<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Indonesian Language Education</title>
<link href="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/3239" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/3239</id>
<updated>2026-08-28T06:58:07Z</updated>
<dc:date>2026-08-28T06:58:07Z</dc:date>
<entry>
<title>NILAI SOSIAL DALAM FILM “PELANGI TANPA WARNA” KARYA INDRA GUNAWAN</title>
<link href="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9129" rel="alternate"/>
<author>
<name>Mutiara, Risma</name>
</author>
<id>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9129</id>
<updated>2026-08-19T06:27:43Z</updated>
<published>2026-06-24T00:00:00Z</published>
<summary type="text">NILAI SOSIAL DALAM FILM “PELANGI TANPA WARNA” KARYA INDRA GUNAWAN
Mutiara, Risma
Penelitian ini berjudul “Nilai Sosial dalam Film Pelangi Tanpa Warna karya Indra Gunawan (Alternatif Pengayaan Bahan Ajar Teks Ulasan).” Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) nilai sosial yang terdapat dalam film Pelangi Tanpa Warna karya Indra Gunawan, 2) mengetahui kelayakan nilai sosial dalam film Pelangi Tanpa Warna Karya Indra Gunawan sebagai pengayaan bahan ajar teks ulasan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian berupa dialog dan perilaku tokoh dalam film Pelangi Tanpa Warna. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik telaah pustaka, dokumentasi, simak, catat, dan analisis. Teknik analisis data dilakukan dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Pelangi Tanpa Warna mengandung tiga bentuk nilai sosial berdasarkan teori Zubaedi, yaitu kasih sayang, tanggung jawab, dan keserasian hidup. Nilai kasih sayang meliputi pengabdian, tolong-menolong, kekeluargaan, kesetiaan, dan kepedulian. Nilai tanggung jawab meliputi rasa memiliki dan disiplin. Nilai keserasian hidup meliputi toleransi dan kerja sama. Nilai sosial dalam film Pelangi Tanpa Warna layak dijadikan sebagai pengayaan bahan ajar teks ulasan karena memenuhi aspek isi, penyajian materi, bahasa dan keterbacaan serta relevan dengan TP, yaitu peserta didik dapat menjelaskan informasi yang ada dalam karya fiksi dan menyebutkan informasi yang ditemukan dalam sebuah karya fiksi.
</summary>
<dc:date>2026-06-24T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>KESANTUNAN BERBAHASA   DALAM FILM ANCIKA: DIA YANG BERSAMAKU 1995 KARYA PIDI BAIQ  (Pengayaan Bahan Ajar Teks Negosiasi)</title>
<link href="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9002" rel="alternate"/>
<author>
<name>Firdaus Nizar, Natasya</name>
</author>
<id>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9002</id>
<updated>2026-08-05T04:25:32Z</updated>
<published>2026-06-24T00:00:00Z</published>
<summary type="text">KESANTUNAN BERBAHASA   DALAM FILM ANCIKA: DIA YANG BERSAMAKU 1995 KARYA PIDI BAIQ  (Pengayaan Bahan Ajar Teks Negosiasi)
Firdaus Nizar, Natasya
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik kesantunan berbahasa berdasarkan &#13;
prinsip kesantunan Leech dalam tuturan antartokoh film Ancika: Dia yang Bersamaku 1995 &#13;
karya Pidi Baiq, serta menghasilkan pengayaan bahan ajar teks negosiasi berbasis hasil analisis &#13;
tersebut. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa &#13;
dialog antartokoh dalam film tersebut. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak catat &#13;
dan dokumentasi, sedangkan analisis data mencakup tahap penyederhanaan, penyajian, dan &#13;
penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat 34 data pematuhan &#13;
prinsip kesantunan (83%) dan 7 data pelanggaran (17%), dengan maksim pujian sebagai &#13;
maksim yang paling banyak dipatuhi sekaligus paling banyak dilanggar; (2) hasil analisis &#13;
diimplikasikan sebagai pengayaan bahan ajar teks negosiasi pada pembelajaran Bahasa &#13;
Indonesia jenjang SMA yang memuat materi, contoh tuturan santun dan tidak santun, serta &#13;
tugas mandiri. Dengan demikian, film ini berpotensi menjadi sumber bahan ajar teks negosiasi &#13;
yang kontekstual dan relevan bagi siswa SMA.
</summary>
<dc:date>2026-06-24T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>SEMIOTIKA PADA FILM VIRGO AND THE SPARKLINGS  KARYA ODY CHANDRA HARAHAP</title>
<link href="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9001" rel="alternate"/>
<author>
<name>Septiyani Nur, Annisa</name>
</author>
<id>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9001</id>
<updated>2026-08-05T04:21:54Z</updated>
<published>2026-06-24T00:00:00Z</published>
<summary type="text">SEMIOTIKA PADA FILM VIRGO AND THE SPARKLINGS  KARYA ODY CHANDRA HARAHAP
Septiyani Nur, Annisa
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan semiotika yang terdapat pada film Virgo And The Sparklings dan mendeskripsikan alternatif pengayaan bahan ajar yang berkaitan dengan teks drama. Penulis tertarik meneliti film tersebut karena memuat berbagai tanda visual dan nonvisual yang dapat diungkapkan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, analisis dokumen dan dokumentasi dengan pendekatan semiotika Charles Sanders Pierce yang mengklasifikasikan tanda menjadi ikon, indeks dan simbol. Hasil penelitian menunjukan 16 data yang didapat dari film Virgo And The Sparklings yang mengandung unsur ikon, indeks, dan simbol. Ikon dalam film tersebut ditampilkan melalui objek yang memiliki kemiripan dengan yang direpresentasikannya seperti sebuah sekolah dan studio musik, serta objek lingkungan perkotaan yang menggambarkan kehidupan masa kini. Indeks pada film tersebut mengacu pada hubungan sebab akibat yang muncul terhadap kondisi tokoh maupun suasana cerita. Simbol pada film tersebut berperan sebagai bahasa tersembunyi dalam menyampaikan makna yang ditunjukkan seperti simbol karakter seseorang dan simbol misteri pada film tersebut. Hasil penelitian ini kemudian dikembangkan sebagai alternatif pengayaan bahan ajar teks drama kelas XI SMA karena memenuhi karakteristik bahan ajar menurut Nasruddin yaitu bahan ajar yang mampu membelajarkan peserta didik secara mandiri, bersifat lengkap, bersifat fleksibel dan disusun dengan format sederhana yang menarik.
</summary>
<dc:date>2026-06-24T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>MASKULINITAS DALAM NOVEL JANJI KARYA TERE LIYE (Alternatif Pengayaan Bahan Ajar Pemahaman Nilai pada Tokoh dalam Novel)</title>
<link href="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8981" rel="alternate"/>
<author>
<name>NURHIKAM, AHMAD FAUZAN</name>
</author>
<id>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8981</id>
<updated>2026-07-29T08:07:51Z</updated>
<published>2026-06-24T00:00:00Z</published>
<summary type="text">MASKULINITAS DALAM NOVEL JANJI KARYA TERE LIYE (Alternatif Pengayaan Bahan Ajar Pemahaman Nilai pada Tokoh dalam Novel)
NURHIKAM, AHMAD FAUZAN
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya bahan ajar dalam mendukung &#13;
pencapaian tujuan pembelajaran memahami dan menguraikan peran tokoh dalam &#13;
cerita beralur kompleks. Tujuan penelitian adalah mengkaji nilai maskulinitas &#13;
dalam novel Janji karya Tere Liye sekaligus mengevaluasi potensinya sebagai &#13;
alternatif pengayaan bahan ajar pemahaman nilai pada tokoh dalam novel. Novel &#13;
tersebut mengisahkan tiga santri yang mengemban tugas penting dan memetik &#13;
pembelajaran bermakna bagi kehidupan mereka. Penelitian ini menggunakan &#13;
pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan teknik pengumpulan data melalui &#13;
studi pustaka, analisis isi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui &#13;
tahapan pengumpulan, reduksi, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil &#13;
penelitian menemukan 20 data yang merepresentasikan nilai maskulinitas, meliputi &#13;
aspek penampilan (2 data), orientasi pada kesuksesan (3 data), kekuatan (7 data), &#13;
dan keberanian (8 data). Temuan ini menunjukkan bahwa nilai maskulinitas dalam &#13;
novel Janji layak dimanfaatkan sebagai alternatif bahan ajar yang mampu menarik &#13;
minat peserta didik sekaligus merefleksikan nilai karakter tokoh secara mendalam.
</summary>
<dc:date>2026-06-24T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
