<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Faculty of Health Sciences</title>
<link href="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/3231" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/3231</id>
<updated>2026-04-24T19:01:07Z</updated>
<dc:date>2026-04-24T19:01:07Z</dc:date>
<entry>
<title>HUBUNGAN KEBIASAAN MENCUCI TANGAN DENGAN KEJADIAN DEMAM TYPHOID DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANGANDARAN</title>
<link href="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8538" rel="alternate"/>
<author>
<name>Sukaesih, Ade</name>
</author>
<id>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8538</id>
<updated>2026-04-24T02:21:24Z</updated>
<published>2025-12-11T00:00:00Z</published>
<summary type="text">HUBUNGAN KEBIASAAN MENCUCI TANGAN DENGAN KEJADIAN DEMAM TYPHOID DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANGANDARAN
Sukaesih, Ade
Latar belakang Demam typhoid atau typhoid fever adalah penyakit demam akut yang disebabkan akibat infeksi Salmonella typhi. Demam typhoid merupakan penyakit yang dipengaruhi oleh lingkungan, perilaku hidup bersih dan sehat, hygiene diri yang didalamnya termasuk penggunaan air bersih, cuci tangan dan konsumsi jajanan sehat. Hygiene perorangan merupakan ciri berperilaku hidup sehat. Beberapa kebiasaan berperilaku hidup sehat antara lain kebiasaan mencuci. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kebiasaan mencuci tangan dengan kejadian demam typhoid di Wilayah Kerja Puskesmas Pangandaran Tahun 2025. Metode penelitian pada penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini masyarakat yang berusia 17-35 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Pangandaran sebanyak 9.453 orang. Sampel yang diambil menggunakan teknik proporsional random sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 99 orang. Hasil penelitian, menunjukan bahwa sebagian besar responden yaitu 61 orang (61,6%) memiliki kebiasaan mencuci tangan tidak baik, sebagian besar responden yaitu 59 orang (59,6%) mengalami kejadian demam typoid dan terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan mencuci tangan dengan kejadian demam typhoid di Wilayah Kerja Puskesmas Pangandaran karena nilai α &gt; ρ value (0,05 &gt; 0,000), Hubungan ini ditunjukan dengan nilai korelasi sebesar 0.747 yang termasuk kedalam kategori kuat (0,60-0,80). Kesimpulan : terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan mencuci tangan dengan kejadian demam typhoid.&#13;
&#13;
Kata Kunci 	: 	kebiasaan mencuci tangan, demam typoid&#13;
Referenci 	: 	37 (2018-2022)
</summary>
<dc:date>2025-12-11T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>LITERATUR REVIEW  PENGARUH PERAN KELUARGA DALAM PENCEGAHAN DAN  PENATALAKSANAAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI</title>
<link href="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8469" rel="alternate"/>
<author>
<name>Septiana, Resca</name>
</author>
<id>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8469</id>
<updated>2026-04-01T07:33:42Z</updated>
<published>2026-04-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">LITERATUR REVIEW  PENGARUH PERAN KELUARGA DALAM PENCEGAHAN DAN  PENATALAKSANAAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI
Septiana, Resca
ABSTRAK&#13;
LITERATUR REVIEW : PENGARUH PERAN KELUARGA DALAM &#13;
PENCEGAHAN DAN PENATALAKSANAAN ANEMIA PADA REMAJA&#13;
PUTRI&#13;
Resca Noer S1, Daniel Akbar W2, Enik Suhariyanti3&#13;
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Galuh Ciamis&#13;
Pendahuluan: Anemia membawa dampak yang negatif bagi kesehatan seorang &#13;
remaja jika terjadi secara terus menerus, Peranan keluarga menjadi salah satu faktor &#13;
yang mempengaruhi anemia pada remaja Metode: Desain pada penelitian ini &#13;
menggunakan literatur review dengan pendekatan PRISMA dan kriteria PICOS, &#13;
menyeleksi 10 artikel dari database Google Scholar dan PubMed yang relevan. &#13;
Pencarian jurnal dilakukan pada bulan April-Juli 2025, dengan tahun publikasi &#13;
10 tahun terakhir. Hasil dan Pembahasan: Hasil Analisa terhadap 10 jurnal bahwa &#13;
seluruh jurnal didapatkan bahwa adanya pengaruh peran keluarga dalam &#13;
pencegahan dan penatalaksanaan anemia pada remaja putri. Kesimpulan: Hasil &#13;
kesimpulan dari analisis jurnal pada study literature review ini adalah bahwa &#13;
adanya pengaruh peran keluarga dalam pencegahan dan penatalaksanaan anemia &#13;
pada remaja putri. &#13;
Kata Kunci: Peran Orangtua, Anemia, Remaja Putri&#13;
&#13;
ABSTRACT&#13;
LITERATURE REVIEW: THE INFLUENCE OF FAMILY ROLES IN THE &#13;
PREVENTION AND MANAGEMENT OF ANEMIA IN ADOLESCENT &#13;
GIRLS&#13;
Resca Noer S1&#13;
, Daniel Akbar W2&#13;
, Enik Suhariyanti3&#13;
Faculty of Health Sciences Galuh University Ciamis&#13;
Introduction: Anemia has a negative impact on the health of an adolescent if it &#13;
occurs continuously, the role of the family is one of the factors that influence anemia &#13;
in adolescents. Methods: The design of this study used a literature review with the &#13;
PRISMA approach and PICOS criteria, selecting 10 articles from the relevant &#13;
Google Scholar and PubMed databases. Journal searches were conducted in AprilJuly 2025, with publication years in the last 10 years. Results and Discussion: The &#13;
results of the analysis of 10 journals that all journals found that there was an &#13;
influence of the role of the family in the prevention and management of anemia in &#13;
adolescent girls. Conclusion: The conclusion of the journal analysis in this &#13;
literature review study is that there is an influence of family roles in the prevention &#13;
and management of anemia in adolescent girls. &#13;
Keywords: Parental Role, Anemia, Adolescent Girls
</summary>
<dc:date>2026-04-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>EFEKTIVITAS TERAPI MUSIK DALAM MENGATASI INSOMNIA PADA WARGA BINAAN MENJELANG BEBAS DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB BANJAR TAHUN 2025</title>
<link href="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8468" rel="alternate"/>
<author>
<name>Marsella, Shintia</name>
</author>
<author>
<name>Hertini, Reni</name>
</author>
<author>
<name>Hidayat, Asep Wahyudin</name>
</author>
<id>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8468</id>
<updated>2026-03-31T03:14:17Z</updated>
<published>2026-03-09T00:00:00Z</published>
<summary type="text">EFEKTIVITAS TERAPI MUSIK DALAM MENGATASI INSOMNIA PADA WARGA BINAAN MENJELANG BEBAS DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB BANJAR TAHUN 2025
Marsella, Shintia; Hertini, Reni; Hidayat, Asep Wahyudin
Insomnia merupakan masalah kesehatan yang sering dialami warga binaan pemasyarakatan (WBP), khususnya pada masa menjelang bebas akibat tekanan psikologis dan lingkungan yang kurang kondusif. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas terapi musik frekuensi 432 Hz dalam menurunkan tingkat insomnia pada WBP menjelang bebas di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Banjar Tahun 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental one group pretest–posttest. Sampel berjumlah 20 WBP laki-laki usia 23–45 tahun yang dipilih melalui teknik total sampling. Intervensi diberikan selama 15 menit setiap hari selama 7 hari. Tingkat insomnia diukur menggunakan Insomnia Severity Index (ISI) dan dianalisis dengan uji Shapiro–Wilk serta paired t-test. Hasil menunjukkan rerata skor insomnia menurun signifikan dari 13,80 menjadi 3,35 (p &lt; 0,001) dengan effect size (Cohen’s d = 3,21) yang menunjukkan pengaruh sangat besar. Disimpulkan bahwa terapi musik frekuensi 432 Hz efektif menurunkan tingkat insomnia dan berpotensi diintegrasikan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis dalam program pembinaan kesehatan untuk meningkatkan kualitas tidur warga binaan. Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi relaksasi berbasis musik memiliki relevansi klinis dalam mendukung kesehatan tidur warga binaan menjelang bebas (reintegrasi sosial).
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas terapi musik frekuensi 432 Hz dalam menurunkan tingkat insomnia pada warga binaan pemasyarakatan yang menjelang bebas di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Banjar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental one group pretest–posttest terhadap 20 responden. Intervensi diberikan selama 15 menit setiap hari selama tujuh hari berturut-turut, dengan pengukuran insomnia menggunakan instrumen Insomnia Severity Index (ISI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi musik frekuensi 432 Hz efektif menurunkan tingkat insomnia secara signifikan sehingga berpotensi menjadi intervensi keperawatan nonfarmakologis untuk meningkatkan kualitas tidur warga binaan menjelang bebas.
</summary>
<dc:date>2026-03-09T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Asuhan Kebidanan kelanjutan pada ny E usia 31 thn G2P0A1 hamil 39 mg Fisiologis di Puskesmas Cihaurbeuti Kab Ciamis</title>
<link href="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8416" rel="alternate"/>
<author>
<name>PURWITASARI, EPA</name>
</author>
<id>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8416</id>
<updated>2026-02-10T00:46:00Z</updated>
<published>2025-06-23T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Asuhan Kebidanan kelanjutan pada ny E usia 31 thn G2P0A1 hamil 39 mg Fisiologis di Puskesmas Cihaurbeuti Kab Ciamis
PURWITASARI, EPA
</summary>
<dc:date>2025-06-23T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
