EFISIENSI BIAYA MENGGUNAKAN METODE JUST IN TIME (JIT) DI CV. RAJA NGEMIL BANDUNG</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/10542</link>
<description>ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DALAM MENINGKATKAN EFISIENSI BIAYA MENGGUNAKAN METODE JUST IN TIME (JIT) DI CV. RAJA NGEMIL BANDUNG
Juliansyah, Miftah Farid
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian persediaan bahan baku dalam meningkatkan efisiensi biaya menggunakan metode Just In Time (JIT) pada CV. Raja Ngemil Bandung. Permasalahan yang dihadapi perusahaan adalah pengelolaan persediaan bahan baku yang belum optimal, sehingga sering terjadi pembelian mendadak, ketidakseimbangan stok, serta tingginya biaya penyimpanan dan pemesanan. Kondisi tersebut menyebabkan proses produksi menjadi kurang efisien dan berpotensi menimbulkan pemborosan biaya operasional. Oleh karena itu, diperlukan sistem pengendalian persediaan yang mampu mengatur ketersediaan bahan baku secara tepat sesuai kebutuhan produksi. Selama periode Januari sampai Juni 2026, kebutuhan bahan baku tepung yang digunakan dalam penelitian sebesar 4.250 kg dengan frekuensi pemesanan sebanyak 24 kali.&#13;
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi perusahaan yang meliputi data penggunaan bahan baku, biaya pemesanan, biaya penyimpanan, frekuensi pemesanan, serta data produksi perusahaan. Analisis dilakukan dengan membandingkan sistem persediaan yang berjalan saat ini dengan sistem persediaan menggunakan metode Just In Time (JIT). Perhitungan dilakukan untuk mengetahui jumlah pemesanan optimal, frekuensi pemesanan, frekuensi pengiriman, dan total biaya persediaan setelah penerapan metode JIT.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengendalian persediaan yang diterapkan perusahaan memiliki frekuensi pemesanan sebanyak 24 kali dengan total biaya persediaan sebesar Rp7.530.000. Setelah menggunakan metode Just In Time (JIT), diperoleh kuantitas pemesanan sebesar 4.207 kg dengan frekuensi pembelian sebanyak 1 kali dan frekuensi pengiriman sebanyak 3 kali. Total biaya persediaan menggunakan metode JIT sebesar Rp874.642, sehingga diperoleh selisih biaya sebesar Rp6.655,357 dengan tingkat efisiensi biaya sebesar 88,38%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan metode JIT mampu meningkatkan efisiensi pengendalian persediaan melalui pengurangan aktivitas pemesanan dan pengendalian persediaan yang disesuaikan dengan kebutuhan produksi. Dengan demikian, metode JIT dapat menjadi salah satu alternatif sistem pengendalian persediaan bahan baku dalam meningkatkan efisiensi biaya pada CV. Raja Ngemil Bandung.
</description>
<dc:date>2026-08-27T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/10541">
<title>ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK TAHU BULAT MENGGUNAKAN METODE SEVEN TOOLS UNTUK MENGURANGI CACAT PADA PT MACAKAL PANGAN SEJAHTERA</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/10541</link>
<description>ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK TAHU BULAT MENGGUNAKAN METODE SEVEN TOOLS UNTUK MENGURANGI CACAT PADA PT MACAKAL PANGAN SEJAHTERA
Ramadhan, Farid Nandaesa
PT Macakal Pangan Sejahtera merupakan perusahaan yang memproduksi tahu bulat dengan kapasitas produksi yang tinggi sehingga memerlukan pengendalian kualitas yang  efektif  untuk  menjaga  kesesuaian  produk  dengan  standar  perusahaan. Berdasarkan  hasil  observasi  dan  wawancara,  masih  ditemukan  produk  tahu  bulat yang  tidak  memenuhi  standar  ukuran  sehingga  harus  dikembalikan  ke  proses Rework.  Kondisi  tersebut  menyebabkan  penambahan  waktu  proses,  penurunan efisiensi  produksi,  serta  berpotensi  meningkatkan  biaya  produksi.  Penelitian  ini bertujuan  untuk  mengidentifikasi  kondisi  pengendalian  kualitas  yang  diterapkan perusahaan,  menganalisis  penyebab  terjadinya  produk  Rework  menggunakan metode  Seven Tools,  serta  menyusun  usulan  perbaikan  guna  mengurangi  tingkat kecacatan produk. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode Seven Tools yang meliputi Check Sheet, flow chart, Histogram, diagram  Pareto, scatter diagram,  P-Chart,  dan  Fishbone  diagram.  Data  penelitian  berupa  data  jumlah produksi dan produk Rework selama periode 1–31 Mei 2026 dengan 30 hari kerja efektif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan  pencatatan  data  produksi  perusahaan.  Selanjutnya,  data  dianalisis  untuk mengetahui  proporsi  produk  Rework,  jenis  ketidaksesuaian  yang  dominan, kestabilan proses produksi, serta faktor-faktor penyebab terjadinya ketidaksesuaian ukuran produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode pengamatan jumlah produksi mencapai  4.571.067  butir  dengan  total  produk  Rework  sebanyak  99.239,31  butir atau  rata-rata  proporsi  Rework  sebesar  2,17%.  Diagram  Pareto  menunjukkan bahwa varian Semi dan Standar merupakan penyumbang Rework terbesar dengan kontribusi kumulatif sebesar 96,4%. Analisis P-Chart menunjukkan bahwa proses produksi secara umum berada dalam kondisi terkendali, meskipun terdapat dua titik pengamatan yang berada di luar batas kendali statistik. Analisis Fishbone diagram menunjukkan bahwa penyebab utama ketidaksesuaian ukuran produk berasal dari faktor  manusia,  mesin,  metode,  material,  dan  lingkungan.  Berdasarkan  hasil tersebut, usulan perbaikan yang direkomendasikan meliputi peningkatan ketelitian dan  pelatihan  operator,  kalibrasi  serta  perawatan  mesin  secara  berkala, penyempurnaan  prosedur  kerja,  dan  peningkatan  pengawasan  proses  produksi untuk meminimalkan produk Rework.
</description>
<dc:date>2026-09-15T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/10540">
<title>Analisis Penerapan Metode Just In Time (JIT) Dalam Pengendalian Dan Persediaan Bahan Baku Aluminium Alloy Di PT Dirgantara Indonesia (Persero)</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/10540</link>
<description>Analisis Penerapan Metode Just In Time (JIT) Dalam Pengendalian Dan Persediaan Bahan Baku Aluminium Alloy Di PT Dirgantara Indonesia (Persero)
Siregar, Aisyah Nauli
Persediaan bahan baku berperan penting dalam kelancaran proses produksi, &#13;
sehingga diperlukan pengendalian yang efisien untuk meminimalkan biaya &#13;
persediaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan metode Just In Time &#13;
(JIT) pada persediaan bahan baku Aluminium Alloy komponen Ref D-Nose Panel &#13;
di PT Dirgantara Indonesia (Persero) tahun 2024. Penelitian menggunakan metode &#13;
deskriptif dengan pendekatan kuantitatif melalui data kebutuhan bahan baku, &#13;
frekuensi pemesanan, biaya pemesanan, biaya penyimpanan, dan tingkat &#13;
persediaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi aktual menghasilkan total &#13;
biaya persediaan sebesar Rp116.725.538 per tahun dengan rata-rata persediaan 145 &#13;
lembar. Penerapan JIT menghasilkan kuantitas pemesanan sebesar 59,33 lembar per &#13;
pengiriman dan total biaya persediaan sebesar Rp67.391.521 per tahun, sehingga &#13;
berpotensi menghemat biaya sebesar Rp49.334.017 atau 42,26%. Selain itu, tingkat &#13;
persediaan rata-rata berpotensi turun menjadi 29,67 lembar atau sebesar 79,54%. &#13;
Dengan demikian, metode JIT berpotensi meningkatkan efisiensi pengendalian &#13;
persediaan bahan baku Aluminium Alloy.
</description>
<dc:date>2026-08-27T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
