<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Faculty of Social and Politics Studies</title>
<link href="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/3234" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/3234</id>
<updated>2026-08-28T07:49:36Z</updated>
<dc:date>2026-08-28T07:49:36Z</dc:date>
<entry>
<title>Inovasi Pemerintah Desa Dalam Program Smart Village Di Desa Baregbeg Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis</title>
<link href="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9132" rel="alternate"/>
<author>
<name>Rismawati, Intan</name>
</author>
<id>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9132</id>
<updated>2026-08-19T07:27:54Z</updated>
<published>2026-07-11T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Inovasi Pemerintah Desa Dalam Program Smart Village Di Desa Baregbeg Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis
Rismawati, Intan
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya implementasi Program Smart Village di Desa Baregbeg Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis. Kondisi tersebut ditunjukkan oleh masih rendahnya kompetensi digital aparatur desa, kurangnya sosialisasi program kepada masyarakat, serta belum meratanya pemanfaatan layanan digital yang disediakan melalui website desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis inovasi Pemerintah Desa Baregbeg dalam implementasi Program Smart Village berdasarkan atribut inovasi yang dikemukakan Rogers, yaitu relative advantage, compatibility, complexity, trialability, dan observability. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari tujuh informan yang meliputi Kepala Desa, Badan Permusyawaratan Desa, Operator Sistem Informasi Desa, dan Kepala Dusun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan data melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi website desa sebagai inovasi dalam Program Smart Village telah memberikan manfaat berupa kemudahan akses informasi, peningkatan efisiensi kerja aparatur, serta mendukung keterbukaan informasi kepada masyarakat. Namun, pelaksanaannya belum sepenuhnya optimal karena masih terdapat keterbatasan kemampuan teknis aparatur dalam pengelolaan sistem, rendahnya literasi digital masyarakat, serta kurang optimalnya pemanfaatan website desa sebagai media pelayanan dan informasi publik. Disimpulkan bahwa inovasi Pemerintah Desa dalam Program Smart Village telah berjalan cukup baik, tetapi masih memerlukan penguatan kapasitas aparatur, peningkatan literasi digital masyarakat, dan optimalisasi pengelolaan website desa. Oleh karena itu, pemerintah desa perlu meningkatkan pelatihan, sosialisasi, dan pengembangan layanan digital agar manfaat program dapat dirasakan secara lebih luas dan berkelanjutan.
</summary>
<dc:date>2026-07-11T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Pelaksanaan komunikasi Internal di Kantor desa Cikoneng Kecamatan cikoneng kabupaten Ciamis</title>
<link href="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9123" rel="alternate"/>
<author>
<name>Sulistiani, Sania Agustina</name>
</author>
<id>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9123</id>
<updated>2026-08-19T04:32:56Z</updated>
<published>2026-07-11T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pelaksanaan komunikasi Internal di Kantor desa Cikoneng Kecamatan cikoneng kabupaten Ciamis
Sulistiani, Sania Agustina
Penelitian ini dilatar belakangi oleh belum optimalnya komunikasi internal di Kantor Desa Cikoneng, yang diindikasikan oleh miskomunikasi, hambatan daya serap akibat disparitas pendidikan aparatur, dan rendahnya fokus kerja pegawai. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan komunikasi internal di Kantor Kepala Desa Cikoneng, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam bersama kepala desa serta perangkat desa. Analisis data meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Landasan teoretis yang digunakan adalah teknik komunikasi organisasi menurut Onong Uchjana Effendy (dimensi informatif, persuasif, instruktif/koersif, dan human relations).&#13;
Hasil penelitian menunjukkan komunikasi internal telah memanfaatkan media digital (WhatsApp Group) dan rapat mingguan. Namun, fungsi informatif terhambat oleh perbedaan pendidikan pegawai yang memicu penyampaian pesan berulang. Pada dimensi instruktif, kepala desa optimal menerapkan disiplin sesuai SOP, sementara dimensi persuasif dan human relations berhasil menciptakan atmosfer kerja yang harmonis. Hambatan utama berupa rendahnya kehadiran rapat koordinasi akibat benturan tugas lapangan. Upaya penanggulangan dilakukan melalui simplifikasi bahasa instruksi, ketegasan sanksi disiplin, dan penyediaan ruang diskusi yang fleksibel.
</summary>
<dc:date>2026-07-11T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>DISIPLIN KERJA PEGAWAI DI PERUM PERHUTANI  KESATUAN PEMANGKU HUTAN (KPH) CIAMIS</title>
<link href="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9055" rel="alternate"/>
<author>
<name>Sani, shara aprilia</name>
</author>
<id>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9055</id>
<updated>2026-08-13T08:21:20Z</updated>
<published>2026-07-11T00:00:00Z</published>
<summary type="text">DISIPLIN KERJA PEGAWAI DI PERUM PERHUTANI  KESATUAN PEMANGKU HUTAN (KPH) CIAMIS
Sani, shara aprilia
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya disiplin kerja pegawai pada &#13;
Perum Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Ciamis yang terlihat dari daftar &#13;
kehadiran pegawai yang belum maksimal yang ditandai dengan adanya beberapa &#13;
pegawai yang tidak hadir di tempat kerja dengan alasan tidak jelas. Adapun tujuan &#13;
penelitian ini adalah untuk mengetahui disiplin kerja pegawai di Perm Perhutani &#13;
KPH  Ciamis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode  &#13;
kualitatif. Informan dalam penelitian ini sebanyak 8 orang. Teknik pengumpulan &#13;
data adalah studi kepustakaan, studi lapangan (wawancara dan observasi) dan &#13;
dokumentasi. Penulis mengunakan teknik analisis data kualitatif melalui &#13;
pengolahan data hasil wawancara dan observasi untuk ditarik kesimpulan sehingga &#13;
dapat menjawab permasalahan dalam penelitian. Berdasarkan hasil penelitian &#13;
diketahui bahwa: Disiplin kerja pegawai di Perum Perhutani KPH Kabupaten &#13;
Ciamis belum sepenuhnya optimal. Hal ini dilihat masih adanya hambatan yang &#13;
belum sesuai dalam meningkatkan disiplin kerja di Perum Perhutani KPH &#13;
Kabupaten Ciamis seperti adanya sebagian pegawai yang masuk kantor kesiangan &#13;
dan pulang kantor lebih cepat tidak sesuai dengan waktu jam kerja pegawai,  belum &#13;
sesuainya penggunaan pakaian  dalam bekerja sesuai dengan peraturan yang &#13;
berlaku, ketegasan dari atasan dalam memberikan sanksi hukuman bagi pegawai &#13;
yang melanggar, dan pimpinan  belum mampu bersikap tegas, sulit mengambil &#13;
keputusan secara cepat dan tepat. Upaya mengatasi hambatan-hambatan tersebut &#13;
yaitu dengan adanya pengawasan melekat (waskat), penggunaan persensi &#13;
elektronik yang menerapkan foto wajah dan koordinat kantor tempat kerja tidak &#13;
secara manual, dan tidak diberikannya insentif. Adanya pemberian sanksi yang &#13;
bertujuan untuk memperbaiki kedisiplinan pegawai yang melanggar, memberikan &#13;
pelajaran kepada pelanggar dalam memelihara peraturan yang berlaku. Pimpinan &#13;
harus berani dan tegas, bertindak untuk memberi hukuman berupa sanksi kepada &#13;
setiap pegawai yang indisipliner sesuai dengan sanksi hukuman serta peraturan &#13;
yang telah diterapkan oleh organisasi. Pimpinan  harus mampu bersikap tegas, &#13;
dalam mengambil keputusan secara cepat dan tepat
</summary>
<dc:date>2026-07-11T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Implementasi Kebijakan Tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Oleh Dinas Lingkungan Hidup Dan Kebersihan Kabupaten Pangandaran Di Kawasan Wisata Pantai Pangandaran</title>
<link href="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9052" rel="alternate"/>
<author>
<name>SILVIANA, ALIN</name>
</author>
<id>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9052</id>
<updated>2026-08-13T07:36:34Z</updated>
<published>2026-08-12T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Implementasi Kebijakan Tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Oleh Dinas Lingkungan Hidup Dan Kebersihan Kabupaten Pangandaran Di Kawasan Wisata Pantai Pangandaran
SILVIANA, ALIN
Pencemaran limbah hotel di kawasan Wisata Pantai Pangandaran menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang berpotensi mengganggu kualitas ekosistem pesisir dan keberlanjutan sektor pariwisata. Kondisi ini menunjukkan pentingnya implementasi kebijakan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dalam mencegah pencemaran yang berasal dari aktivitas perhotelan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kebijakan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Pangandaran dalam pencegahan pencemaran limbah hotel di kawasan Wisata Pantai Pangandaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan teori implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap tujuh informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan telah berjalan, namun belum optimal. Koordinasi antarinstansi, sosialisasi, dan komitmen pelaksana telah dilaksanakan dengan cukup baik. Namun, masih terdapat kendala berupa keterbatasan sumber daya manusia, belum optimalnya fasilitas IPAL, rendahnya kepatuhan sebagian pelaku usaha hotel, serta kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pengawasan, penyediaan sarana pendukung, penegakan sanksi yang lebih tegas, dan edukasi lingkungan secara berkelanjutan.
</summary>
<dc:date>2026-08-12T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
