<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Jurnal Artefak</title>
<link href="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/135" rel="alternate"/>
<subtitle>The Jurnal Artefak was first published in 2014 based on a decree. ISSN 0005.0188/JI.3.2/SK.ISSN/2014.03 and ISSN: 2355-5726. The Jurnal Artefak also has an electronic ISSN: 2580-0027. Since 2017 with SK ISSN 0005.25800027/JI.3.1/SK.ISSN/2017.05 (19 May 2017).  Every year the Jurnal Artefak publishes twenty articles for two issues in April and September. The focus of the studies carried out in this publication include history, historiography, educational history, and socio-culture. Currently the editorial staff of the Artifact Journal led by Aan Suryana, S.Pd., M.Pd.  The editorial staff of the Jurnal Artefak is located in the Department of History Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Galuh at the FKIP Building 3rd floor, Jl. RE Martadinata No. 150 Ciamis, 46274 West Java. email: jurnalartefak@unigal.ac.id.</subtitle>
<id>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/135</id>
<updated>2026-04-24T21:00:59Z</updated>
<dc:date>2026-04-24T21:00:59Z</dc:date>
<entry>
<title>Tari Gajah Barong Sebagai Upaya Pelestarian dan Eksistensi Cerita Masyarakat Lokal di Baregbeg, Kabupaten Ciamis</title>
<link href="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/7189" rel="alternate"/>
<author>
<name>HERVISTA, GHEA ANDRIANY</name>
</author>
<id>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/7189</id>
<updated>2025-09-02T23:40:12Z</updated>
<published>2025-05-31T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Tari Gajah Barong Sebagai Upaya Pelestarian dan Eksistensi Cerita Masyarakat Lokal di Baregbeg, Kabupaten Ciamis
HERVISTA, GHEA ANDRIANY
Gajah Barong Dance is a traditional art from Baregbeg, Ciamis Regency, which contains elements of folklore, myth, and local culture. This study aims to examine the history, transformation process, and meaning of Gajah Barong Dance in the lives of local people. The method used in this research is a qualitative approach with a descriptive-interpretative approach, through observation, literature study and documentation, to gain an in-depth understanding of this dance. The results showed that Gajah Barong Dance not only functions as entertainment, but also as a means of preserving local cultural values and local community identity. Its transformation process from oral story to performing art reflects the dynamics of an evolving culture. The implications of this research emphasize the importance of preserving traditional arts as part of Indonesia's cultural diversity. Therefore, it is recommended that there be strategic efforts in supporting the sustainability of Gajah Barong Dance through education, documentation, and revitalization of performances in various media.
</summary>
<dc:date>2025-05-31T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Potensi Sintren Sebagai Sumber Nilai dan Spiritual Masyarakat Petani Patimuan</title>
<link href="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/6097" rel="alternate"/>
<author>
<name>Sudarto, Sudarto</name>
</author>
<author>
<name>Nurholis, Egi</name>
</author>
<author>
<name>Brata, Yat Rospia</name>
</author>
<id>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/6097</id>
<updated>2024-11-22T14:27:17Z</updated>
<published>2024-09-30T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Potensi Sintren Sebagai Sumber Nilai dan Spiritual Masyarakat Petani Patimuan
Sudarto, Sudarto; Nurholis, Egi; Brata, Yat Rospia
Sintren sebagai seni pertunjukan tradisional warisan budaya masyarakat petani, muncul sebagai ekspresi budaya yang signifikan dalam masyarakat petani Patimuan. Artikel ini mengeksplorasi potensi kesenian Sintren sebagai sumber nilai dan spiritualitas, dengan menekankan perannya dalam identitas masyarakat, kohesi sosial, dan pengayaan spiritual. Fokus utamanya pada nilai spiritual dalam sintren, nilai budaya serta perubahan dan tantangan di era globalisasi yang makin menggerus seni tradisional tersebut. Melalui analisis kualitatif dan keterlibatan masyarakat, studi ini menyoroti bagaimana kesenian Sintren yang tidak hanya sebagai upaya melestarikan warisan budaya tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki dan tujuan tertentu di antara para petani. Berdasarkan penggalian potensinya didapatkan hasil bahwa Sintren sebagai sumber nilai dan spiritualitas masyarakat petani Patimuan, sekaligus sebagai media mentransmisikan cerita-cerita dan ajaran spiritual dari generasi ke generasi. Sebagai upaya mendidik masyarakat tentang pentingnya hidup selaras dengan norma-norma budaya dan agama.
</summary>
<dc:date>2024-09-30T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Nilai-Nilai Kearifan Lokal Tradisi Ruwahan Desa Sindangsari - Banjarsari Kabupaten Ciamis</title>
<link href="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/4769" rel="alternate"/>
<author>
<name>Rahmawati, Neli</name>
</author>
<author>
<name>Brata, Yat Rospia</name>
</author>
<author>
<name>Budiman, Agus</name>
</author>
<author>
<name>Sudarto, Sudarto</name>
</author>
<id>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/4769</id>
<updated>2024-08-15T17:05:59Z</updated>
<published>2023-09-14T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Nilai-Nilai Kearifan Lokal Tradisi Ruwahan Desa Sindangsari - Banjarsari Kabupaten Ciamis
Rahmawati, Neli; Brata, Yat Rospia; Budiman, Agus; Sudarto, Sudarto
Tradisi Ruwahan merupakan salah satu tradisi yang biasa dilaksanakan masyarakat Desa Sindangsari Kecamatan Banjrsari Kabupaten Ciamis sebelum datangnya bulan suci ramadhan, yang didalamnya terkandung Nilai-Nilai Kearifan Lokal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan kualitatif Historis yaitu 1) Heuristik, 2) Kritik, 3) Interpretasi, 4) Historiografi. Selain itu juga menggunakan Metode Antropologi yang merupakan metode penelitian Sosial-Budaya (cultur domain) dengan menggunakan triangulasi atau beberapa metode pada saat mengumpulkan dan menganalisis data secara bersamaan (observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan catatan lapangan). Pengumpulan data yangdigunakan dalam penelitian ini adalah 1) Studi Literatur, 2) Studi Lapangan. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Tradisi Ruwahan hingg saaat ini masih terus dilestarikan, sedangkan nilai-nilai Kearifan Lokal dari Tradisi Ruwahan bisa dilihat dari Hubungan antara Manusia dengan manusia (hablum minannas), Hubungan Manusia dengan Alam (hablum minalalam), Hubungan Manusia dan Tuhan (hablum minallah). Adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai bahan informasi mengenai Tradisi Ruwahan di Desa Sindangsari Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis, dan diharapkan agar masyarakar sepatutnya merasa bangga dan selalau melestarikannya sebagai entitas budaya lokal suatau daerah.
</summary>
<dc:date>2023-09-14T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Mabokuy Sebagai Wujud Kesadaran Ecoliteracy Masyarakat Purwaraja–Rajadesa</title>
<link href="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/4767" rel="alternate"/>
<author>
<name>Kusmayadi, Yadi</name>
</author>
<author>
<name>Sudarto, Sudarto</name>
</author>
<id>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/4767</id>
<updated>2024-08-15T16:37:50Z</updated>
<published>2024-05-02T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Mabokuy Sebagai Wujud Kesadaran Ecoliteracy Masyarakat Purwaraja–Rajadesa
Kusmayadi, Yadi; Sudarto, Sudarto
Mabokuy hadir sebagai bentuk kreasi seni modern yang menggabungkan antara unsur seni kerajinan dan pertunjukan merupakan hasil pemikiran, keahlian, keterampilan, olah rasa, dan khayalan seniman dengan realitas yang terjadi saat ini. Lahir atas dasar keprihatinan terutama makin terkikisnya kesadaran budaya dan hilangnya ketakdiman masyarakat terhadap alam. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi, mendeskripsikan secara utuh dan komprehensif wujud kesenian Mabukuy, mengungkapkan nilai kearifan lokal dan maknanya dalam menjaga tradisi leluhur serta mempertahankan kelestarian lingkungan. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna filosofis bambu dalam kesenian ini sebagai simbol keberanian, keindahan alam, kekuatan, ketangguhan, ketahanan, keluwesan, kesetiaan, dan penghormatan. Hal ini tercermin dalam berbagai jenis kesenian dan tradisi Sunda yang menggunakan bambu sebagai bagian penting dari unsur-unsur budaya dan kehidupan masyarakatnya. Nilai yang tak terkira dari kesenian ini adalah kekuatan ekspresif mempromosikan budaya berkelanjutan dan membangun kesadaran selain sebagai sarana hiburan dan edukasi masyarakat.
</summary>
<dc:date>2024-05-02T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
