<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Siti Rohmah</title>
<link href="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/191" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/191</id>
<updated>2026-04-25T01:17:16Z</updated>
<dc:date>2026-04-25T01:17:16Z</dc:date>
<entry>
<title>PENGARUH PEMBERIAN PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT KECEMASAN IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA TM III  DALAM KESIAPAN PERSALINAN DI BPS MULYANI  PURWOGONDO KALINYAMATAN JEPARA</title>
<link href="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/193" rel="alternate"/>
<author>
<name>rohmah, siti</name>
</author>
<id>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/193</id>
<updated>2019-06-26T03:28:13Z</updated>
<published>2013-06-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">PENGARUH PEMBERIAN PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT KECEMASAN IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA TM III  DALAM KESIAPAN PERSALINAN DI BPS MULYANI  PURWOGONDO KALINYAMATAN JEPARA
rohmah, siti
Kecemasan ibu hamil menghadapi persalinan terutama primigravida berkaitan dengan emosi ibu yang berpengaruh pada proses persalinan, kecemasan persalinan pertama merupakan kondisi psikologis yang tidak menyenangkan dikarenakan adanya perubahan fisiologis yang menyebabkan ketidakstabilan psikologis. Hal ini berkaitan dengan pengalaman baru yang dialami ibu hamil serta terbatasnya pengetahuan tentang kehamilan. Ibu hamil perlu memperoleh informasi yang benar mengenai kecemasan dalam menghadapi persalianan, cara mengatasinya serta faktor yang mempengaruhinya.  &#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tigkat kecemasan ibu hamil primigravida TM III sebelum perlakuan, tingkat kecemasan ibu hamil primigravida TM III setelah perlakuan, serta menganalisis perbedaan tingkat kecemasan ibu hamil primigravida trimester III dalam kesiapan persalinan sebelum dan sesudah di berikan pendidikan kesehatan. &#13;
Jenis penelitian ini adalah experimental dengan rancangan pre-experimental menggunakan one group pretest–posttest design dengan teknik total sampling. Instrument penelitian ini menggunakan data primer (kuesioner). &#13;
Hasil penelitian analisis bivariat menunjukkan nilai mean pada ibu hamil sebelum diberikan pendidikan kesehatan (pre test) = 24,8 dan nilai mean satelah diberikan pendidikan kesehatan (post test) = 19,4 yang menunjukan nilai pv = 0,000 pada α = 0,05 berarti p&lt;0,05 maka Ho ditolak yang artinya ada pengaruh pemberian pendidikan kesehatan terhadap tingkat kecemasan ibu dalam kesiapan persalinan di BPS Mulyani Purwogondo Kalinyamatan Jepara.&#13;
&#13;
Kata kunci : &#13;
Pendidikan Kesehatan, Tingkat Kecemasan
PENDAHULUAN&#13;
1.	Latar Belakang&#13;
Kehamilan dan persalinan merupakan proses fisiologis dalam fase kehidupan seorang wanita. Masa kehamilan dibagi menjadi tiga trimester yang di dalamnya terjadi suatu perubahan didalam tubuh wanita itu sendiri, baik perubahan fisik maupun psikologis.&#13;
Meskipun kehamilan merupakan kejadian fisiologis, namun banyak wanita yang diliputi rasa panik dan cemas dikarenakan adanya perubahan fisik maupun psikologis tersebut. Hal ini disebut fear-tension-pain concept (sakit-tegang-takut), dimana rasa takut menimbulkan rasa ketegangan atau kepanikan yang menyebabkan otot-otot menjadi kaku dan akhirnya menyebabkan rasa sakit (Macdougall, 2003). Ada dua hal yang menyebabkan kecemasan pada ibu hamil yaitu perasaan takut dan penolakan ibu terhadap kehamilannya. Ketakutan atau kecemasan ibu menghadapi persalinan terutama primigravida, berkaitan dengan emosi ibu yang berpengaruh pada proses persalinan. Kecemasan persalinan pertama merupakan perasaan atau kondisi psikologis yang tidak menyenangkan dikarenakan adanya perubahan fisiologis yang menyebabkan ketidakstabilan kondisi psikologis. Hal ini berkaitan dengan pengalaman baru yang dialami ibu hamil serta masih terbatasnya pengetahuan tentang kehamilan dan kurangnya dukungan dari suami maupun keluarga. Hal ini sesuai dengan pendapat Notoadmodjo (2003) yang mengatakan bahwa melalui pendidikan kesehatan baik  yang dilakukan secara langsung maupun tidak langsung menjadi salah satu upaya pembelajaran bagi masyarakat untuk dapat mengatasi kecemasan yang dirasakan menjelang  persalinan. Berdasarkan data dari Dinkes Kabupaten Jepara jumlah ibu hamil yang melakukan ANC pada Tahun 2009 khususnya pada kunjungan K4 mengalami peningkatan yaitu sebesar 93,82% yang sebelumnya 87,42%, ini membuktikan bahwa ibu hamil peduli akan kehamilannya dan merasa kawatir akan keadaan kehamilannya, sedangkan berdasarkan wawancara dari bidan yang bersangkutan data kunjungan ANC di BPS Mulyani Purwogondo Kalinyamatan Jepara pada Bulan Oktober-November sebanyak 60 primigravida yang memasuki  trimester  III yang mengalami perasaan kawatir dan cemas akan kondisi kehamilannya dan belum mempersiapkan diri. Ini membuktikan bahwa ibu hamil primigravida lebih cemas di banding ibu yang sudah pernah melahirkan (multigravida ).&#13;
Berdasarkan uraian tersebut  peneliti tertarik dalam melakukan penelitian  yang berjudul pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat  kecemasan ibu hamil primigravida trimester III dalam kesiapan  persalinan di BPS Mulyani Purwogondo Kalinyamatan Jepara.
</summary>
<dc:date>2013-06-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Pengaruh Paparan Informasi, Lingkungan, Tokoh Masyarakat, dan Tenaga Kesehatan terhadap Partisipasi dalam Desa Siaga</title>
<link href="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/192" rel="alternate"/>
<author>
<name/>
</author>
<id>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/192</id>
<updated>2019-06-26T03:18:31Z</updated>
<published>2019-02-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengaruh Paparan Informasi, Lingkungan, Tokoh Masyarakat, dan Tenaga Kesehatan terhadap Partisipasi dalam Desa Siaga
ABSTRAK&#13;
&#13;
Desa siaga merupakan gambaran masyarakat yang sadar, mau dan mampu untuk mencegah dan mengatasi berbagai ancaman terhadap kesehatan masyarakat. Desa siaga terbentuk atas prakasa petugas kesehatan, koordinator bidan dan dibantu oleh beberapa petugas kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung serta besarannya antara paparan media informasi, lingkungan social, peran tokoh masyarakat dan peran petugas kesehatan terhadap partisipasi keluarga dalam pengembangan desa siaga di Desa Payung Agung Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis Tahun 2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif yang menggunakan desain cross-setional. Sampel yang digunakan sebanyak 80 keluarga sebagai responden. Metode analisis yang digunakan adalah Structural Equation Model (SEM) mengunakan SmartPLS 2.0 dan SPSS 20. Hasil pengujian hipotesis dengan Structural Equation Model (SEM) dengan metode smartPLS didapat temuan bahwa variabel partisipasi keluarga dalam pengembangan desa siaga di Desa Payung Agung Kabupaten Ciamis dipengaruhi oleh paparan media massa (16,68%), lingkungan sosial (21,64%), peran tokoh masyarakat (20,94%) dan peran tenaga kesehatan (15,55%). Pengaruh langsung partisipasi keluarga dalam pengembangan desa siaga di Desa Payung Agung Kabupaten Ciamis sebesar 74,8% dan pengaruh tidak langsung sebesar 1,57%. Total pengaruh langsung dan tidak langsung Partisipasi keluarga dalam pengembangan desa siaga di Desa Payung Agung Kabupaten Ciamis  adalah sebesar 76,4%. Hasil penelitian ini adalah lingkungan sosial yang baik akan meningkatkan partisipasi keluarga dalam pengembangan desa siaga Sebaliknya peran tokoh masyarakat yang kurang baik akan menurunkan partisipasi keluarga dalam pengembangan desa siaga.Saran penelitian yaitu sebaiknya meningkatkan koordinasi dengan  stakeholder  di desa melalui forum desa dan berupaya membentuk pemberdayaan masyarakat menuju masyarakat yang mandiri. &#13;
&#13;
Kata Kunci : Informasi, Lingkungan, Tokoh Masyarakat, Petugas Kesehatan, Partisipasi&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
ABSTRACT&#13;
&#13;
Village standby is a picture of the people who are aware, willing and able to prevent and overcome various threats to public health. Desa siaga is formed on the prakasa of health workers, midwife coordinator and assisted by some health workers. The purpose of this study is to know the direct and indirect influence and magnitude between the exposure of information media, social environment, the role of community leaders and the role of health officers towards family participation in the development of siaga village in Payung Agung Village, Panumbangan District, Ciamis Regency 2017. Methods used in research this is a quantitative approach that uses cross-sional design. The sample used is 80 families as respondents. The analytical method used is Structural Equation Model (SEM) using SmartPLS 2.0 and SPSS 20. The result of hypothesis testing with Structural Equation Model (SEM) with smartPLS method found that family participation variable in the development of siaga village in Payung Agung Village of Ciamis Regency influenced by exposure mass media (16.68%), social environment (21.64%), community leaders (20.94%) and health personnel role (15.55%). The direct influence of family participation in the development of siaga village in Payung Agung Village of Ciamis Regency is 74.8% and indirect influence of 1.57%. Total direct and indirect influence Family participation in the development of siaga village in Payung Agung Village of Ciamis Regency is 76 , 4%. The results of this study are that a good social environment will increase family participation in the development of alert villages. In contrast, the role of poor community leaders will reduce family participation in the development of idle villages.&#13;
The research suggestion should be to improve coordination with stakeholders in villages through village forums and attempt to form community empowerment towards an independent community.&#13;
&#13;
Keywords: Information, Environment, Community Leaders, Health Officers, Participation
Pendahuluan &#13;
Desa siaga merupakan gambaran masyarakat yang sadar, mau dan mampu untuk mencegah dan mengatasi berbagai ancaman terhadap kesehatan masyarakat seperti pertolongan persalinan oleh petugas kesehatan, kurang gizi, penyakit menular, kejadian bencana alam, kecelakaan, dan lain-lain dengan meningkatkan kesadaran bergotong royong menuju Desa Siaga yang sehat.1 &#13;
Desa siaga terbentuk atas prakasa petugas kesehatan, koordinator bidan dan dibantu oleh beberapa petugas kesehatan. Petugas kesehatan bisa dari kecamatan, kabupaten, maupun propinsi. Mereka memberikan pelatihan kepada kader yang akan membantu dalam upaya terlaksananya desa siaga..2&#13;
Tingkat keberhasilan Desa Siaga Di Tingkat Nasional cenderung belum maksimal. Hasil Survei Kesehatan Nasional (2012), menunjukkan bahwa: (1) Cakupan penolong persalinan oleh petugas kesehatan sebesar 64%, dengan target nasional 90%; (2) Bayi diberi ASI eksklusif 39,5 %, dengan target nasional 80%; (3) Cakupan JPKM 19%, target nasional 80%; (4) Jenis sumber air yang paling banyak digunakan adalah air sumur terlindung sebesar 35% dan ketersediaan air bersih 81 %, target nasional 85 %; (5) Rumah tangga yang menggunakan jamban sehat 49%, target nasional 80%; (6) Kesesuaian luas lantai dengan jumlah penghuni 35 % dengan target nasional 80 % (7) Lantai rumah bukan lantai tanah 35% target nasional 80%; (8) Hanya 36 % penduduk Indonesia yang tidak merokok dalam rumah; (9) Hanya 18% penduduk yang melakukan aktifitas fisik; (10) Hanya 16 % yang makan buah dan sayur setiap hari.3&#13;
Peran serta keluarga khususnya yang terkait dengan upaya kesehatan ibu dan bayi masih belum berfungsi sesuai dengan yang diharapkan. Keluarga dan masyarakat masih belum berdaya untuk mencegah terjadinya 4 (empat) terlalu dalam kehamilan dan persalinan: terlalu muda hamil, terlalu tua hamil, terlalu banyak anak dan terlalu  pendek jarak kelahiran, dan 3 (tiga) terlambat: terlambat mengambil keputusan mencari pelayanan kesehatan terampil, terlambat tiba di rumah sakit karena masalah transportasi, dan terlambat dalam tindakan medis.4&#13;
Peran keluarga yang kurang aktif dalam pelaksanaan desa siaga dapat menyebabkan langsung kematian ibu seperti perdarahan (30%), eklamsia (25%), partus lama (5%), komplikasi aborsi (8%), dan infeksi (12%). Resiko kematian meningkat bila ibu menderita anemia, kekurangan energi kronik dan penyakit.5 &#13;
Salah satu upaya untuk meningkatkan pertisipasi masyarakat dengan adanya advokasi yang merupakan suatu kegiatan untuk memperoleh komitmen politik, dukungan kebijakan, penerimaan sosial dan dukungan sistem dari pembuat keputusan atau pembuat kebijakan terhadap program kesehatan yang bertujuan untuk mendorong dikeluarkannya kebijakan-kebijakan publik sehingga dapat mendukung atau menguntungkan kesehatan.6&#13;
Peran serta maupun partisipasi puskesmas setempat dan tokoh masyarakatyang diantaranya adalah masyarakat dalam pelaksanaan dan pengembangan Desa Siaga terdiri dari dua kategori, yaitu peran serta secara langsung maupun peran serta secara tidak langung. Peran serta secara langsung meliputi upaya sosialisasi, melaksanakan Dasolin, donor darah, dan notifikasi. Sedangkan peran serta secara tak langsung bisa meliputi. 7&#13;
Upaya promosi kesehatan dilakukan oleh puskesmas, karena puskesmas merupakan sarana kesehatan dasar yang memberikan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat melalui pemberdayaan kader kesehatan, tokoh masyarakat dan lintas sektoral untuk mempromosikan berbagai program-program kesehatan termasuk PHBS. Puskesmas merupakan penghubung langsung antara program pemerintah dengan masyarakat, dan melalui promosi kesehatan pemberdayaan masyarakat dilakukan untuk meningkatkan motivasi mereka mencapai perubahan lingkungan fisik dan sosial melalui desa SIAGA Aktif. 8&#13;
Mengacu data yang telah disebutkan, walaupun terjadi perbaikan angka kesakitan dari tahun 2009 ke tahun 2010, akan tetapi dalam hal ini digambarkan dengan angka kejadian penyakit saluran nafas, diare masih tinggi dan jauh dari target pemerintah setempat khususnya di Kabupaten Ciamis. Di tambah lagi dengan tingginya angka balita dengan gizi buruk serta pertolongan persalinan yang dilakukan oleh tenaga non medis di Desa Payung Agung Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis.9 &#13;
Puskesmas Payung Agung selama tahun 2009, dilaporkan bahwa angka kejadian penyakit saluran nafas atas di Desa Payung Agung adalah tinggi (975 kasus). Sedangkan pada tahun 2010, angka tersebut turun menjadi 652 kasus (15,86%) dari seluruh kasus penyakit saluran nafas atas yang ditangani.5&#13;
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung serta besarannya antara paparan media informasi, lingkungan social, peran tokoh masyarakat dan peran petugas kesehatan terhadap partisipasi keluarga dalam pengembangan desa siaga di Desa Payung Agung Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis Tahun 2017.
</summary>
<dc:date>2019-02-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
