<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Abdimas Galuh : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat</title>
<link href="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/6023" rel="alternate"/>
<subtitle>Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan jurnal ilmiah peer review yang mempublikasikan hasil pengabdian kepada masyarakat dari seluruh bidang ilmu. Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat terbit dengan E-ISSN 2716-0211.  Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Galuh.  Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat terbit secara berkala dua kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Maret dan September.</subtitle>
<id>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/6023</id>
<updated>2026-04-24T19:52:38Z</updated>
<dc:date>2026-04-24T19:52:38Z</dc:date>
<entry>
<title>Budaya Organisasi dan Peningkatan Kinerja Karyawan</title>
<link href="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8223" rel="alternate"/>
<author>
<name>Rahman, Ading</name>
</author>
<id>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8223</id>
<updated>2025-10-10T06:25:45Z</updated>
<published>2023-07-20T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Budaya Organisasi dan Peningkatan Kinerja Karyawan
Rahman, Ading
Tujuan, visi, dan misi sebuah organisasi dapat mencapai suatu&#13;
keberhasilan tidak dapat dilepaskan dari sumber daya manusia yang&#13;
dimiliki oleh perusahaan tersebut. Karena itulah setiap organisasi&#13;
ataupun perusahaan menyadari betapa pentingnya sumber daya&#13;
manusia yang berkualitas untuk kemajuan organisasi. Maka, tidak&#13;
salah jika seluruh organisasi mengelola dengan baik sumber daya&#13;
manusia yang dimilikinya dengan menerapkan beragam cara&#13;
lantaran upaya tersebut diharapkan dapat melahirkan sumber daya&#13;
manusia berkualitas yang diperlukan untuk mencapai target-target&#13;
yang sebelumnya telah ditetapkan.&#13;
Mengelola sumber daya manusia dalam sebuah organisasi&#13;
tidaklah cukup dengan hanya menerapkan program perekrutan&#13;
yang ketat serta pelatihan dan pengembangan skil dalam rangka&#13;
meningkatkan kemampuan individu karyawan dalam perusahaan.&#13;
Hal yang lebih substansial dari itu adalah bagaimana sebuah&#13;
organisasi dapat menjaga kepuasan setiap individu karyawan&#13;
terhadap pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya, menjaga dan&#13;
membangun loyalitas dan komitmen karyawan terhadap perusahaan,&#13;
dan dari semua hal tersebut diharapkan mampu mempertahankan&#13;
sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki kinerja tinggi&#13;
untuk tetap berada di dalam perusahaan.&#13;
Menurut Robbins, pasang-surut perekonomian dunia&#13;
menyebabkan sebagian besar organisasi dagang kesulitan menemukan&#13;
pekerja terampil untuk mengisi lowongan. Hal ini tentu disebabkan&#13;
oleh program penghematan oleh organisasi demi tetap bertahan&#13;
di tengah terpaan badai deflasi yang hebat. Individu-individu yang&#13;
profesional tentu akan memilih untuk berlabuh di perusahaan yang&#13;
memberikan tawaran upah dan tunjangan yang besar. Namun, sekali&#13;
lagi menurut Robbins, upah dan tunjangan yang besar tidak selalu&#13;
merupakan jaminan bagi karyawan untuk bertahan di organisasi itu.
Tujuan, visi, dan misi sebuah organisasi dapat mencapai suatu&#13;
keberhasilan tidak dapat dilepaskan dari sumber daya manusia yang&#13;
dimiliki oleh perusahaan tersebut. Karena itulah setiap organisasi&#13;
ataupun perusahaan menyadari betapa pentingnya sumber daya&#13;
manusia yang berkualitas untuk kemajuan organisasi. Maka, tidak&#13;
salah jika seluruh organisasi mengelola dengan baik sumber daya&#13;
manusia yang dimilikinya dengan menerapkan beragam cara&#13;
lantaran upaya tersebut diharapkan dapat melahirkan sumber daya&#13;
manusia berkualitas yang diperlukan untuk mencapai target-target&#13;
yang sebelumnya telah ditetapkan.&#13;
Mengelola sumber daya manusia dalam sebuah organisasi&#13;
tidaklah cukup dengan hanya menerapkan program perekrutan&#13;
yang ketat serta pelatihan dan pengembangan skil dalam rangka&#13;
meningkatkan kemampuan individu karyawan dalam perusahaan.&#13;
Hal yang lebih substansial dari itu adalah bagaimana sebuah&#13;
organisasi dapat menjaga kepuasan setiap individu karyawan&#13;
terhadap pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya, menjaga dan&#13;
membangun loyalitas dan komitmen karyawan terhadap perusahaan,&#13;
dan dari semua hal tersebut diharapkan mampu mempertahankan&#13;
sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki kinerja tinggi&#13;
untuk tetap berada di dalam perusahaan.&#13;
Menurut Robbins, pasang-surut perekonomian dunia&#13;
menyebabkan sebagian besar organisasi dagang kesulitan menemukan&#13;
pekerja terampil untuk mengisi lowongan. Hal ini tentu disebabkan&#13;
oleh program penghematan oleh organisasi demi tetap bertahan&#13;
di tengah terpaan badai deflasi yang hebat. Individu-individu yang&#13;
profesional tentu akan memilih untuk berlabuh di perusahaan yang&#13;
memberikan tawaran upah dan tunjangan yang besar. Namun, sekali&#13;
lagi menurut Robbins, upah dan tunjangan yang besar tidak selalu&#13;
merupakan jaminan bagi karyawan untuk bertahan di organisasi itu.
</summary>
<dc:date>2023-07-20T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Penyuluhan tentang arti pentingnya penetapan cagar budaya bagi juru pelihara di Kabupaten Ciamis</title>
<link href="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/6098" rel="alternate"/>
<author>
<name>Brata, Yat Rospia</name>
</author>
<author>
<name>Wijayanti, Yeni</name>
</author>
<author>
<name>Sudarto, Sudarto</name>
</author>
<id>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/6098</id>
<updated>2024-11-22T14:41:37Z</updated>
<published>2022-09-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Penyuluhan tentang arti pentingnya penetapan cagar budaya bagi juru pelihara di Kabupaten Ciamis
Brata, Yat Rospia; Wijayanti, Yeni; Sudarto, Sudarto
Penetapan cagar budaya sangat penting bagi perlindungan hukumnya. Obyek yang diduga cagar budaya selama belum mendapatkan penetapan, maka kedudukannya lemah dimata hokum. Hal inilah yang perlu disampaikan pada juru pelihara yang notabene memiliki kewenangan lokal dan berkontribusi dalam lestari kembangnya situs yang menjadi tanggungjawabnya. Perlu diketahui bahwa situs-situs di Kabupaten Ciamis yang sudah teregistrasi nasional sekitar 444 situs, namun baru empat situs yang ditetapkan pada tahun 2021 yaitu, Situs Karangkamulyan, Situs Astana Gede Kawali, Situs Gunung Susuru, dan Situs Samida. Empat situs lagi akan ditetapkan pada tahun 2022 ini. Sasaran kegiatan mencakup para juru pelihara di Kabupaten Ciamis.Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan wawasan juru pelihara (jupel) di Kabupaten Ciamis tentang pentingnya penetapan Cagar Budaya sehingga akan menumbuhkan kesadaran dalam pelestarian cagar budaya dan kecintaan terhadap tanah air. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan diskusi. Materi terkait undang-undang yang menauingi cagar budaya disampaikan melalui penyuluhan, sedangkan permasalahan dan rencana tindak lanjut serta solusi didiskusikan bersama. Hasil yang diharapkan setelah kegiatan ini adalah meningkatnya kesadaran dan pemahaman jupel serta bertambahnya penetapan cagar budaya secara signifikan di Kabupaten Ciamis dengan dorongan dari para jupel. Perlindungan hukum terhadap kawasan cagar budaya yang menjadi sengkata semakin kuat.
</summary>
<dc:date>2022-09-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL AGROINDUSTRI KECAP (Studi Kasus Pada Agroindustri Kecap Cap Ayam di Desa Parigi Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran)</title>
<link href="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/6091" rel="alternate"/>
<author>
<name>Krisnamayanti, Sinta</name>
</author>
<author>
<name>Herdiansah, H. Dedi</name>
</author>
<author>
<name>Yusuf Nurdin, Muhamad</name>
</author>
<id>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/6091</id>
<updated>2024-11-22T04:46:28Z</updated>
<published>2024-11-22T00:00:00Z</published>
<summary type="text">ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL AGROINDUSTRI KECAP (Studi Kasus Pada Agroindustri Kecap Cap Ayam di Desa Parigi Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran)
Krisnamayanti, Sinta; Herdiansah, H. Dedi; Yusuf Nurdin, Muhamad
ABSTRAK&#13;
&#13;
SINTA KRISNAMAYANTI, 2024. Analisis Kelayakan Finansial Agroindustri Kecap (Studi Kasus pada Agroindustri Kecap Cap Ayam di Desa Parigi Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran) di bawah bimbingan, H. Dedi Herdiansah dan Muhamad Nurdin Yusuf.&#13;
Agroindustri merupakan industri yang mengolah hasil pertanian sebagai bahan baku untuk produk akhir yang dapat meningkatkan nilai tambah atas komoditas pertanian. Kedelai merupakan salah satu komoditas pertanian yang memiliki kandungan nilai gizi yang cukup tinggi, sehingga menjadikannya bahan pangan yang penting. Kedelai banyak dimanfaatkan sebagai bahan dasar untuk berbagai produk olahan, seperti susu kedelai, tempe, tahu, kecap, dan aneka makanan lainnya. Adapun tujuan dari Penelitian ini untuk mengetahui: 1). Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C) dan Internal Rate of Return (IRR) agroindustri kecap Cap Ayam di Desa Parigi Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran, 2). Payback Period (PP) agroindustri kecap Cap Ayam di Desa Parigi Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran, 3). Kelayakan finansial agroindustri kecap Cap Ayam di Desa Parigi Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Teknik penarikan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling pada agroindustri kecap Cap Ayam. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan kelayakan finansial di agroindustri kecap cap ayam dengan perhitungan diperoleh Net Present Value (NPV) sebesar Rp 84.288.492,- (lebih besar dari nol), sedangkan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 31% lebih besar dari tingkat bunga yang berlaku (D.F. = 8%), sedangkan Net B/C Ratio sebesar 6,17 (lebih daripada 1) dan Payback Period (PP) 6 tahun 9 bulan (lebih kecil dari umur ekonomis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa agroindustri kecap cap ayam layak untuk dikembangkan dilihat dari analisis kelayakan finansial. &#13;
&#13;
Kata Kunci: Agroindustri, Finansial, Kecap, Kelayakan.
</summary>
<dc:date>2024-11-22T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>PENEGAKAN HUKUM TERHADAP TINDAK PIDANA PHISHING DIHUBUNGKAN DENGAN PASAL 30 AYAT (2) UNDANG- UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK SEBAGAIMANA TELAH DIUBAH DENGAN UNDANG- UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2016 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG- UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK DIWILAYAH HUKUM KEPOLISIAN RESOR PANGANDARAN</title>
<link href="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/6060" rel="alternate"/>
<author>
<name>ROHMAN, SAEPUL</name>
</author>
<id>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/6060</id>
<updated>2024-11-06T01:56:12Z</updated>
<published>2024-11-05T00:00:00Z</published>
<summary type="text">PENEGAKAN HUKUM TERHADAP TINDAK PIDANA PHISHING DIHUBUNGKAN DENGAN PASAL 30 AYAT (2) UNDANG- UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK SEBAGAIMANA TELAH DIUBAH DENGAN UNDANG- UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2016 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG- UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK DIWILAYAH HUKUM KEPOLISIAN RESOR PANGANDARAN
ROHMAN, SAEPUL
PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PHISHING DIHUBUNGKAN DENGAN PASAL 30 AYAT (2) UNDANG- UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK SEBAGAIMANA TELAH DIUBAH DENGAN UNDANG- UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2016 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG- UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK DI WILAYAH HUKUM KEPOLISIAN RESOR PANGANDARAN.&#13;
Bahwasannya terhadap pelaku tindak pidana phishing dapat dijatuhi hukuman sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dan untuk menjatuhkan hukumannya harus berdasarkan pembuktian, akan tetapi dalam kasus ini mengalami kesulitan yaitu meskipun telah dilakukannya tindakan penyelidikan dan upaya penangkapan pelaku tindak pidana cyber phishing ini sulit diungkap dan ditindak karena kejahatan ini bersifat borderless dan selalu menyamarkan IP address. &#13;
Adapun identifikasi masalahnya adalah bagaimakah, kendala- kendala dan upaya- upaya dalam penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana phishing dihubungkan dengan Pasal 30 ayat (2) Undang- undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana telah diubah dengan Undang- undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik di Wilayah Hukum Kepolisian Resor Pangandaran.&#13;
Sedangkan metode penelitiannya adalah metode deskriptif analitis dengan metode pendekatan yuridis sosiologis yaitu dengan penelitian lapangan, dan mengkaji ketentuan hukum yang berlaku serta apa yang terjadi dalam masyarakat.&#13;
Selanjutnya kesimpulannya adalah bahwa penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana phishing dihubungkan dengan Pasal 30 ayat (2) Undang- undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana telah diubah dengan Undang- undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 Tentang informasi dan Transaksi elektronik masih belum terealisasikan secara optimal, kendala- kendalanya adalah keterbatasan keahlian tenaga teknis dan kurangnya sumber daya sarana dan prasarana alat teknologi cyber, dan upayanya adalah sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya kesadaran hukum dan edukasi tentang praktik keamanan cyber.&#13;
Sarannya adalah pemerintah harus memperbaiki intruksi dalam keterampilan teknis personel kepolisian dalam bidang Informasi dan Teknologi, dan perlunya pemusatan anggaran dana atau investasi dalam sarana dan prasarana &#13;
alat teknologi cyber.
</summary>
<dc:date>2024-11-05T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
