<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Civil Engineering</title>
<link href="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/3230" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/3230</id>
<updated>2026-04-24T19:21:14Z</updated>
<dc:date>2026-04-24T19:21:14Z</dc:date>
<entry>
<title>EVALUASI PENJADWALAN DAN PENGENDALIAN WAKTU DENGAN METODE PRECEDENCE DIAGRAM METHOD (PDM) (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Gedung Kantor Pabrik PT. Macroprima Panganutama Semarang)</title>
<link href="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8499" rel="alternate"/>
<author>
<name>Andriansyah, Muhamad Yunus</name>
</author>
<id>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8499</id>
<updated>2026-04-14T03:46:26Z</updated>
<published>2026-04-04T00:00:00Z</published>
<summary type="text">EVALUASI PENJADWALAN DAN PENGENDALIAN WAKTU DENGAN METODE PRECEDENCE DIAGRAM METHOD (PDM) (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Gedung Kantor Pabrik PT. Macroprima Panganutama Semarang)
Andriansyah, Muhamad Yunus
One of the scheduling methods often used in project scheduling is the Precedence Diagram Method. This construction project experienced a delay in duration from the initial plan of 148 days to 162 days. The objective of this study is to determine the results of time scheduling calculations using the Microsoft Project-based Precedence Diagram Method method and to compile a Precedence Diagram Method network diagram in the Evaluation of Scheduling and Control in the Construction of the PT. Macroprima Panganutama Semarang Factory Office Building. The research method used is a descriptive method with a quantitative approach. &#13;
Based on the Precedence Diagram Method method calculation results using Microsoft Project, the critical path is in the pile cap works for the RCBK building, concrete slab works, steel structure column works, steel structure beam works, steel structure roof accessory works, and iron works, with a total project completion duration of 120 days. To achieve this 120-day duration, three night shifts are added per week, on Tuesdays, Thursdays, and Fridays. The night shifts run from 4:00 PM to 10:00 PM WIB. Another alternative is to accelerate the duration (crashing) by adding three workers, two craftsmen, and one steel craftsman to crash every task on the critical path, resulting in 135 days. According to field data, this project was completed in 162 days, while the project plan was 148 days. In this case, project scheduling using the Precedence Diagram Method method with Microsoft Project is the fastest and most optimal because the project can be scheduled and completed in 120 days.
</summary>
<dc:date>2026-04-04T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>ANALISIS KINERJA STRUKTUR GEDUNG BERTINGKAT AKIBAT BEBAN GEMPA DENGAN METODE TIME HISTORY (Studi Kasus : Gedung Fave Hotel Bandar Lampung)</title>
<link href="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8471" rel="alternate"/>
<author>
<name>Thoriq, Moch. Irsyad</name>
</author>
<id>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8471</id>
<updated>2026-04-06T03:57:13Z</updated>
<published>2001-04-04T00:00:00Z</published>
<summary type="text">ANALISIS KINERJA STRUKTUR GEDUNG BERTINGKAT AKIBAT BEBAN GEMPA DENGAN METODE TIME HISTORY (Studi Kasus : Gedung Fave Hotel Bandar Lampung)
Thoriq, Moch. Irsyad
Indonesia merupakan Negara yang dikelilingi oleh pertemuan tiga lempeng utama dunia yaitu, lempeng Indo-Australia lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik. Secara geologi, di daerah seperti itu akan banyak dijumpai struktur geologi seperti patah dan sesar. Resiko akibat struktur geologi tersebut yaitu rentan terjadi gempa bumi. Gempa yang kuat dapat menyebabkan bangunan runtuh dan memakan korban jiwa dan gempa terjadi secara tiba-tiba tanpa bisa diprediksi. Oleh karena itu sebaiknya bangunan dibangun dengan konsep bangunan tahan gempa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kinerja struktur gedung. Analisis yang di gunakan yaitu anailisis dinamik dengan metode riwayat waktu (Time History). Kemudian dilakukan evaluasi kinerja struktur terhadap gempa rencana dengan menggunakan metode spektrum kapasitas (ATC-40). &#13;
Desain penelitian yang digunakan Adalah deskriptif kuantitatif dengan studi kasus gedung Fave Hotel Bandar Lampung. Penelitian dilakukan dengan pemodelan 3 (tiga) dimensi dan kemudian dilakukan analisis struktur menggunakan analisis respon riwayat waktu (Time History). &#13;
Berdasarkan hasil analisis didapat nilai simpangan lateral maksimum yang terjadi akibat beban  gempa menggunakan metode riwayat waktu yaitu sebesar 59.10 mm untuk arah X dan 73.40 untuk arah Y. Adapun kinerja struktur gedung Fave Hotel Bandar Lampung akibat beban gempa respons spektrum maupun Riwayat waktu berdasarkan ATC-40 dengan nilai maksimum total drift lantai atap sebesar 0.0018 dan maksimum inelastic drift lantai atap sebesar 0.0018 menunjukkan level kinerja Struktur termasuk dalam level Immediate Occupancy (IO).
</summary>
<dc:date>2001-04-04T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>ANALISIS TITIK RAWAN KECELAKAAN LALU LINTAS  PADA RUAS JALAN CIAMIS - BANJAR (KM BANDUNG  129+000 – KM 131+000)</title>
<link href="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8470" rel="alternate"/>
<author>
<name>Hanafi, Farhan</name>
</author>
<id>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8470</id>
<updated>2026-04-02T07:10:45Z</updated>
<published>2026-02-04T00:00:00Z</published>
<summary type="text">ANALISIS TITIK RAWAN KECELAKAAN LALU LINTAS  PADA RUAS JALAN CIAMIS - BANJAR (KM BANDUNG  129+000 – KM 131+000)
Hanafi, Farhan
Ruas Jalan raya Ciamis – Banjar (km Bandung 129+000 – km131+000) merupakan jalur utama di Kabupaten Ciamis, dengan volume lalu lintas jalan yang padat. Berdasarkan detikJabar (2024) mencatat angka kecelakaan lalu lintas di kabupaten Ciamis Jawa Barat di tahun 2024 masih terbilang tinggi. Polres ciamis mencatat sebanyak 363 kecelakaan lalu lintas terjadi sepanjang 2024. Sebanyak 120 orang korban meninggal dunia, 2 luka berat, dan 430 luka ringan di jalan raya ciamis. Meski masih terbilang tinggi, jumlah kasus kecelakaan lalu lintas tahun 2024 menurun jika di bandingkan dengan tahun 2023. Pada tahun 2023 ada 405 kasus kecelakaan lalu lintas dengan korban tewas 126 orang, 25 luka berat, dan 453 luka ringan. Berdasarkan uraian di atas maka perlu dilakukan analisis titik rawan kecelakaan lalu lintas pada ruas jalan Ciamis – Banjar (km Bandung 129+000 – km Bandung 131+000) untuk mengetahui titik – titik rawan kecelakaan jalur tersebut, serta mengevaluasi kontribusi kondisi geometrik tersebut terhadap potensi kecelakaan di ruas jalan Ciamis – Banjar (KM Bandung 129+000 – KM Bandung 131+000), yang diketahui sebagai salah satu titik rawan kecelakaan.&#13;
&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa titik lokasi rawan kecelakaan pada ruas Jalan Ciamis Banjar Pada tahun 2020 terdapat pada segmen 2 dengan nilai Angka Ekivalen Kecelakaan = 84 dan nilai Upper Control Limit = 85,85 maka beresiko terjadinya rawan kecelakaan, pada tahun 2021 lokasi rawan kecelakaan terjadi di segmen 2 dengan nilai Angka Ekivalen Kecelakaan = 147 dan nilai Upper Control Limit = 119,18, pada tahun 2022 lokasi rawan kecelakaan terjadi pada segmen 2 dengan nilai Angka Ekivalen Kecelakaan = 132 dan nilai Upper Control Limit = 103,02, pada tahun 2023 lokasi yang rawan kecelakaan terjadi di segmen 2 dengan nilai Angka Ekivalen Kecelakaan = 168 dan nilai Upper Control Limit = 155,72, dan yang terakhir pada tahun 2024 lokasi rawan kecelakaan terjadi pada segmen 1 dengan nilai Angka Ekivalen Kecelakaan = 159 dan nilai Upper Control Limit = 125,06. Sehingga titik rawan kecelakaan berada pada segmen 2 yang memiliki karakter jalan yang buruk, serta minimnya penerangan yang rmempengaruhi   jarak pandang hal ini dapat berpotensi besar terhadap terjadinya kecelakaan.
</summary>
<dc:date>2026-02-04T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Redesain Geometrik Ruas jalan Raya Emplak Kalipucang Kabupaten pangandaran ( KM 202,5 - KM 203,5 )</title>
<link href="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8467" rel="alternate"/>
<author>
<name>Nurul Hakim, Luthfi</name>
</author>
<id>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8467</id>
<updated>2026-03-31T03:09:56Z</updated>
<published>2026-02-04T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Redesain Geometrik Ruas jalan Raya Emplak Kalipucang Kabupaten pangandaran ( KM 202,5 - KM 203,5 )
Nurul Hakim, Luthfi
Geometrik jalan merupakan perencanaan bentuk fisik jalan dengan memperhatikan aspek teknis, ekonomi, dan lingkungan guna menjamin keselamatan serta kenyamanan pengguna. Jalan raya Emplak memiliki banyak tikungan tajam dan alinyemen vertikal yang naik turun (rolling terrain), Jalan berada di daerah miring, dengan bagian sisi berupa tebing yang cukup tinggi yang berbatasan dengan jurang atau lereng menurun. Redesign merupakan solusi dalam permasalahan geometrik jalan dengan tujuan memperbaiki dan menyempurnakan kondisi jalan.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk meredesign geometrik jalan serta mengetahui alinyemen horizontal dan vertikal pada ruas jalan raya Emplak Kalipucang Kabupaten Pangandaran dengan menggunakan jenis penelitian kuantitatif untuk mendapatkan data primer Metode penelitian meliputi pengukuran kontur lapangan menggunakan alat Total Station pada beberapa titik pengamatan, yang kemudian diolah menjadi peta kontur sebagai dasar penentuan alinyemen horizontal dan vertikal. Analisis geometrik dilakukan dengan mengacu pada Pedoman Desain Geometrik Jalan Nomor 13/P/BM/2021 serta Permen PUPR No. 19/PRT/M/2021. Manfaat penelitian ini dapat memberikan solusi teknis untuk perbaikan kondisi geometrik jalan, serta menjadi refrensi bagi praktisi dalam desain geometrik jalan.&#13;
Hasil perancangan menunjukkan adanya empat tikungan dengan tipe Spiral–Circle–Spiral (SCS) dan Spiral–Spiral (SS) yang masing-masing memiliki radius serta sudut tikungan berbeda, sehingga diperlukan penyesuaian untuk memenuhi standar kecepatan rencana 40 km/jam. Tikungan pertama tipe SCS dengan sudut 45,57° dan jari-jari 241 m,Tikungan kedua tipe SCS dengan sudut 40,96° dan jari-jari 136 m,Tikungan ketiga tipe SS dengan sudut 56,58° dan jari-jari 115 m dan Tikungan keempat tipe SS dengan sudut 60,98° dan jari-jari 115 m.Perhitungan luas daerah menghasilkan 63,64 m² untuk galian dan 133,76 m² untuk timbunan. Sementara itu, perhitungan volume menunjukkan 9.737,29 m³ untuk galian dan 6.336,11 m³ untuk timbunan.
</summary>
<dc:date>2026-02-04T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
